Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 289


Namun, pria botak itu pun melakukan tekanan. Dia segera mencabut belati dari pahanya, darah segar mengalir seperti air mancur panas. Dia kemudian mengambil belati dan mulai menyerang Fane.


Ketika pria botak itu menyerang dengan belati, sudut bibirnya menyeringai.


Itu karena serangan tiga pria lain dari arah berbeda telah mendarat.


Empat pria kecuali pria berjanggut dengan lengannya yang patah menyerang Fane dari empat arah berbeda. Keempat musuh yang kuat telah dikelilingi Fane, dari sudut serangan mustahil bagi siapa pun bisa menghindar.


Ketiga pria lainnya merasa yakin kalau Fane tidak akan pernah bisa melarikan diri kali ini.


Tapi, yang bisa mereka lihat dalam sekejap hanyalah kabur. Dengan satu lompatan, gerakan Fane begitu cepat, dia berubah posisi dengan sangat aneh menghindari serangan mereka. Fane kemudian muncul ke belakang salah satu dari mereka dan dengan tendangan menyapu, pria itu jatuh ke tanah.


Gedebuk! Gedebuk!


Ketika tiga pria lainnya menyadari ada sesuatu yang salah, serangan Fane sudah beraksi. Tidak butuh waktu lama bagi ketiga pria itu langsung jatuh ke tanah.


Ada belati lain di tangan Fane. Gambar naga kuno diukir di bilah belati itu. Belatinya sangat tajam dan tepat ketika keempat pria itu baru saja berdiri, Fane membuat tebasan lingkaran penuh sementara keempat pria itu berdiri membeku di tempat yang sama.

__ADS_1


Gedebuk! Gedebuk!


Keempat pria itu segera merosot. Ketakutan terpancar di mata mereka dan luka sayatan besar terlihat di leher mereka.


Karena kecepatan Fane yang luar biasa, belati itu tidak ternoda oleh darah dan butuh dua hingga tiga detik lalu darah mulai mengalir dari luka tebas di leher mereka.


"Tidak, mustahil!"


Pria berjanggut yang lengannya patah sangat ketakutan, dia merasa tidak tenang. Dia tidak pernah menyangka dengan serangan terkepung penuh kepada Fane oleh lima orang yang sangat kuat, akan berakhir seperti ini.


Dia sangsi kalau bocah ini bukanlah seorang veteran perang biasa. Bocah ini pasti sangat kuat, dia mungkin seorang mayor.


"Swoosh!"


Sayangnya, meski ada peluang yang diberikan Fane, dalam waktu dua detik, luka tebas juga terlihat di leher pria berjanggut itu. Dia terlihat ketakutan lalu merosot di tanah.


Saat itulah Ruben menyadari betapa menakutkannya Fane.


Kelima harimau itu dibunuh oleh Fane seorang diri dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Tidak, mustahil. Kau sebenarnya siapa? Kalau kau bukan seorang marsekal maka kau seharusnya Raja Perang!"


Ruben tahu tidak ada jalan keluar baginya karena kakinya sudah terluka. Meskipun dia takut, dia tidak berniat melarikan diri karena itu tidak mungkin.


"Awalnya, aku berencana membiarkanmu hidup setelah mendapatkan uang $3,8 juta!"


Setelahnya Fane tersenyum, lalu dia melanjutkan. "Tapi, syarat yang kita sepakati adalah kau tidak boleh mempermainkanku saat aku mengizinkanmu untuk menelepon. Aku tidak berharap kau tidak menghargai kesempatan terakhirmu. Kau salahkan saja dirimu!"


"Kau sebenarnya siapa? Marsekal atau Raja Perang?"


Ruben terlihat tidak senang atas kematian yang dibuatnya sendiri karena dia tidak mempercayai kalau Fane adalah veteran perang.


Namun, sumber informasi dari Xena memberitahunya bahwa bocah ini baru bertugas di kemiliteran selama lima tahun dan dia memberikan sedikit kontribusi, tidak ada yang cukup istimewa.


"Tebak lebih tinggi!"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Sekian Terima Kasih


__ADS_2