Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 417


"Kau... Ada apa denganmu?"


Tanya ingin berdiri dan menangani masalah itu. Dia benci menindas yang lemah, dan preman itu bahkan sampai memukul seseorang tanpa berunding atau membicarakannya lebih dulu.


Namun, sebelum Tanya melangkah, dia menyadari tinju Fane terkepal erat. Tidak tahu mengapa, Tanya merasakan gelombang kebahagiaan di dalam dirinya. Mungkin karena dia tidak menyangka kalau Fane memiliki sifat yang mirip dengannya -muak terhadap ketidakadilan.


"Heh! Apa menurutmu seribu dolar sudah cukup?"


"Bajuku harganya seribu dolar, itu benar! Tapi, bagaimana dengan biaya pengobatan yang baru saja menimpaku? Dan juga biaya berkurangnya sepuluh tahun hidupku? Aku mengalami trauma mental!" Wajah Kakak Tempest terlihat menyeringai dengan jahat lalu dia melanjutkan kalimatnya, "Aku tidak ingin kau membayar bajuku. Aku ingin baju yang sama persis! Yang aku kenakan, sebelum kau merusaknya! Bisakah kau melakukannya?"


"Kalian-kalian semua, jangan keterlaluan ! Kami sudah meminta maaf kepadamu. Selain itu, kau telah menyakitinya!"


Wanita itu menutup mulutnya dengan tangan saat matanya berkaca-kaca. Matanya menuturkan segalanya; sakit hati dan kesedihan.


"Aku memukulnya karena dia memprovokasiku lebih dulu, dan karena wajahnya pantas untuk mendapatkan tamparanku. Itu hal yang berbeda."


Kakak Tempest hanya menyeringai saat dia berbicara.


"Istriku, ini salahku. Aku tidak mengira lantainya begitu licin, jadi aku terjatuh!"

__ADS_1


Wajah pengantar barang itu berkerut. Dia tidak bisa berpikir untuk menyelesaikan kekacauan yang dia alami. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan bajingan yang sangat keterlaluan. Dia benar-benar terpeleset.


"Oh, suami istri. Menarik..."


Kakak Tempest menyeringai miring lalu berkata, "Oke, jangan membuat situasinya lebih sulit. Bagaimana kalau kau membayar seratus ribu dolar, dan aku akan membiarkan kalian berdua pergi. Kalau tidak..."


"Bukankah ini terlalu berlebihan?"


"Betul! Dia tidak melakukannya dengan sengaja. Lagi pula, dia hanya menepukmu dengan ringan. Kau bahkan tidak merontokkan satu helai pun rambutmu! Apakah kau benar benar menginginkannya seperti itu?"


"Ya! Dia sudah meminta maaf, dan bajunya tidak kotor sama sekali! Pria ini benar-benar keterlaluan, dan dia bahkan memukuli suaminya!"


"Hhh! Pasangan itu keduanya bekerja sebagai pengantar barang. Sulit bagi keluarga biasa untuk bisa mempertahankan kehidupan sehari-hari, dan sekarang preman ini meminta seratus ribu dolar? Bagaimana mereka bisa membayarnya?"


Orang-orang di tempat kejadian merasa tidak adil untuk pasangan tersebut dan mulai mengecam preman itu.


"Apa urusan kalian semua, bajingan! Apa kalian semua ingin mati? Apa kalian tidak tahu siapa Klan Elang?"


Kakak Tempest menatap orang-orang itu dengan tatapan mematikan. Matanya begitu menakutkan sehingga semua orang terdiam dalam sekejap, dan keheningan menyelimuti suasana.


Bos warung makan merasa kesal dengan kejadian itu juga, tapi dia tahu betapa menakutkannya Klan Elang. Jika dia membela kedua pasangan itu dan melawan Klan Elang, dia takut warung makannya akan tutup selamanya.

__ADS_1


Karena itu, ia hanya bisa bersimpati dengan kedua pasangan itu, diam lalu mundur.


"Pak, aku yang salah! Itu semua salahku! Bisakah kau memaafkan kami? Aku akan memberimu dua ribu dolar, oke? Aku benar-benar tidak memiliki uang seratus ribu dolar. Ada orangtua dan anak- anakku di keluargaku yang perlu aku rawat dan jaga. Tolonglah!"


"Tolong, Pak, tolong! Aku mohon padamu!"


Pengantar barang itu menatap Kakak Tempest dan memohon dengan berlinang air mata.


"Dua ribu dolar? Aku mengatakan seratus ribu dolar, dan kau benar-benar menawarnya dua ribu dolar? Bajingan, apa kau seorang pelawak? Kau bahkan tidak akan menawar sebanyak itu saat membeli baju di toko, bukan?"


Kakak Tempest mencibir sebelum melanjutkan kalimatnya, "Ada cara lain untuk menyelesaikan semua ini, dan tidak memerlukan uang." Matanya terpaku pada sang istri.


"Betulkah? Terima kasih Pak! Terima kasih banyak!"


Beban berat di hati orang yang malang itu terangkat. Suasana hatinya menjadi cerah.


"Hehe! Jangan berterima kasih padaku dulu. Aku belum memberitahumu apa syaratnya!"


Kakak Tempest terkekeh. "Kau akan pulang sendiri malam ini dan kau akan meminjamkan istrimu untuk satu malam. Dia akan minum dengan semua saudara-saudaraku malam ini, dan kami akan mengembalikannya kepadamu besok pagi."


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih


__ADS_2