
Bab 269
Trevor mengertakkan gigi-giginya lalu mengangkat kepalanya, "Selena, jangan terlalu bersemangat. Aku hanya sial kali ini jatuh di tanganmu. Itu hanyalah posisi asisten. Aku menolaknya sekarang! Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan kemampuanku!"
"Hah, kemampuanmu? Sangat mengecewakan. Kau hanya tahu bagaimana menghabiskan waktumu untuk bermain game saat kau tinggal di luar negeri. Lalu, kau kembali dan membual kepada semua orang, memberi tahu semua orang kalau kau berasal dari luar negeri. Seperti itukah kau menyebut kemampuanmu?"
Sekali lagi, Selena tertawa.
"Trevor, aku tidak bermaksud menyalahkanmu, tapi kau sungguh keterlaluan tadi malam. Jika aku jadi Selena, aku tidak akan sudi mempekerjakanmu!"
"Haha, siapa kau berani mengejekku?"
Trevor justru tersenyum dingin. Matanya terlihat jahat ketika dia berkata, "Aku adalah seorang pria yang akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Kau tidak menerimaku bekerja di sini? Aku akan pergi. Aku mungkin akan menemukan pekerjaan yang lebih baik!"
Rosa menghela nafas. Orang-orang seperti Trevor yang suka bermain trik kotor akan menusukmu dari belakang kapan saja.
Trevor menoleh untuk melihat Selena setelah dia menyelesaikan kata-katanya. Kemudian, dia mengejek, " Selena, berhentilah bertingkah seolah kau sungguh suci. Menurutmu apa aku percaya seorang manajer sepertimu bisa mendapatkan gaji $1 juta per bulan? Manajer sebelumnya hanya mendapatkan lebih dari beberapa ratus ribu dolar. Kenapa kau bisa mendapatkan $1 juta? Apa yang kau lakukan saat malam hari?"
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa menghasilkan begitu banyak uang tanpa memiliki hubungan dengan tuan muda? Aku tidak percaya!"
Trevor tahu kalau semuanya sudah berakhir dan dia tidak akan mendapatkan pekerjaan itu. Jadi, dia hanya bisa membalas.
"Selena Taylor, kau keterlaluan. Beraninya kau mempermalukan pacarku? Kau begitu picik!" Sonia berkata dengan marah.
"Ck ck, bagaimana ini, semua salahku sekarang? Kau mengeliminasi semua orang dan menyuruh pacarmu datang untuk wawancara kedua tanpa harus melalui wawancara yang pertama. Lagipula, kau membuat resume palsu. Kau membuat pesaing palsu jadi dia tidak punya saingan. Aku bahkan tidak menyalahkanmu tapi sekarang kau mencoba menuduhku?"
Selena tidak mau kalah. Dia sudah melampiaskan rasa kesalnya atas semua yang terjadi sebelumnya. Dia tidak menyangka Sonia akan menggunakan cara seperti itu lagi.
Yang paling penting Sonia adalah supervisor. Orang tidak akan pernah tahu apa lagi yang akan dia lakukan kalau Selena membiarkannya lolos lagi.
Dipicu oleh rasa amarah, Sonia menyilangkan tangan di depan dadanya, "Pacarku adalah pria yang cakap. Aku bersikap baik kepadamu dengan memperkenalkan dia untuk membantumu dalam pekerjaan tetapi lihat apa yang kau lakukan, kau salah mengira orang baik adalah orang jahat!"
"Lupakan, Sonia. Aku akan pergi. Bukannya aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan lain!"
Trevor mengepalkan tinjunya erat- erat dan memelototi Selena. Kemudian, dia membuka pintu, keluar dari ruangan, membanting pintu.
__ADS_1
"Selena, kau terlalu berlebihan! Apa kau tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu untuk mempertimbangkan orang lain? Aku sudah bekerja di sini selama bertahun tahun. Kau sudah cukup beruntung menjadi manajer. Aku merekomendasikan pacarku tapi yang sangat mengejutkan, kau bahkan tidak berpikir untuk membantuku!"
Sonia mengertakkan gigi-giginya. Matanya berapi-api, marah.
"Kau menyebut semua itu merekomendasikan? Merekomendasikan melalui cara seperti itu?"
Selena tertegun. Kemudian, dia berkata, "Pergilah dan lakukan pekerjaanmu dengan benar. Kau beruntung aku tidak memecatmu!"
"Memecatku? Kau bahkan tidak punya hak untuk melakukan itu!"
Sonia berang. "Aku supervisor. Kau harus mendapatkan persetujuan dari departemen sumber daya manusia untuk memecatku. Kau tidak berhak melakukannya. Hmph! Aku akan melaporkan ini pada pamanku tentang bagaimana kau mempermalukanku hari ini! Setidaknya dia harus memindahkanmu ke departemen lain!"
Sonia keluar ruangan dengan marah tanpa berkata apa pun.
"Tutup pintunya dengan hati-hati. Jangan merusak pintunya, kalau tidak, kau harus menggantinya!" Selena mengingatkan Sonia.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih