Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 106


Selena mengulum senyum saat dia duduk di boncengan skuter.


Selena telah menunggu kembalinya Fane selama lima tahun. Fane adalah orang pertama yang muncul di hadapannya ketika dirinya mengalami saat paling sulit, saat dia merasa paling tidak berdaya.


Dengan angan-angan indah bermain di benaknya, Selena menggenggam es krim di satu tangan dan tangan satunya merangkul pinggang Fane dengan erat.


Rona merah menjalar di permukaan kedua pipinya. Guna menyembunyikan pelukan erat yang dia lakukan dengan sengaja barusan, Selena berkata dengan manja, "Jangan ngebut, Fane. Aku takut!"


Fane melirik ke tangan Selena yang seputih marmer, dia diselimuti kebahagiaan. Fane merasa dia sudah mengemudi dengan sangat pelan.


Mereka berdua tiba di depan pintu masuk bank. Fane kemudian memarkir skuternya di bahu jalan.


"Istriku, ayo kita ke toko dan beli tas jinjing yang besar dulu. Uang dua juta dolar itu banyak sekali. Kalau kita tidak membeli tas yang besar, aku khawatir kau tidak akan sanggup membawanya!"


Fane tersenyum dan menyeberang jalan bersama Selena.


"Kau... Apa kau benar-benar akan menarik uang tunai sebanyak dua juta dolar?"


Selena gelisah, dia tidak yakin. Sepertinya, Fane telah berkontribusi lebih, lebih dari sekali di ketentaraan. Kalau tidak, mana mungkin Fane bisa mendapat uang sebanyak 3 atau 4 juta dolar sebagai bonus.

__ADS_1


"Aku bisa saja mengambil uang tunai lebih dari itu, aku bahkan bisa menarik 100 juta dolar untukmu!"


Fane menyeringai nakal.


"100 juta? Kau pasti bercanda!"


Selena tidak yakin apakah dia harus menangis atau menertawakan lelucon Fane.


Fane sepertinya semakin lama semakin pandai menyombongkan dirinya.


"Bos, aku ingin membeli tas!" Fane memanggil seorang wanita di belakang kasa saat mereka memasuki toko kelontong kecil di samping bank.


Pemilik toko kelontong itu seorang wanita paruh baya. Setelah melihat Fane dan Selena, dia berkata, "Kau mau membeli tas untuk membawa pakaian, bukan? Apakah kalian hendak pergi bekerja? Untuk beberapa pakaian, aku pikir yang ini cukup."


Fane mengerutkan kening saat melihat tas yang dimaksud pemilik toko. "Aku tidak tahu pasti sebanyak apa dua juta dolar dalam bentuk tunai. Aku rasa ini kurang, coba carikan lagi yang lebih besar!"


"Haha! Anak muda, apa kau harus pamer seperti itu hanya untuk membeli tas? Anak muda jaman sekarang suka bercanda!"


Wanita paruh baya itu terkekeh lalu menoleh ke Selena."Nona Muda, dengar baik-baik ya, laki-laki yang suka pamer seperti dia ini tidak bisa diandalkan. Pikirkan lagi baik baik. Menikah adalah sebuah keputusan besar!"


Wajah Fane menggelap mendengar perkataan pemilik toko. Dia merasa wanita paruh baya itu terlalu ikut campur urusan orang.

__ADS_1


Selena tidak bisa menahan tawanya setelah mendengar kalimat itu. "Tante, sudah terlambat. Anak kami sudah bisa lari kesana kemari. Kalau tidak, aku akan mempertimbangkan untuk memilih laki-laki yang lebih baik!"


Fane menyeringai saat mendengar jawaban Selena.


"Oh, begitu. Kau yakin mau membandingkan aku dengan laki-laki lain untuk dipilih? Siap-siap ya karena aku akan menghukummu begitu kita sampai di rumah nanti."


"Apa katamu sajalah. Ambil tas ini dan isi dengan uang tunai dua juta dolar-mu. Aku lebih tua dari kalian berdua tapi aku belum menikah. Kamu bahkan bilang kalau anak kalian sudah berlarian kesana kemari. Apa dosaku sampai aku dipermalukan siang-siang bolong begini. "


Wanita paruh baya itu kira-kira berusia awal 40-an. Dia mengangsurkan sebuah tas besar bermotif bunga seperti yang biasa dipakai pegawai rendahan kepada Fane. "Yang ini seharusnya muat untuk membawa uang tunaimu."


"Berapa harganya? Lupakan saja, aku akan memberimu 100 dolar. Simpan kembaliannya untuk mengobati hatimu yang terluka!"


Fane merasa terhibur dengan kelucuan si pemilik toko, jadi dia memberikan uang 100 dolar kepadanya sebelum berbalik dan pergi meninggalkan toko bersama Selena.


"Kau sungguh murah hati!"


Selena tidak tahu bagaimana harus bersikap. "Aku biasa mengajak Kylie keluar untuk memungut sampah. Kami bahkan tidak bisa menghasilkan 100 dolar sehari!"


Bersambung........


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2