Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 89


"Bisa jadi, karena Fane sangat kuat. Kalau saja dia hanya menginginkan gaji 20 sampai 30 ribu, Nona Tanya pasti setuju. Siapa yang mengira ternyata dia sangat serakah? Bagus sekali! Nona Tanya membodohinya, tidak membiarkannya masuk, dan dia tetap memaksa masuk!"


Xena berkata lagi, "Sekarang dia sudah gagal menjadi pengawal, semoga saja semua ini tidak berimbas ke keluargamu!"


"Semua sudah berakhir. Kalau benar itu terjadi, apa itu berarti mobil seharga satu juta yang dijanjikan kepadaku hilang begitu saja?"


Ekspresi wajah Ben terlihat pahit dan dia menjadi sedih. Dia sudah terlanjur senang akan mendapatkan mobil yang bagus tetapi ternyata impiannya harus musnah.


"Kau masih memikirkan mobil? Aku tidak menganggap serius ketika dia menjanjikannya!"


Xena menyilangkan tangannya di depan dada dan berkata,


"Ayo kita pulang, aku benar-benar kesal! Semakin aku melihat apa yang sedang terjadi, semakin marah aku


dibuatnya!"


Fiona sangat marah hingga hampir muntah darah ketika dia melihat pengawal di dekat gerbang yang dipukuli Fane masih terbaring di tanah. Bagaimana mungkin kejadian ini tidak menyinggung keluarga Drake?.


Mereka bertiga segera pergi dengan menaiki taksi.


***

__ADS_1


"Anak muda, kau... kau cari mati. Aku beritahu padamu, kau.. kau akan mati!"


Setelah pengawal jangkung itu berbicara, dia mengeluarkan walkie-talkie dan berteriak,


"Kakak-kakak yang di dalam, kami butuh bantuan. Seseorang memaksa masuk ke dalam rumah dan kami bukan tandingannya."


"Anak muda, kau akan mati. Kami adalah pengawal level terendah yang menjaga gerbang depan jadi kemampuan kami tidak seberapa!"


"Tapi, pengawal keluarga Drake yang bertugas di dalam semuanya punya keahlian bela diri dan mereka luar biasa!"


Salah satu pengawal yang terbaring di tanah mendengus marah, matanya penuh kebencian.


Fane tidak memperhatikan orang itu, dia mulai berjalan selangkah demi selangkah.


Mereka mampu memiliki tanah seluas ini di pusat kota yang ramai dan membangun beberapa vila di atasnya. Area hijaunya sangat luas sehingga terlihat agak menakutkan dan tembok tinggi mengelilingi kediaman ini. Selain keluarga Drake, hanya sedikit keluarga aristokrat


kelas satu yang bisa melakukan hal yang sama.


"Siapa itu? Berani-beraninya dia memaksa masuk ke rumah keluarga Drake?"


"Brengsek! Apa orang itu mau cari mati? Dia tidak tahu tempat seperti apa rumah keluarga Drake itu?"


"Benar-benar sialan! Ini pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini sejak lima atau enam tahun aku menjadi pengawal keluarga Drake!"

__ADS_1


Beberapa pengawal yang mendengar panggilan dari walkie -talkie sangat terkejut. Hal seperti ini tidak pernah terjadi. Selama ini mereka hidup santai di rumah keluarga Drake. Tidak pernah ada kejadian aneh-aneh, mereka hanya berpatroli di sekeliling rumah atau berkumpul di asrama pengawal untuk bermain kartu. Pekerjaan yang sangat menyenangkan.


Tidak ada yang berani membuat masalah dengan mereka karena nama besar keluarga Drake, jadi mereka pada dasarnya hanya ongkang-ongkang saja.


Tanpa diduga, seseorang berani melakukan sesuatu seperti ini.


"Harvey, cepat pergi dan lihatlah. Ajari orang itu bertarung dengan benar!"


Salah satu komandan pengawal berkata dengan dingin.


"Baik!"


Wakil komandan segera melambaikan tangan lalu berlari ke gerbang dengan beberapa pengawal lain di


belakangnya..


Beberapa saat kemudian, beberapa pengawal juga datang dari arah lain. Ada lebih dari 20 pengawal yang


mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Mereka berhenti di depan Fane.


"Anak Muda, kau benar-benar sangat berani. Kau bahkan berani memukul pengawal keluarga Drake!"


Bersambung........

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2