Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 66


"Tentu. Perjalanan ke kantor cukup jauh. Tapi kalau kau merasa lelah, sebaiknya jangan!"


Selena tersenyum bahagia. Awalnya, dia mengira Fane bersikap dingin sejak dia kembali dari perang. Dia selalu memasang tampang serius. Tanpa diduga, ada saat-saat di mana dia bisa menjadi romantis.


"Aku tidak akan merasa lelah. Selama ada kau, satu satunya orang yang selalu mendukungku, semuanya bisa aku atasi. Aku bahkan masih kuat untuk menggendongmu bekerja setiap hari!"


Fane menjawab dengan senang.


"Ayah, aku ingin Ayah menggendongku juga!"


Kylie yang ada di pelukannya terkekeh.


"Tentu, ayo. Ayah akan menggendongmu!" Fane meletakkan gadis kecil itu di punggungnya dengan satu gerakan menukik.


"Kakak Ipar, jika kau benar-benar menjadi pengawal dengan gaji 20 juta dolar sebulan, bisa kau membelikan aku mobil? Hehe, lupakan semua kesalahpahaman kita sebelumnya." Ben berlari arah mereka setelah melihat sekilas Xena dan bertanya sambil terkekeh, mencoba merayu Fane.

__ADS_1


Meskipun Ben masih berpikir kalau Fane sedang menipu kakaknya. Kalau pun itu benar? Setidaknya dia bisa memperalat Fane kan..


Fane berpikir, lalu mengangguk. "Tentu, tapi jangan yang mahal ya. Mobil apa pun yang penting harganya dibawah 1 juta dolar. Nanti, kau bisa membelinya sendirii!"


"Betulkah? Ada mobil di bawah satu juta dolar?"


Mendengar kalimat itu, Ben sangat senang Dulu dia berpikir mendapatkan uang 100 ribu sampai 200 ribu dolar itu hanya bisa terjadi di dalam mimpinya dan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Siapa sangka kalau Fane sangat baik hati, membiarkan dirinya untuk membeli mobil seharga dibawah satu juta dolar dengan mudahnya.


"Tentu saja. Itu tidak mahal kok!"


Fane terkekeh. Kata-katanya sekali lagi membuat Fiona dan yang lainnya terdiam. "Satu juta dolar, berandalan itu menganggap mobil dengan harga segitu tidak mahal?"


Selena tersenyum, lalu melanjutkan kalimatnya, "Aku sudah lama tidak bekerja, rasanya sungguh menyenangkan!"


"Hehe, terserah apa katamu saja, Sayang. Selama kau mau, kau bisa membeli apa pun yang kau inginkan, bahkan pesawat sekalipun!" Fane menjawab dengan santal sambil tertawa.


"Pesawat? Hehe, kita bahkan belum percaya kau bisa bekerja atau tidak besok dan kau sudah bermimpi? Dengarkan aku, kita akan tetap menagih janjimu, paham kau? Kau harus memberiku hadiah pertunangan senilai 10 juta dolar pada ulang tahun kakek yang ke-70. Hanya dengan begitu aku akan menganggapmu sebagai menantuku dan bisa tinggal di sini, mengerti?" Fiona menyela sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tenang, kau akan mendapatkan 10 juta dolar-mu!" Fane mengangguk saat dia menjawab.


Fiona dan yang lainnya dengan cepat naik taksi pulang. Fane, sebaliknya, mengajak Selena untuk membeli skuter listrik.


Mereka dengan cepat tiba di toko skuter listrik, membeli satu, lalu mengendarainya kembali ke rumah.


"Sayang, aku masih belum berani mempercayai kata-kata Nona Tanya. Memberimu gaji 20 juta dolar sebulan sebagai pengawal, apakah menurutmu itu tidak terlalu berlebihan? Selena tidak bisa menahan diri untuk bertanya saat dia duduk di belakang Fane.


"Tentu saja itu kenyataan. Status dan


Nona Tanya adalah konsumsi publik. Selain itu, 20 juta dolar tidak ada artinya bagi keluarga mereka!"


Fane tertawa getir, lalu menjawab, "Kalau bukan karena aku mau memastikan keselamatanmu, aku tidak akan pernah menerima tawaran itu. Nilai segitu sudah terlalu kecil dan tidak bisa turun lagi."


"Sombong lagi! Aku benar-benar tidak mengerti mengapa Nona Tanya memberikan gaji sebesar itu. Jangan-jangan dia menganggapmu tampan dan naksir padamu?"


Bersambung......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2