
Bab 339
Di kediaman keluarga Drake, Fane baru saja tiba dan bersiap untuk melakukan pekerjaan. Dia tidak pernah menyangka kalau Kyle dan beberapa pengawal lainnya menemuinya begitu Fane melangkah melewati pintu.
Fane mengerutkan kening ketika dia melihat bahwa itu adalah Kyle. "Tuan, jangan bilang kau ingin menantangku lagi."
"Heh. Tidak mungkin. Kau jauh lebih kuat dariku. Aku punya hal-hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada menantangmu untuk bertarung, aku akan kalah."
Kyle terkekeh lalu melangkah maju, menawarkan sebatang rokok pada Fane. "Ayolah, Kakak. Kami sudah memikirkannya-kau akan menjadi pengawal senior dari semua pengawal keluarga Drake mulai sekarang. Dan sebagai senior kami, kami para pengawal lainnya akan mendengarkan semua perkataanmu!"
Fane tidak mengambil rokok itu; dia malah mengeluarkan rokok Pasir Putihnya sendiri. "Aku hanya merokok merek ini" katanya sambil tersenyum. "Aku tidak terbiasa dengan rokok premium milikmu!"
Kyle merasa sangat canggung ketika Fane benar-benar menolak rokoknya. Membuatnya malu sebagai pemimpin.
Namun, dia tidak pernah mengharapkan Fane membalasnya seperti itu. Rasa canggungnya menghilang dengan cepat.
Kyle tersenyum lalu sebagai gantinya, menyelipkan rokok di antara bibirnya, "Heh. Kau cukup unik, Kakak. Bahkan hobimu jauh lebih spesial dari kita."
"Terserah kau saja. Panggil saja aku dengan sapaan yang kau suka."
__ADS_1
Fane meregangkan tubuhnya, berpikir sejenak. "Tapi, karena kau sudah memanggilku kakak, maka kau lebih baik bekerja dengan baik ke depannya!"
"Tentu saja!" Kyle menjawab sambil memukuli dadanya.
"Baiklah kalau begitu!"
Fane mengangguk lalu masuk ke dalam.
Fane masuk ke ruang tamu, yang terletak di lantai pertama vila Tanya. Saat ini, gadis itu sedang minum teh bersama sepupunya, Yvonne.
Yvonne mengenakan rok midi hitam yang kebetulan menutupi lututnya hari ini.
Senyum di wajah Yvonne langsung lenyap saat melihat Fane masuk.
Kemarahan memuncak dalam dirinya begitu dia mengingat apa yang terjadi kemarin, ketika berandal itu melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.
Sayangnya, Tanya diam-diam memberitahunya kalau Fane mungkin memiliki hubungan khusus dengan Dewi Perang dan keluarga Drake masih membutuhkan pria itu. Hal tersebut membuat Yvonne semakin membencinya. Yvone tidak menginginkan apa pun selain menghancurkannya, dan menghancurkannya untuk selamanya.
Tidak mungkin. Aku tidak bisa membiarkannya terus menerus seperti ini begitu saja. Aku harus memikirkan cara untuk membuatnya sadar di mana seharusnya dia berada. Jika tidak, aku tidak akan pernah puas!!
__ADS_1
Yvonne diam sejenak, lalu memikirkan sesuatu. Dia menyeringai pada sepupunya. "Tanya, aku sudah lama tidak ke Jalan Gemstone. Mengapa kita tidak berjalan jalan ke sana saja sekarang?"
"Tentu. Aku juga sudah lama tidak berbelanja. Ayo kita pergi!" Tanya langsung setuju.
"Kalau begitu, haruskah kita membawa pengawal pribadimu? Bagaimanapun, tidak mungkin kita bisa pergi ke sana tanpa pengawal. Banyak orang kaya pergi ke sana, tapi banyak pencopet di mana-mana. Selain itu, di sana sangat kacau!"
Yvonne kemudian melirik Fane. Pesan yang tersirat dalam kata-katanya sangat jelas.
"Baiklah. Kita tidak akan membawa orang lain selain Fane. Dia istimewa, satu banding selusin" Tanya menjawab sambil tersenyum.
"Selusin? Kau meremehkanku!"
Fane melontarkan senyum tanpa ekspresi lalu melanjutkan, "Aku senilai dengan seribu kalau yang aku hadapi hanyalah babi!"
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih
__ADS_1