
Bab 65
Tanya berkata demikian setelah tersenyum pahit.
"Apa? Kau setuju dengan persyaratan seperti itu? Gajinya tidak hanya tinggi, dia bahkan tidak mau mendengarkan kita? Selain itu, dia bisa pergi kapan pun dia mau? Bagaimana bisa itu baik-baik saja?"
Timothy sangat terkejut. Bola matanya seperti hampir jatuh ke tanah saat dia segera meletakkan cangkir tehnya. Dia lalu berkata pada James,
"Ayah, si berandalan itu bersikap terlalu tidak masuk akal. Dia pikir dia siapa? Jika dia adalah Raja Perang atau Dewa Perang, itu masih bisa diterima. Tapi, hak apa yang dia miliki sehingga bisa membuat permintaan seperti itu?"
Tidak peduli siapa pun dia, jika dia tidak membuat permintaan seperti itu, itu justru sangat tidak normal dan hanya akan membuktikan bahwa dia tidak memiliki kekuatan yang sebenarnya!"
James malah tertawa saat menganggukan kepalanya. Dia berkata, "Jika Fane benar-benar punya kemampuan, dia bahkan tidak akan melirik sedikitpun uang 20 juta dolar itu. Dia semata-mata setuju karena dia tidak punya kegiatan dan ingin menemani istrinya atau mungkin, dia cuma mau membunuh waktu. Selain itu, kalau dia tidak mencari pekerjaan, dia akan dipandang rendah oleh keluarga Taylor!"
"Ayah, maksudmu dia benar-benar seberharga itu?" Timothy mengerutkan kening karena sedikit frustrasi.
__ADS_1
"Haha, dia bukan hanya layak, aku yakin dia lebih dari layak! Bahkan tanpa memperhitungkan kekuatannya, kurasa itu sepadan karena hubungan Fane yang unik dengan Dewi Perang!"
James terkekeh lalu berkata, "Benar, saat dia datang. kalian berdua harus memperlakukan Fane dengan baik. Jika dia ingin meninggalkan pekerjaannya, biarkan dia pergi. Perlakukan dia sama seperti kepala penjaga di dalam keluarga kita meskipun dia berstatus sebagai pengawal!"
"Ayah, mana bisa? Beberapa kepala penjaga di keluarga kita semuanya sangat kuat! Ini...."
Timothy terlihat berkeringat karena merasa skeptis terhadap ayahnya. Dia telah melihat informasi mengenai Fane dan merasa pria itu tidak begitu istimewa.
Mungkin ini karena Dewi Perang memperhatikan Fane yang secara kebetulan juga kembali ke Provinsi Tengah dan berbagi transportasi yang sama.
Jika seperti itu kasusnya, mereka akan banyak kehilangan.
Saat ini, Fane dan yang lainnya telah selesai makan dan bersiap untuk pulang, Saat mereka keluar dari hotel setelah anggota keluarga Taylor yang lainnya pergi, Fiona terlihat merenung sejenak. Dia lalu berkata,
"Selena, karena besok kau akan pergi bekerja, haruskah kita membeli mobil? Aku masih memiliki 800 ribu dolar. Setelah banyak pemikiran, aku menyadari kita tidak bisa mempermalukan nama keluarga Taylor kita, bukan? Selain itu, gaji bulananmu setinggi itu sehingga kau dapat mengembalikan uang itu kepadaku setelah gajian nanti!"
__ADS_1
"Ma, aku juga ingin membeli mobil!" Ben segera berkata dengan penuh semangat begitu mendengar kata-kata Fiona.
"Untuk apa kau membutuhkan mobil? Kau tidak melakukan apa-apa sepanjang hari dan tetap tidak akan bekerja. Aku tidak akan membelikanmu mobil! Setelah kakakmu menghasilkan uang, mintak dia membelikanmu mobil. Itu tidak apa-apa, kan?" kata Fiona sambil tersenyum.
"Ma, Fane besok juga akan bekerja, bisakah kita membelikannya mobil juga?" Selena berkata setelah merenung sejenak.
"Dia?"
Fiona menatap Fane lalu berpikir sejenak.
Fiona lalu berkata, "Mana kita tahu apakah Nona Tanya bercanda atau tidak. Bahkan aku pun skeptis soal gaji 20 juta dolar sebulan itu. Selain itu, untuk transportasi biayanya bisa mencapai puluhan ribu dolar Lupakan saja. Tapi aku bisa membelikannya skuter listrik. Naik itu saja dulu. Jika pekerjaan itu memang benar, setelah gajian dia bisa membeli sendiri mobil mewahnya, "kan?"
"Kalau begitu, aku juga tidak akan membeli mobil. Beli saja skuter listrik lalu Fane bisa mengantarku kerja dengan skuter listrik tersebut!"
Selena menatap Fane lalu berkata sambil tersenyum. "Sayang, itu membuat naik motor jadi lebih romantis, "kan!"
__ADS_1
Bersambung.......
Terima kasih