Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 191


Selena tersenyum pahit dan berkata.


"Haha, kau masih keras kepala seperti dulu. Ayo, akui saja kalau kau tidak punya uang. Tidak usah malu-malu. Sebaiknya kau meminjam uang karena pendidikan anakmu adalah yang utama!"


Sambil menyeringai puas, Rachel berjalan mendekat dan menggandeng tangan putranya. Kemudian dia melambai," Selena, aku akan masuk dan mendaftarkan anakku dulu."


Selena tidak mau peduli lagi. Dia tidak pernah menyangka Rachel akan menjadi begitu materialistis setelah bertahun tahun.


"Ayo pergi!" kata Fane saat dia datang cepat-cepat sambil tersenyum.


"Uangnya tidak cukup. Aku baru saja bertemu dengan teman kuliahku. Putranya juga bersekolah di taman kanak kanak ini. Dia mengatakan kepadaku bahwa biaya tahunannya sebesar 120.000 dolar! Aku masih kekurangan dua puluh ribu dolar!™


Selena mengerutkan keningnya, "Aku ingin tahu apakah orang tuaku sudah menyetor uangnya. Kalau sudah, aku akan meminta Mama mentransfer dua puluh ribu dolar kepadaku!"


"Tidak perlu! Kita hanya perlu menggesek kartuku!"


Setelah melihat kerutan di wajah Selena, Fane tidak bisa menahan diri dan menarik tangannya sehingga mereka tidak berjarak.


"Aah!"

__ADS_1


Pada saat Selena menyadari apa yang sedang terjadi, Fane sudah menariknya cukup dekat ke tubuhnya.


Ini pertama kalinya mereka berpegangan tangan seperti itu dan itu menyebabkan pipinya memerah.


Tangan Fane yang satunya menggenggam tangan kecil Kylie yang montok.


Setelah masuk area taman kanak-kanak, Selena merasa sangat malu dan berjuang untuk membebaskan diri dari gandengan Fane.


Fane juga berhenti. Dia berjongkok dan menatap Kylie.


Dia lalu bertanya, "Kylie, apakah kau ingin belajar? Jika kau belajar di sini, kau akan memiliki banyak mainan dan banyak teman untuk bermain denganmu. Nanti, ayah dan ibu akan datang menjemputmu saat kami punya waktu luang. Jika kami sibuk, maka Jenny yang akan datang menjemputmu!"


Mata Kylie berbinar-binar setelah mendengar perkataan ayahnya dan mulai melompat-lompat karena merasa sangat gembira.


Melihat duo ayah dan anak itu berinteraksi dengan harmonis, senyuman pun muncul di wajah Selena.


Beberapa saat kemudian, mereka membawa Kylie ke dalam gedung taman kanak-kanak. Setelah mendaftar. mereka hendak membayar biayanya.


Saat itu juga, Rachel yang baru saja membayar biaya sekolah melihat mereka.


"Ya ampun, Selena, kau masih di sini? Kenapa kau masuk?" Rachel berseru kaget, lalu menatap Fane,

__ADS_1


"Oh, suamimu belum kembali juga setelah lima tahun. Dia pasti sudah lama mati di medan perang, 'kan? Apakah ini ayah tiri yang kau temukan untuk anakmu? Lumayan tampan juga. Namun, pakaiannya tampak agak lusuh. Hhh, mengapa kau tidak belajar dari kesalahanmu? Apa gunanya menyukai pria tampan? Kau harus mencari yang kaya!"


Setelah itu, dia melanjutkan, "Soalnya, tanpa uang, kau hanya bisa masuk dan melihat-lihat saja. Kau bahkan tidak bisa mendaftar di sini. Aku ikut sedih!"


"Orang tua yang terhormat, mereka berdua sudah mendaftar. Mereka di sini untuk membayar biayanya!" Salah satu guru wanita langsung menyela sambil tersenyum.


"Mustahil! Dia tidak mungkin bisa mengeluarkan uang 120. 000 dolar, 'kan! Apakah mereka menipumu?"


"Teman kuliah, eh?"


Fane sudah lama kesal dengan pidato perempuan ini. Tidak apa-apa jika dia yang dipermalukan. Namun mengatakan itu kepada Selena....


Fane tersenyum dengan dingin, lalu berkata, "Sepertinya pendidikan tidak menjamin karakter seseorang. Aku lihat kau cukup berhasil. Mengapa kepribadianmu tidak cocok, ya?"


Ekspresi wajah Rachel terlihat terkejut dan dengan cepat berubah menjadi senyuman. "Aku adalah teman kuliahnya. Tentu saja, aku tahu seperti apa situasi keuangan mereka!"


Bersambung.....


Jangan lupa like....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2