Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 274


"Tidak, tidak. Itu tidak perlu!"


Karena sedang bingung, Sonia segera melambaikan tangannya setelah mendengar perkataan James. Kemudian, dia berbalik dan pergi,


"Aku akan mengambil cuti dua hari, lalu aku akan kembali bekerja."


Sonia tahu bahwa dia hanya memiliki kesempatan untuk mendapatkan uang dan mengalahkan Selena dengan tetap berada di departemen pengadaan.


Dia akan kehilangan kesempatannya jika dipindahkan ke departemen lain.


Karena merasa bosan, setelah meninggalkan kediaman keluarga Drake, Sonia berjalan-jalan. Tiba-tiba, dia menerima telepon dari Ivan.


Tak lama kemudian, mereka sepakat untuk bertemu di sebuah kafe.


"Apa yang terjadi? Bukankah hari ini kau harus bekerja? Dilihat dari raut wajahmu, sepertinya suasana hatimu sedang tidak baik!" ujar Ivan sambil tertawa.


"Jangan sebutkan soal itu. Selena ini, dia benar-benar membuatku kesal!"


"Aku ingin pacarku bekerja di perusahaan kami dan menjadi asisten Selena. Dengan begitu, kita bisa bertemu setiap hari dan pacarku bisa memberitahuku jika ada sesuatu yang penting. Siapa yang tahu..."


Sonia menghela nafas dan memberi tahu segalanya kepada Ivan.

__ADS_1


"Pacarmu sedang mencari pekerjaan? Nah, perusahaan kami sekarang sedang membuka lowongan. Kami memiliki beberapa posisi kosong tapi gajinya agak rendah. Sekitar $15.000. Menurutmu apakah pacarmu akan tertarik untuk mengambil pekerjaan itu?"


Ivan ingin menyenangkan Sonia karena dia membutuhkan bantuannya.


Lagi pula, jika dia bisa mendapatkan proyek South Hill Real Estate, keluarga Taylor tidak perlu khawatir tentang uang selama dua tahun mendatang.


Selain itu, pada saat itu posisinya di keluarga Taylor akan menjadi stabil. Dia pasti akan menjadi pewaris keluarga Taylor dan Selena tidak akan ada hubungannya dengan hal tersebut.


Lima tahun lalu, Zeus Taylor sangat menyukai Selena. Semua kerabat di keluarga Taylor mengira bahwa Selena akan menjadi pewaris keluarga Taylor dan mengambil alih bisnis keluarga.


Tanpa diduga, wanita itu hamil anak Fane. Apalagi, dia bersikeras membesarkan anak itu. Kejadian itu memberinya kesempatan untuk bangkit kembali.


"Benarkah? Itu akan sangat bagus. Gajinya cukup layak!"


"Baiklah. Minta dia untuk datang langsung ke kantorku besok. Dia akan menjadi asistenku," ujar Ivan sambil tertawa.


Meski usaha keluarga Taylor tergolong menengah dan gaji yang mereka tawarkan tidak tinggi, namun tetap cukup layak.


"Mm, itu luar biasa. Aku harap kau bisa memberinya nasihat yang lebih berharga dan membimbingnya dengan baik di masa depan!" Sonia tersenyum sopan.


"Haha, sama-sama!"


Ivan tertawa dan baru kemudian mulai berbicara tentang topik utama,

__ADS_1


"Omong-omong, Supervisor Neal, aku sudah menyiapkan semua informasi untukmu. Apakah kau sudah mengumpulkan informasi tentang pesaing kita?"


"Jangan khawatir, aku sudah mengumpulkan informasi tentang beberapa pesaing dan mereka bukan tandinganmu! Namun, Selena dan aku tidak berhubungan baik selama beberapa hari ini jadi aku tidak ingin mendekatinya. Beri aku waktu dua hari. Aku akan membuat semuanya mudah dan membantumu mendapatkan proyek!"


"Bagaimanapun juga, aku telah berusaha semampuku dan hanya ini yang bisa kulakukan. Aku telah membandingkanmu dengan beberapa pesaing dan telah menolak beberapa pesaing yang kuat!"


Sonia tersenyum dan menyesap kopinya.


"Terima kasih banyak. Jangan khawatir, aku berjanji akan memberimu semua komisi yang telah kita sepakati begitu rencana kita berhasil."


Ivan sangat senang. Akhirnya, dia melihat secercah harapan.


*****


Sore harinya, Fane dan Selena kembali ke rumah begitu mereka selesai bekerja.


Namun, Selena membawa sebuah tas saat turun dari mobil. Tas itu berisi banyak barang di dalamnya. Tas itu diikat dengan tali.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2