Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 157


"Hhh, wanita ini mungkin istri seorang pedagang kaya raya, 'kan? Arloji di pergelangan tangannya saja harganya lebih dari satu juta. Tapi, yang membuatku semakin penasaran adalah mengapa dia memakai masker dan kacamata hitam?"


Ken menghela nafas sebelum berkata, "Jadi aku percaya bahkan tanpa aku bilang apapun, siapapun yang cukup pintar akan bisa menebak apa hubungan kalian, bukan?"


"Tidak mungkin, 'kan? Fane bukannya suami Selena? Itu tidak mungkin, bukan? Bisa-bisanya dia punya keberanian mencari wanita lain padahal Selena sangat memesona?"


Seorang pedagang kaya yang berusia separuh baya juga mendengar hal itu, dia terkejut.


"Siapa yang tahu apa alasannya. Lihatlah wanita kaya itu, dia belum begitu tua, ditambah tubuhnya yang sangat eksotis. Astaga, untuk seorang wanita kaya seperti dia, walaupun dia tidak memberiku uang, aku akan rela melakukan bermacam- macam hal dengannya! Apalagi jika wanita kaya itu memberiku uang!"


Pria tua lainnya tidak bisa menahan diri saat diam-diam menelan ludah sambil melihat kaki seksi Lana.


"Ya, aku juga akan rela jika aku jadi dia!"


Seorang tuan muda dari keluarga aristokrat kelas dua di samping mereka juga sangat bersemangat. Dia berkata, " Bahkan jika aku yang harus mengeluarkan uang, aku akan menyerahkan diriku dengan sukarela!"


"Aku bukan istri pedagang kaya. Selain itu, kenapa hubunganku dengan Fane menjadi perhatian kalian?"

__ADS_1


Ekspresi Lana berubah pahit, suaranya terdengar sangat dingin. Hal ini membuat semua orang merasa seolah-olah suhu seluruh ruangan telah turun beberapa derajat.


Kalimat tegas itu benar-benar membungkam mulut banyak orang di sana yang berdiskusi tentang mereka.


"Tentu saja itu jadi urusanku!"


Michael akhirnya angkat bicara, "Perkataanmu membuktikan kalau Fane selingkuh dari istrinya, dan menjadi laki-laki simpanan. Hehehe, kalau dia benar-benar mampu, kita tidak akan mengejeknya, kalau dia bisa menemukan beberapa wanita lagi untuk menemaninya. Hal yang disayangkan adalah, bukankah seorang pria akan merasa malu menjadi laki-laki simpanan?"


"Benar sekali, apalagi dia seorang veteran perang! Bagaimana dia bisa bertindak serendah itu saat kembali ke rumah lalu mencari wanita kaya? Apakah karena dia tidak tahan lagi dengan kehidupan militer? Benar- benar bikin malu para veteran perang!"


Ken dan Michael menghina Fane seakan-akan sedang berduet menyanyikan sebuah lagu.


Lana tidak bisa lagi menahan amarahnya, dia merasa sangat terhina karena Dewa Perang dianggap sebagai laki laki simpanan.


Belum lagi, yang paling menyinggung perasaan Lana adalah orang-orang bodoh itu sebenarnya menghina Pejuang Tertinggi, sosok yang paling dihormati di seluruh Cathysia, dengan memanggilnya laki-laki simpanan. Mereka seharusnya tahu bahwa dia adalah gurunya. Meskipun dia bisa tahan dihina, dia tidak pernah bisa membiarkan gurunya dihina seperti itu!


"Lihat, dia menjadi marah, bukan? Berarti kita benar, 'kan? Lihatlah sekelilingmu, ini adalah rumah lelang dan kau tidak akan berani memukuli seseorang di tempat umum, bukan?"


Ken menampilkan ekspresi puas di wajahnya saat dia berkata, "Ayo, kau seorang wanita, tapi kau ingin menyerang kami? Apakah kau benar-benar berpikir kalau aku, Tuan Muda Ken, tidak punya kemampuan untuk melawan seorang wanita?"

__ADS_1


Lana langsung berdiri seketika dan di detik dia mengepalkan tinjunya, aura yang sangat mengancam menguar dari tubuhnya.


Meski aura mengancam seperti itu tidak terlihat, namun tetap saja sangat menakutkan karena tanpa disadari hal itu mengejutkan baik Ken maupun Michael untuk mengambil satu langkah ke belakang.


Saat menyadari perkelahian akan terjadi, Fane meraih pergelangan tangan Lana dan berkata, "Ini adalah rumah lelang. Kita di sini untuk acara lelang dan selain itu, kalau kita berkelahi dengan sampah seperti mereka, itu akan mempermalukan status kita!"


Ekspresi Fane sangat tenang.


Benar juga!


Saat itulah Lana menenangkan diri dan kembali duduk.


Mereka beruntung tempat ini bukan medan perang karena kalau tidak, sampah seperti mereka sudah mati ratusan kali.


"Hehehe, teruslah berpura-pura. Aku yakin kalian berdua tahu konsekuensinya kalau menyerang kami dan tidak sanggup menanggung akibatnya!"


Michael terkekeh sebelum memberi tahu Fane, "Katakan Fane, menurutmu apa yang akan terjadi kalau kami memberi tahu istrimu tentang kau yang bertemu dengan seorang wanita kaya di sini? Apa yang akan dia pikirkan?"


Bersambung......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2