Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 105


Fiona sangat keras kepala.


Sudut mulut Selena membentuk senyum pahit. Dia menutup telepon dengan ekspresi getir karena merasa kecewa.


"Hei, Sayang. Ada apa? Sepertinya kamu mengalami suasana hati yang sangat buruk di hari pertamamu bekerja!"


Secara kebetulan, Fane memarkir skuternya tepat di depan Selena. Dia mengeluarkan es krim yang dia beli dan memberikan satu kepada Selena.


"Cuaca cukup panas. Karena masih sore jadi aku berkendara ke toko kelontong dan membeli dua es krim!"


Selena membalas senyum lembut Fane dengan senyum sedih. Dia mengambil es krim dan meratap kepada suaminya.


"Suamiku, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku baru saja masuk ke perusahaan ini dan sudah dikerjai seseorang. Yang mengecewakanku adalah ketika aku meminta uang sebesar 300 ribu dolar kepada ibuku dan mengatakan bahwa aku akan membayarnya kembali ketika sudah gajian, Mama menolak untuk meminjamkan uang kepadaku. Dia mengira kau terlibat suatu masalah dan aku menggunakan uang itu untuk membayar seseorang atas masalah yang kau timbulkan,"


Fane merasa tertekan hanya dengan melihat ekspresi Selena yang menyedihkan. Dia melangkah maju dan tersenyum.


"Sayang, tidak apa-apa. Jika kau butuh uang, katakan saja pada suamimu ini. Kau butuh 300 ribu dolar, 'kan? Aku akan membawamu ke bank dan menarik uang satu juta dolar. Aku akan memberikannya kepadamu sehingga kau bisa merasa lega!"


Namun, begitu dia selesai berkata demikan, wajah Fane menjadi muram. Tinjunya mengepal dengan erat.

__ADS_1


"Siapa yang berani berkomplot dan mengerjaimu di hari pertamamu bekerja? Aku akan membunuhnya! Brengsek... Berani-beraninya dia bersekongkol melawan istriku? Dia menggali kuburannya sendiri!"


"Bisakah kau tidak melakukannya? Apakah kau ingin menyelesaikan setiap masalah dengan kepalan tanganmu?"


"Lagi pula, ini sebenarnya bukan masalah besar. Dia sudah menjadi supervisor selama bertahun-tahun dan mungkin sangat ingin dipromosikan menjadi manager. Sayangnya, lowongan itu diberikan kepadaku,"


Lagi-lagi Selena tersenyum pahit. Perasaannya campur aduk terhadap Fane.


Selena marah padanya karena berperilaku seperti laki-laki kasar yang ingin menyelesaikan semua masalah dengan kepalan tinju. Dia bahkan mengancam akan membunuh orang tersebut.


Di sisi lain, yang dia sukai dari pria ini adalah perhatian dan cintanya yang tulus. Dia tidak pernah kekurangan rasa aman saat bersama Fane.


"Aku bersikap ceroboh. Sonia, supervisor yang telah bekerja di departemen pengadaan selama bertahun tahun... Tanpa kuduga, dia memesan sebuah hotel bintang enam untuk makan malam dan tempat karaoke untuk berkumpul setelah makan malam. Kupikir aku harus menyiapkan uang setidaknya 400 ribu dolar. Aku punya 100 ribu dolar jadi aku meminta mamaku untuk memberiku 300 ribu dolar. Siapa sangka...."


Selena menceritakan semua detail yang terjadi antara dia dan ibunya kepada Fane.


"Hei, jika aku tahu akan seperti ini, aku tidak akan setuju untuk mentraktir mereka sekarang," lanjutnya.


"Akan jadi masalah besar kalau aku dipermalukan atau mereka akan membuat sengsara hidupku di kantor nantinya. Sekarang, kita kesulitan untuk mendapatkan uang sebanyak itu, dan aku sudah bilang kepada semua karyawan untuk ketemu di lobi hotel. Ini bahkan lebih memalukan lagi,"


"Jadi, masih ada sesi karaoke setelah makan malam," jawab Fane.

__ADS_1


"Aku khawatir satu juta dolar tidak cukup. Karena kau sudah setuju untuk mentraktir mereka dan bahkan menyuruh mereka pulang untuk berdandan, mari kita siapkan dua juta untuk malam ini. Si Sonia itu sungguh brengsek. Kurasa dia ingin melihatmu malu karena tidak punya cukup uang,"


Dengan sedikit pertimbangan, Fane akhirnya membuat keputusan.


"Ayo kita tarik dua juta dolar. Kita akan tunjukkan pada mereka apa itu uang,"


"Dua... Dua juta? Apakah kau masih memiliki uang sebanyak itu di rekeningmu?"


Selena terkejut setelah mendengar ucapan Fane. Sebelumnya, dia pikir Fane telah menghabiskan semua bonusnya. Dia tidak menyangka Fane masih memiliki begitu banyak uang.


"Sayang, naiklah ke skuter. Ayo kita ambil uang. Pegang erat-erat, ya!"


Fane menepuk kursi skuter listriknya dan tersenyum hangat.


"Baik!"


Wajah Selena memerah. Dia menjilat es krim yang dipegangnya dan hatinya dipenuhi dengan rasa sayang dan kegembiraan.


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2