
Bab 97
"Kami melihatnya sendiri. Apa menurutmu itu hanya karangan? Awalnya, kami hanya ingin diam-diam mengikuti Fane untuk memastikan kalau dia benar pergi bekerja. Tak diduga, kami justru melihat pemandangan yang sangat mengerikan..."
Fiona terlihat tulus saat memasang wajah sedih, "Apa yang bisa kita lakukan sekarang?"
Fiona sangat cemas. Dia panik.
"Apa yang harus kita lakukan? Lagi pula, Fanelah yang melakukannya. Semua itu tidak ada hubungannya dengan keluarga kita!"
"Dan lagi, aku tidak pernah mengakui dia sebagai menantu kami!"
Tegas Fiona.
"Ya, aku tidak memiliki saudara ipar seperti dia!"
Ben berbalik melawan Fane. Kata 'saudara ipar' yang dia sebutkan dengan akrab beberapa waktu lalu telah dia lupakan dengan cepat.
***
Sebaliknya, hari pertama Selena bekerja berjalan dengan mulus.
__ADS_1
Selena tidak menyangka kalau keluarga Drake berencana untuk berinvestasi dalam sebuah proyek besar di selatan kota. Mereka membeli sebidang tanah yang sangat luas dan berencana mengembangkan lahan itu menjadi kawasan pemukiman kelas atas.
Sebagai manajer proyek yang baru diangkat, Selena bertanggung jawab penuh atas pengadaan bahan bangunan.
Selena merasa tersanjung.
Keluarga Drake bahkan mengatur seorang pengawas pengadaan tersedia untuk membagikan sebagian beban kerjanya.
Pengawas itu bernama Sonia Neal, seorang kerabat jauh keluarga Drake.
"Sonia, mari kita bekerja sama dengan baik untuk keberhasilan proyek ini!"
"Nona Selena terlalu sopan. Kau adalah manajer dan aku pengawas. Aku harus mendengarkanmu dan melakukan semua pekerjaanku sesuai dengan instruksi darimu!"
Sonia tersenyum, tapi senyuman itu menyiratkan sesuatu.
Setelah berpikir sejenak, Sonia menambahkan. "Ngomong ngomong, Nona Selena, aku ingat bahwa keluargamu juga berkecimpung dalam bisnis bahan bangunan. Apa kau juga akan memberikan proyek ini ke keluargamu? Kau dari keluarga Taylor, bukan? Kita harus tetap profesional dan tidak harus bekerja sama dengan keluarga Taylor hanya karena kau bagian dari mereka!"
Sudut bibir Selena bergerak-gerak sebelum dia memaksakan sebuah senyuman dan berkata, "Kalau soal itu, kau tidak perlu khawatir, Sonia. Kau hanya perlu melakukan pekerjaanmu dengan baik. Aku tahu apa yang harus dilakukan dalam soal pengadaan dan aku tidak akan berurusan dengan keluarga Taylor hanya karena aku bagian dari keluarga itu."
"Ya, itu memang sudah seharusnya!"
__ADS_1
Dengan nada dingin Sonia mencemooh, "Lagi pula, proyek ini terlalu besar. Soal material bangunan, tidak akan sulit menghasilkan ratusan juta dari penjualan. Jika marjin keuntungannya lebih besar, bisa-bisa kontraktor meraup miliaran dolar!"
"Aku tahu tentang hal ini. Dalam beberapa hari ke depan, biarkan aku memeriksa situasinya lebih dulu!"
Selena akhirnya melambaikan tangan. "Kalau ternyata semuanya sudah sesuai, Pengawas Sonia bisa langsung mengerjakan bagianmu sampai selesai!"
"Baik!"
Sonia melangkah keluar, tapi akhirnya berhenti dan berkata pada Selena. "Ngomong-ngomong, Nona Selena, ini hari pertamamu bekerja 'kan? Dan kau menjadi manajer departemen kami. Kau tahu, semua karyawan di departemen ini sudah sangat lelah. Mungkin Nona Selena bisa mengajak kami keluar untuk merayakan? Maksudnya, merayakan kehadiranmu sebagai manajer dan memberikan kami sedikit waktu untuk bersantai. Bagaimana menurutmu?"
"Ide yang bagus. Semua karyawan harus keluar, bersantai, dan mengobrol dengan leluasa!"
Selena mengangguk.
"Kamu yang atur, ya. Lagi pula, kau yang sudah duluan akrab dengan semua karyawan di sini.^ prime prime Jawab Selena santai.
"Oke, aku akan membuat reservasi!" Setelah Sonia berbalik membelakangi Selena, sebuah senyum kemenangan terbit di sudut bibirnya.
Bersambung........
Terima kasih
__ADS_1