Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 40


"Kau ingin mengundang orang-orang kampung itu? Ivan, kau mencoba untuk menyombongkan diri, 'kan? "


Cecilia melangkah maju, tahu apa yang ada di pikiran Ivan saat ini.


Merasa dirinya tertangkap basah, Ivan menyangkalnya dengan cepat," Omong kosong apa yang kau ucapkan? Apa aku terlihat seperti orang macam itu?"


Ivan berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Lagi pula, Selena juga bagian dari keluarga Taylor. Dia adalah cucu kandung kakek. Anggap saja sebagai acara besar keluarga Taylor. Mengundangnya ke perayaan seperti itu akan menguntungkan kita juga. Konglomerat yang lain mungkin menyebut kita perhitungan jika mereka tahu kita tidak mengundang Selena. Selain itu, kita masih mampu membayar untuk mengundang beberapa orang lagi, bukan?"


Karena puas, Zeus menganggukkan kepala. "Memang Ivan sudah dewasa sekarang. Kau lebih matang akhir- akhir ini. Kau harus menjaga pola pikir seperti itu jika ingin mencapai hal-hal hebat dalam hidupmu! Lagipula, sudah lima tahun dan banyak yang sudah melupakan kejadian itu. Tidak ada ruginya mengundang mereka untuk makan bersama!"


"Kakek benar sekali. Itu niatku. Aku ingin mereka tahu bahwa kita sangat baik hati."


Ivan tertawa. "Baiklah, Kakek. Aku akan pergi untuk meminta Michael menandatangani kontrak sekarang juga. Kakek bisa menyuruh kepala pelayan memesan reservasi di hotel. untuk kita semua. Kita akan makan siang tepat pukul 12 siang. Aku akan membawa kabar baik!"

__ADS_1


"Haha, baiklah. Cepatlah pergi!"


Zeus tertawa puas.


Mengerjakan proyek sebesar itu dengan keuntungan 300 miliar dolar sudah cukup untuk membuktikan kemampuan Ivan. Jika Ivan dapat menjalankan dengan baik proyek tersebut, Zeus akan mempertimbangkan untuk menyerahkan bisnis keluarga Taylor kepada Ivan.


Melihat wajah bahagia ayahnya, Theodore juga sangat senang. Akhirnya Ivan bisa membuatnya bangga kali ini.


Meskipun Theodore adalah kepala keluarga Taylor, Zeus tidak pernah memberinya hak apa pun kerana dia dulu kecanduan judi. Pernah satu kali Theodore kehilangan 10 juta dolar dalam satu malam. Sejak itu, Zeus tidak pernah mempercayainya.


Lima tahun lalu, Zeus sangat mengagumi bakat Salena dalam menjalankan bisnis. Zeus bahkan ingin mewariskan bisnis keluarga Taylor kepadanya. Theodore cemas dengan apa yang dipikirkan ayahnya kala itu.


Meskipun Ivan suka bermain-main, Theodore akhirnya bisa menghela napas lega hari ini.


Terlepas dari kata-kata Ivan, banyak anggota keluarga Taylor tahu bahwa tujuan Ivan ingin mengundang Selena dan keluarganya untuk makan siang hanyalah untuk memamerkan kemampuannya.

__ADS_1


***


Matahari bersinar terang di atas taman. Fane datang membawa tas linen.


"Bu, kamu tidak harus pergi bekerja. Sudah kukatakan tinggal di rumah saja. Aku bisa menghidupimu!"


Fane tersenyum saat berbicara dengan Joan.


"Tapi aku tidak bisa tenang kalau aku tidak bekerja. Lagipula, kita butuh uang."


Joan tersenyum pahit. Sulit menyapu jalan di bawah terik matahari, tetapi dia tidak bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik seiring bertambahnya usia. Dia sangat menderita selama beberapa tahun terakhir ini demi menghidupi keluarganya.


Tiba-tiba, Fane memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengeluarkan seikat uang tunai. Dia menyerahkan 50 ribu dolar pada ibunya. "Bu, aku baru saja pergi untuk mengambil uang. Ini uang sakumu. Apa kau merasa senang sekarang?"


Joan terkejut melihat jumlah uang yang ada di tangannya. "Ini banyak sekali. Dari pada memberikan uang ini padaku, kau harus memberikannya kepada Selena agar dia bisa membelanjakannya untuk makan. Kau juga butuh uang saat Kylie mulai masuk sekolah, 'kan!"

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih


__ADS_2