
Bab 288
"Kekuatan yang sangat bertenaga!"
Salah seorang pria dengan kondisi sedikit lebih baik segera bangun dari tanah sambil menatap Fane dengan tatapan serius.
Tiga orang yang tersisa segera mengepung Fane. Kemudian, kelimanya kini mengepung Fane.
Ruben menghela nafas lega saat dia melihat Fane benar benar telah dikepung. Dia berseru, "Kalian jangan langsung membunuhnya. Hajar dia sepuasnya dan jangan biarkan dia mati dengan cepat tanpa rasa sakit."
Pria botak tertawa getir sebelum berkata, "Tuan Muda Ruben, anak nakal ini tidak mudah menyerah. Kalau pun kita bisa membunuhnya, tidak akan mudah untuk melakukannya!
Setelah Ruben mendengarnya dia tersentak lalu berkata, " Tidak mungkin, kan? Kalian adalah Lima Macan Dewa Naga. Meskipun awalnya kalian berenam, sayangnya Scar telah terbunuh. Atau, Klan Dewa Naga kami tidak akan lagi jadi harapan buat klan lain."
"Bocah ini adalah seorang prajurit selama lima tahun dan siapa pun yang bisa bertahan di medan perang selama lima tahun jelas tidak akan mudah menyerah. Kemungkinan ini akan jadi kesempatan yang langkah untuk bertemu dengan pria seperti ini!"
Seorang pria dengan janggut kecil berbicara.
Setelah selesai berbicara, dia membalikkan telapak tangannya dan meraih belati yang sama, lalu berkata, "Tapi, sangat disayangkan dia bertemu dengan kami berlima pada saat yang bersamaan. Jangan khawatir, Tuan Muda Ruben, anak nakal ini akan mati hari ini!"
__ADS_1
Ruben langsung merasa senang setelah mendengar pria berjanggut itu membuat pernyataan yang begitu percaya diri.
"Haha, bukankah kalian mengatakan kalau kalian paling menghargai kehormatan? Bukankah kalian mengatakan bahwa kalian tidak berencana untuk membunuhku dan itu hanya masalah uang $3,8 juta?"
Fane terkekeh saat berbicara.
"Kau benar-benar naif kalau kau percaya itu, Bocah! Klan Dewa Naga kami telah melihat segala macam hal yang mengerikan. Hehe, kau telah mengalahkan tuan muda kami sedemikian rupa, apakah kau berpikir kami akan melepaskanmu begitu saja?"
Pria botak itu dengan dingin berseru.
"Benar, Anak Nakal. Tahukah kau, status tuan muda kami cukup berharga dan kenyataannya, uang $3,8 juta bukanlah apa-apa, tetapi karena kau berani melawan Klan Dewa Naga kami, kau telah menutup nasibmu sendiri !"
Fane berpikir kalau pria itu belum berniat untuk membunuhnya, atau belati itu akan menyerang dia dengan cara yang jauh lebih mematikan.
Artinya, dia hanya ingin menyiksa Fane sebelum membunuhnya.
Hanya itu yang kau punya?
Meski gerakannya sangat cepat, bagi Fane itu masih sangat lambat di matanya. Fane segera mengulurkan tangan meraih pergelangan tangan lawannya, meremasnya dengan lembut..
__ADS_1
"Krak!"
Suara yang keras bisa terdengar dan lengan pria berjanggut itu patah dari pergelangan tangan sampai ke bawah. Kalau bukan karena kulit dan tendonnya yang menahannya, sudah pasti pria itu langsung jatuh ke tanah.
"Aaah!"
Belati pria berjanggut itu langsung jatuh ke tanah. Rasa sakit yang sangat menyiksa membuat wajahnya terlihat kejang. Setelah itu ia menjerit dengan nyaring, lalu pria berjanggut itu mundur.
Fane menendang belati dengan ujung kakinya, belati itu langsung meluncur dan menusuk paha pria botak itu saat ia tengah bersiap menyerang.
"Aaah!"
Pria botak itu berteriak kesakitan dan ekspresi wajahnya terlihat sangat getir. Dari sudut matanya tampak terkejut.
Tidak hanya kecepatan Fane yang luar biasa, gerakannya juga selancar air yang mengalir. Siapapun yang bisa melakukan ini pastilah seseorang yang terampil. Dia bisa dengan sangat jelas melihat gerakan mereka.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen
__ADS_1
Sekian Terima Kasih