
Bab 135
"Berandalan kecil itu sebelumnya adalah tentara yang bertugas selama lima tahun, Scar. Dia terbilang sudah mumpuni. Sangat andal. Jangan meremehkannya!"
Ned mengingatkan mereka ketika dirinya sendiri ingat bagaimana Dan Jameson pun bahkan merasa takut ketika berhadapan dengan Fane.
Dan telah mengklaim bahwa dia dapat mengalahkan seratus orang sendirian, meskipun Ned berpikir bahwa itu adalah bualan yang berlebihan. Tetap saja jika seorang Dan bisa memujinya setinggi langit, dia membayangkan Fane pasti memiliki tingkat keahlian tertentu.
"Jangan khawatir. Kita membawa banyak orang bersama kita. Aku bahkan bertemu dengan berandalan kecil yang suka ikut campur urusan orang itu dua hari lalu dan sekarang dia akan mati di tanganku! Ditambah lagi, kita punya banyak orang di sini!"
Scar terkekeh, lalu menatap Ned dengan dingin.
"Apakah kau benar-benar mengira aku akan berada satu level denganmu setelah berhasil menjadi salah satu asisten tingkat tinggi Tuan Howard? Hah! Aku telah membuktikan nilaiku dengan tinjuku ini!"
Keduanya terus berbicara. Butuh beberapa saat bagi mereka untuk akhirnya menyadari adanya cahaya merah kecil yang menyala di bawah pohon beringin, berkedip kedip secara sporadis.
Sepertinya ada seorang pria yang berdiri di sana.
Apa yang dilakukan orang itu di sana?
Scar melambaikan tangannya. Anak buahnya pun berhenti di jalur masing-masing.
"Sekarang sudah pukul 12.30. malam dan ada seseorang yang merokok di bawah pohon itu?"
__ADS_1
Kecurigaan melintasi pikiran Ned. Ini sudah larut malam. Bagaimana mungkin ada seseorang di tempat yang sesunyi ini?
"Pergi dan periksa!"
Scar tiba-tiba tergelitik oleh firasat suatu bahaya yang kuat. Jelas aneh jika ada orang di sini, selarut ini.
Sekelompok pria dengan cepat pergi ke arah pohon.
"Ternyata kau!"
Ned mengenali Fane setelah mengamatinya dengan cermat. Ekspresinya langsung menjadi gelap.
Fane dengan santai menghembuskan asap rokoknya. Napasnya pun bercampur dengan kepulan asap. Dia lalu menjentikkan puntung rokoknya ke tanah.
"Hmph. Dasar brengsek. Apa kau tidak punya mata? Apa kau tidak melihat berapa banyak orang yang mengelilingimu? Dan itu keputusan yang salah, katamu?"
"Kakak Scar, ini bajingan yang kita cari. Dia yang memukuli kami. Aku ingin bajingan ini mati!"
Ned terkekeh dan melanjutkan. "Aku tahu kenapa kau masih terjaga hingga larut malam begini. Kau pasti sangat takut pada kami yang mencarimu untuk balas dendam, kan. Itulah sebabnya kau tidak bisa tidur karena merasa sangat cemas. Jadi, kau keluar merokok untuk menenangkan ketakutan dalam dirimu!"
Ned berhenti sejenak sebelum melanjutkan cemoohannya. Nada suaranya bahkan lebih berani dan arogan dari sebelumnya.
"Hanya saja, kau tidak pernah menyangka kalau kami bisa menemukanmu secepat ini, 'kan? Sekarang kau tahu betapa kuatnya Tuan Howard kami,"
__ADS_1
"Saudaraku, dia sepertinya tidak takut pada kita!"
Pria berambut kuning yang telah dipukuli hingga babak belur sebelumnya di KTV menyuarakan keprihatinannya dengan lantang. Dia masih takut pada Fane.
Bagaimanapun juga, kecakapan bertarung Fane yang mengerikan telah membuatnya ketakutan di ruang KTV.
"Tahu apa kau!"
Ned memukul kepala laki-laki itu.
"Bukan karena dia tidak takut. Kupikir karena kita membuatnya sangat ketakutan sampai dia kencing di celana tapi dia tidak punya pilihan selain berlagak sok tenang karena kita sudah terlanjur ada di sini!"
"Ada sebuah bangunan terbengkalai tidak jauh dari sini. Kita selesaikan di sana saja!" Fane menjawab dengan santai dan menatap lurus pria di depannya.
"Aku tidak ingin jeritan kesakitanmu mengganggu tidur istri dan putriku!"
"Bangunan terbengkalai?"
Ned tertegun sejenak, lalu senyum jahat muncul di wajahnya.
Bersambung......
Terima kasih
__ADS_1