
Bab 108
"Istri?"
Manajer bank itu bisa dibilang cantik juga dengan perawakan yang seksi. Mendengar penjelasan Fane, dia tertegun sejenak. Dia menatap Selena dengan iri. "Wanita muda ini benar-benar beruntung telah menikah dengan pria tampan dan kaya. Kau tidak perlu khawatir selama sisa hidupmu!"
Dia berangan-angan seandainya dia yang menjadi istri Fane. Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan pria sekaya itu.
Akan tetapi saat dia bertemu Selena, dia langsung merasa tidak percaya diri. Wanita yang berdiri di depannya ini jauh lebih baik darinya, baik dalam hal penampilan maupun tindak tanduk.
Begitu mereka sampai di ruang VIP, manajer itu pergi membuatkan secangkir kopi untuk Selena dan Fane sebelum membantu proses penarikan uang.
Beberapa saat kemudian, sejumlah besar uang tunai diberikan kepada Fane dengan pengawalan dua orang satpam.
"Bantu aku memasukkan uang-uang ini ke dalam tas!" Fane berkata sambil tersenyum tipis.
Kedua satpam bank itu terperangah saat melihat tas bermotif bunga di tangan Fane. Tas murahan yang sering dipakai pegawai rendahan, dipakai untuk membawa uang sebanyak dua juta dolar. Seringkali, perilaku orang kaya memang aneh dan sulit dimengerti.
"Kau benar-benar menarik dua juta dolar!"
__ADS_1
Selena mencoba mengangkat tas yang tergeletak di depannya. Berat sekali.
Mereka segera meninggalkan bank dan bergegas ke hotel.
"Benarkah ada dua juta dolar di dalam tas itu?"
Melihat tas yang terlihat sangat berat di pangkuan Selena, wanita paruh baya penjual tas itu melihat Fane dan Selena dengan mulut ternganga karena terkejut. Dia bertanya tanya dalam hati apakah yang dia lihat itu nyata.
Dia tadi melihat pasangan itu memasuki bank di sebelah toko dengan tas kosong tapi begitu mereka keluar, tas itu terlihat penuh dan berat..
Wanita paruh baya itu langsung menemui satpam yang berjaga di pintu masuk bank dan bertanya, "Hai, apakah dua orang yang baru saja keluar tadi membawa uang di dalam tasnya?"
"Ya Tuhan. Tidak bisa dipercayai! Aku tidak bisa membayangkan seorang laki-laki yang berpakaian sangat sederhana dan mengendarai skuter listrik ternyata sangat kaya."
Pemilik toko itu menelan ludah, mulai meragukan penilaiannya sendiri.
Karena masih ada waktu, Fane membawa Selena ke sebuah kafe untuk minum. Mereka menghabiskan waktu bersama, bercengkerama, sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.
Di area parkir dekat lobi hotel, lebih dari dua puluh karyawan bagian pengadaan berdiri menunggu.
__ADS_1
Semua karyawan wanita bersusah payah berdandan karena ini pertama kalinya mereka datang ke tempat semewah ini. Mereka sangat bersemangat, beberapa berpenampilan seksi, bahkan beberapa lainnya berdandan seolah-olah mereka mau menghadiri pesta dansa.
"Kenapa manajer baru itu belum datang? Aku kelaparan!"
Seorang karyawan wanita bergumam setelah mereka menunggu beberapa saat.
Felicia memeriksa jamnya. Dia memberengut lalu mendekati Sonia. "Supervisor, kenapa Selena belum datang? Apa mungkin dia tidak datang karena tidak punya uang?"
Sonia tidak segera menjawab pertanyaan Felicia, tapi dia lalu berkata dengan senang. "Oh, baiklah. Aku memesan hotel ini untuk mempermalukan Selena. Sekarang dia pasti kesal dan memutuskan untuk tidak jadi datang!"
"Hei, kalau begitu, ini mungkin bagus buat kita!"
Felicia tertawa. "Semua orang susah payah berdandan demi makan malam kali ini. Mereka pasti sangat marah kalau mereka tahu Selena membohongi kita."
"Pfft! Kupikir dia sangat pintar dan kaya. Ternyata dia hanya mempermainkan kita. Dasar wanita bodoh!"
Bersambung.........
Terima kasih
__ADS_1