
Bab 331
"Masih ada lagi!"
"Jangan ditelan!"
"Nona Sharon, itu berbahaya. Biarkan orang lain mencobanya dulu!"
Namun, sudah terlambat. Sharon sudah menelan pil tersebut.
"Aku percaya pada Fane!"
Sharon menatap keluarganya dan berkata, "Aku percaya padanya dan aku bisa menurunkan berat badanku! Aduh, perutku sakit! Aku harus ke toilet!"
Setelah mengatakan itu, Sharon memegang perutnya dan segera pergi ke toilet.
"Bagaimana mungkin? Sakit perut? Oh tidak, apa ada hubungannya dengan obatnya? Bagaimana bisa obatnya bekerja begitu cepat!" George ketakutan.
"Ya Tuhan, pasti ada yang salah dengan pilnya. Jika tidak, kenapa perut anakku bisa sakit? Apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita lakukan?!"
"Mari kita amati, ini mungkin bukan apa-apa!"
Nyonya George setuju dan semua orang pun segera menunggu di luar toilet.
__ADS_1
"Oh, ini jauh lebih baik!" Sharon keluar dari toilet setelah beberapa waktu.
Namun, sebentar kemudian dia mulai memegang perutnya lagi.
"Mengapa ini terjadi lagi? Mengapa aku merasa mulas? Apakah aku terkena diare?"
Sharon berjalan ke toilet lagi sambil berpegangan pada dinding.
"Bajingan, bagaimana ini bisa disebut pengobatan? Itu pasti obat pencahar!" George sangat marah sampai mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah.
Dia hanya punya satu anak perempuan. Apa yang harus dia lakukan jika sesuatu terjadi padanya? Meskipun Sharon sedikit gemuk, dia cukup imut. Selain itu, bagaimana mungkin dia tidak mencintai putri satu satunya!
"Luca, bawa orang ke rumah Fane dan bawa semua orang kembali ke sini!" George segera memerintahkan," Jika terjadi sesuatu pada putriku, aku ingin mereka mati dengan sangat mengenaskan!"
Luca Zucker segera menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda hormat dan pergi dengan sekelompok pengawal.
Sharon keluar untuk kedua kalinya tetapi kembali masuk ke toilet lagi begitu keluar dari pintu. Pada akhirnya, dia tetap duduk di toilet dan tidak keluar.
Hal ini menyebabkan yang lainnya khawatir dan mereka tidak tahu harus berbuat apa.
***
"Xena Jackson, beraninya kau kembali ke sini dengan anakku?"
__ADS_1
Di rumah tempat Fane dan yang lainnya tinggal, Fiona menatap Xena yang kembali bersama Ben dengan marah.
"Ma, tolong jangan bertindak seperti ini. Aku pikir pasti ada kesalahpahaman di antara kita!" setelah diam beberapa saat, Xena menunduk dan bergumam.
"Ya Ma, pasti ada kesalahpahaman!" Ben segera menimpali untuk mendukung Xena.
"Salah paham? Bagaimana itu bisa menjadi kesalahpahaman ? Dia adalah orang yang bekerja sama dengan para perampok motor dan merampok uangku ! Para perampok motor sudah mengakuinya!" Fiona menatap Xena dengan marah.
Dia baru saja menolak uang $100 juta dari Neil jadi $3 juta itu adalah satu-satunya hartanya saat ini.
Bagaimana Fiona bisa tenang ketika memikirkan soal uang yang hampir dirampok dan mereka hampir gagal mengambilnya kembali?
"Aku kenal orang-orang itu, tetapi tidak memberi info apa pun kepada mereka. Mereka menyesatkanmu!" Xena memasang ekspresi sedih.
"Menyesatkanku? Bagaimana bisa mereka memengaruhimu ?" Fiona mengerutkan keningnya dan bertanya dengan curiga.
Xena melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak, tidak memengaruhiku. Mereka sengaja menjebakku. Aku tidak bekerja sama dengan mereka. Kejadiannya seperti ini, karena kami mengenal satu sama lain, setelah kami minum-minum, mereka menanyakan pacarku dan bilang kalau aku telah menemukan pria yang malang!"
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih
__ADS_1