
Bab 176
Seorang lelaki tua berpikir lebih jauh dan bertanya kepada Tuan Hugo, "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Bawa orang-orang kita. Kita akan mencari Fane sekarang!" Tuan Hugo berpikir sejenak dan segera menjawab.
"Baiklah, ayo pergi. Sialan, dia menganggap enteng keluarga Hugo dan mempermalukan kita. Ayo kita beri dia pelajaran!"
Neil sangat senang. Bagaimanapun juga, ayahnya memang mencintainya. Ayahnya akhirnya berbuat sesuatu untuknya.
"Plak!"
Saat Neil berbicara, dia ditampar dengan keras oleh tuan dari keluarga Hugo, Roy Hugo.
***
Fane mengendarai skuter listriknya dengan Selena yang duduk di boncengan. Mereka pulang lebih awal.
"Besok aku mendapat libur dari kantor, bagaimana kalau aku pergi mendaftarkan Kylie ke taman kanak-kanak?" Selena bertanya saat turun dari skuter.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu aku juga akan libur satu hari!" Fane menjawab sambil tersenyum.
"Yang benar saja? Kau baru bekerja selama dua hari. Gajimu itu sangat besar, masak kau mau mengambil cuti duluan? Bagaimana kalau nanti keluarga Drake marah?"
Mendengar perkataan Fane, Selena mengerutkan keningnya lalu melanjutkan kalimatnya, "Selain itu, gaji harianmu juga lumayan besar, sayang sekali kalau kau mengambil cuti."
Fane berhenti sejenak lalu menjawab, "Mungkin bukan itu masalahnya. Aku telah memberi tahu mereka, aku akan masuk kerja kalau aku punya waktu luang. Kalau mereka memotong gajiku sehari karena aku ingin beristirahat, lebih baik aku keluar dari pekerjaan itu!"
Selena tidak bisa berkata-kata. Dia memelototi Fane lalu berkata, "Dengan gaji sebesar itu, bagaimana kau bisa berhenti begitu saja? Aku tidak ingin mendengar orang lain mengatakan kalau suamiku adalah seorang pria yang tidak berguna, yang diurus oleh istrinya!"
"Haha, aku bercanda. Tapi, mencari sekolah untuk Kylie adalah hal yang harus kita utamakan. Karena kau besok libur, jadi aku ikut libur juga!"
Setelah mendengar itu, Selena mengangguk dengan malu malu. Dia tersipu.
"Istriku, kau terlihat cantik saat kau tersipu malu!"
Fane memeluk istrinya yang cantik dengan erat.
"Ma, mereka sudah pulang!"
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, Xena keluar dari rumah dan melihat Fane bersama Selena. Dia berteriak ke dalam rumah beberapa saat kemudian.
Selena sangat ketakutan. Dia melepaskan diri dari pelukan Fane, wajahnya begitu merah merona.
Fiona, Andrew, dan Ben keluar rumah dengan cepat setelah mendengar teriakan Xena.
Fiona, yang berada paling depan, wajahnya terlihat suram. Dia berkata dengan marah, "Fane, ada apa denganmu? Kau terus membuat masalah setiap hari!"
"Ma, apa yang terjadi? Fane bekerja hari ini, apa yang dia lakukan?"
Selena terdiam sesaat sebelum dia dengan tidak sabar menjawab ibunya.
"Kerja?"
Fiona tertegun sejenak sebelum mencibir, "Kau harus bertanya lagi padanya kalau begitu, apa benar dia pergi kerja hari ini? Dasar bajingan. Kalau kau punya banyak harta, aku, Fiona Lewis, tidak peduli kau punya banyak istri, selama Selena bisa menerimanya. Tapi kau tidak memiliki apa-apa dan kau bisa-bisanya pergi dengan wanita lain selain membuat masalah. Kau ini manusia bukan, sih? Bagaimana kami bisa menerimamu sebagai keluarga?"
Bersambung....
Terima kasih
__ADS_1