
Bab 151
"Betul sekali!"
Saat melihat James berpihak padanya, Tanya memutar bola matanya ke arah kakaknya dan berkata, "Dia baru saja menjawab panggilan telepon. Mungkin ada keadaan darurat. Jika tidak, dia tidak akan langsung pergi begitu saja, 'kan?"
***
Ketika Fane tiba di pintu depan, dia berdiri di sana sejenak sebelum sebuah mobil sport hitam melaju ke arahnya dan berhenti tepat di depannya.
Seorang wanita cantik yang mengenakan topi dan kacamata hitam duduk di dalam mobil. Dia berpakaian cukup modis.
"Guru..."
Lana memanggil dengan penuh semangat saat melihat Fane.
"Kau memanggilku apa?"
Ekspresi Fane meredup karena sepertinya ingatan si berandalan di depannya ini buruk. Untungnya, tidak ada orang lain di sana. Jika tidak, identitasnya akan terungkap.
__ADS_1
"Maaf, aku terlalu senang. Jadi..." Lana tertawa canggung.
Setelah itu, dia berkata, "Uhuk, uhuk, Tuan Fane, cepat masuk. Kita akan berbicara sambil berkendara!"
"Baiklah!"
Fane segera masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju dengan cepat.
"Ya Tuhan, bukankah itu Fane si pengawal? Dia menyuruh seorang wanita seksi menjemputnya?"
"Ya dan bahkan mengendarai mobil sport pula!"
"Sepertinya normal-normal saja buat orang itu, dijemput seorang wanita cantik dan dipekerjakan dengan gaji dua puluh juta!"
Beberapa pengawal yang berjaga di pintu gerbang mulai bergosip setelah menyaksikan apa yang terjadi.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu? Ini pertama kalinya aku melihatmu memakai rok!"
Fane merasa tidak berdaya saat menatap kaki panjang di sampingnya. Lana selalu mengenakan seragam militer di hadapannya. Meskipun dia adalah wanita yang tampak biasa- biasa saja, Fane tidak pernah sekalipun melihatnya sebagai seorang wanita.
__ADS_1
Namun hari ini, penampilan Lana mengejutkannya. Lana mengenakan rok polos yang hanya menutupi setengah pahanya. Dia juga mengenakan sepasang anting dan memakai lipstik.
Belum lagi, kakinya sangat putih, saking putihnya sampai menyilaukan mata yang melihatnya. Tapi, mungkin karena dia rajin berolahraga, otot-otot kakinya terlihat kokoh dan kuat di mata yang melihatnya. Wanita seperti dia benar benar terlihat eksotis.
"Aku ini masih seorang perempuan. Apa yang aneh denganku memakai rok? Selain itu, aku sudah berhenti dari kemiliteran dan semua seragam telah dikembalikan. Apakah kau mengerti? Jadi, haruskah aku selalu bertingkah seperti laki-laki, terbungkus seragam militer lengkap, dengan ekspresi getir permanen di wajahku?"
Lana berkata sambil mengemudi, "Hhh, akhir-akhir ini aku bosan sampai mati. Semua keluarga besar yang berpengaruh sangat ingin bertemu denganku. Mereka datang ke kediaman Dewa Perang-ku setiap malam hingga ke titik di mana aku hampir pingsan karenanya! Kau tahu bahwa aku juga membenci interaksi bisnis, 'kan. Jadi aku bahkan tidak mau repot-repot bertemu dengan mereka!"
"Tunggu, kau tidak bertemu langsung dengan mereka? Lalu, bagaimana kau bisa memberi tahu mereka kalau kau tidak mau menemui mereka?"
Fane menggoda Lana.
"Heheh, aku mempekerjakan seseorang untuk mengurus rumah dan beberapa pelayan! Lagi pula, aku tidak kekurangan uang sekarang, bukan begitu, Kakak Fane?"
Lana terkekeh karena tidak bisa menahan diri untuk diam diam melirik Fane.
Dia berkata dalam hati bahwa gurunya benar-benar terlihat lebih tampan tanpa seragam militernya!
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih