Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 148


Sonia mengerutkan kening lalu menjawab, "Bagaimana kalau begini saja, aku akan menjegal suplier- suplier yang harganya paling kompetitif dibanding perusahaanmu. Aku akan bohong pada mereka dengan bilang aku sudah mengajukan proposal-proposal mereka ke manajer. Terakhir, aku hanya akan mengajukan proposal dari keluarga Taylor dan pesaing pesaing yang tidak berarti. Dengan begitu, dia tidak punya pilihan selain memilihmu, bukan?"


Mata Ivan berbinar. Dia berdiri lalu berbicara dengan penuh semangat, "Tentu, idemu sangat bagus! Dengan cara ini, Selena tidak akan takut orang lain bergosip di belakangnya. Dengan bantuanmu, dia akan terbebas dari beban!"


"Iya. Bagaimana? Sudah kubilang kalau aku akan membantumu, 'kan" Sonia tersenyum tipis dan berkata.


"Ini, 200 ribu!" Ivan tersenyum dan menawarkan 200 ribu yang tadi dia persiapkan untuk Selena. Dia meletakkan uang itu di atas meja. "Ini sebagai tanda apresiasiku padamu. Meskipun kamu bukan pembuat keputusan akhir dan tidak bisa menandatangani kontrak, aku akan tetap membayarmu sepuluh juta sebagai tanda terima kasih setelah kita berhasil menjalankan rencana ini."


"Sepuluh juta dolar!" Sonia sangat girang.

__ADS_1


Sonia berdiri, "Sama-sama, Tuan Muda Taylor. Jangan khawatir, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan manajerku dan membantu keluargamu menjadi keluarga bangsawan kelas dua! Ngomong ngomong, kau harus menyiapkan tiga salinan kontrak yang berbeda. Aku takut Selena akan menolak bila marjin keuntungannya tidak memuaskan..." "


"Tidak masalah, aku akan menyiapkannya!" Ivan bangkit


lalu segera pergi.


Sonia menutup pintu ruangan kantornya tepat setelah Ivan pergi. Dia memasukkan 200 ribu di atas meja ke dalam tas selempangnya, tersenyum puas. "Aku belum pernah melakukan hal seperti ini dan aku tidak tahu kalau aku akan mendapatkan tawaran sebesar itu. Kalau semuanya beres, aku akan mendapatkan sepuluh juta dollar!"


Sonia menghela napas lalu berkata, "Sayang sekali aku bukan manajernya. Kalau saja aku jadi manajer, semuanya akan lebih mudah."


Ivan mengendarai mobilnya dengan perasaan sangat gembira dan sekarang sudah sampai di rumah.

__ADS_1


"Bagaimana, Ivan? Apakah kau berhasil?" begitu dia masuk ke dalam rumah, Theodore Taylor bertanya.


"Jangan khawatir. Meskipun kita belum menandatangani kontraknya, semuanya pasti beres. Selena berkata bahwa dia perlu waktu untuk mempertimbangkan proposal kita. Aku akan menulis ulang kontraknya dan mengutak-atik data-datanya untuk aku ajukan lagi. Akan ada tiga kontrak, satu dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar, yang kedua sama dengan harga pasar, dan yang ketiga dengan marjin keuntungan yang lebih tinggi. Aku berencana untuk menawarkan ketiga kontrak itu untuk dipilih Selena!" Ivan tersenyum.


Begitu mereka merasa bahwa kesuksesan sudah sangat dekat, kebahagiaan terukir di wajah Theodore dan Zeus Taylor.


"Itu sangat bagus. Karena meskipun kita menawarkan diskon berdasarkan harga normal kita, kita masih akan memperoleh keuntungan lima hingga enam miliar. Kalau Selena berbaik hati dan mengizinkan kita menggunakan harga pasar, meraih keuntungan delapan milliar bukan lagi sebuah masalah!" Theodore sangat bersemangat. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa keluarga Taylor akan mendapatkan kesempatan sebesar itu.


"Akan tetapi, Selena seharusnya sangat mengenal keluarga kita. Kenapa dia masih meminta tiga proposal yang berbeda? Apakah masih ada persaingan dengan suplier-suplier lain?"


Zeus Taylor mempertanyakan maksud dibalik penjelasan Ivan. Dia mengerutkan kening, "Kita tidak bisa ceroboh sebelum kontrak ditandatangani. Ingat bagaimana kita kehilangan sebuah proyek berharga dengan keluarga Wilson sebelum ini?"

__ADS_1


Bersambung......


Terima kasih


__ADS_2