Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 253


Namun karena sekarang Fane telah memenangkan pertandingan, Tuan Muda Clark tidak perlu membayar tagihannya.


Faktanya, menurut aturan yang ditetapkan sebelumnya, mereka harus membebaskan tagihan Fane dan bahkan membayarnya dengan hadiah $3 juta.


"Manajer umum, dalam hal ini... Kami tidak menyangka dia akan menang. Sepertinya kami baru saja menghemat uang!" Ken berkata sambil tersenyum meski jauh di lubuk hatinya ia merasa frustrasi.


Fane tersenyum acuh tak acuh dan melambai pada Ken.


"Terima kasih Tuan Muda Clark karena telah menjagaku sehingga aku bisa bertarung tanpa perlu merasa khawatir!"


"Hahaha, sama-sama. Kita semua saling mengenal dan aku bahkan berteman dengan Selena!"


Ken ikut tertawa dan tampak seolah-olah berhubungan baik dengan Fane.


Ekspresi Selena terlihat dingin saat dia tetap terdiam. Di masa lalu, Ken bersikap seperti seorang pria terhormat. Dia bahkan memperlakukannya sebagai teman sejati.


Namun, sejak dia datang ke rumahnya dan mencoba untuk menghancurkan rumahnya dengan paksa, dia akhirnya bisa melihat kepribadian manusia bermuka dua ini.


Selain itu, kesediaannya untuk membayar tagihan Fane memiliki motif tersembunyi. Pertama, agar manajer umum bisa melanjutkan pertandingannya sehingga Fane bisa mati. Kedua, untuk mendapatkan hatinya.


Tagihannya berjumlah lebih dari $10 juta. Jika dia membayar tagihannya, wanita lain mungkin benar-benar tersentuh dan langsung jatuh ke pelukannya.


Sayangnya, Selena tidak hanya cantik, dia juga diberkati dengan kecerdasan. Dia sudah lama bisa melihat tipu daya orang tersebut.

__ADS_1


"Kuat sekali! Kau sangat kuat! Fane, kau adalah pahlawanku!"


Manajer Wayne yang gemuk pun berlinang air mata. "Kau sangat luar biasa karena menyelamatkan idolaku, Dennis. Sekarang kau juga salah satu idolaku!"


Mendengar perkataannya, Fane bingung bagaimana harus menanggapinya.


Bagaimana dia bisa menjadi idola wanita itu?


"Kakak Dennis!"


Beberapa pria yang tampak seperti teman Dennis datang mencarinya dan dengan cepat berlari ke atas panggung arena.


"Kakak Dennis, kau baik-baik saja? Cederamu terlalu parah. Apa yang harus kita lakukan?"


"Panggil ambulans! Dia seharusnya bisa bertahan!" Seorang wanita menyela.


Fane berjalan mendekat dan berjongkok di sebelah Dennis. Dia lalu meletakkan pil obat berwarna hitam di telapak tangannya.


Dennis memegang pil itu erat-erat dan menatap Fane dengan mata memerah.


"A-A-A... Aku telah mempermalukan militer Cathysia kita!"


"Simpan kata-katamu. Pulang saja dan obati lukamu!"


"Kau tidak mempermalukan militer Cathysia kita, tetapi menghormatinya. Semangat prajuritmu tidak akan rusak. Kita para tentara harus selalu berjuang sampai saat-saat terakhir! Kita harus maju terus, bahkan sampai ke kematian kita!"

__ADS_1


Fane memberi Dennis senyuman sebelum akhirnya berdiri. Dia lalu mengeluarkan sebatang rokok merek White-Sand dan menyalakannya.


"Kakak Dennis, haruskah kita menelepon ambulans? Apakah obat itu dapat diandalkan?" tanya seorang pria dengan ekspresi cemberut.


"Obat ini akan bekerja. Bawa aku pulang!"


Dennis meletakkan pil di mulutnya dan menelannya.


Dia tahu di dalam hatinya bahwa si Fane, Pejuang Terhebat, tidak hanya bisa mengambil nyawa, tapi juga bisa menyelamatkannya!


Di medan perang, cukup banyak tentara yang didiagnosis tidak bisa diselamatkan, namun mereka semua bisa dihidupkan kembali oleh Fane.


Itulah mengapa Pejuang Terhebat memiliki gelar lain yang kurang dikenal yaitu Penyembuh Terhebat!


Pria seperti itu layak disembah oleh semua militer Cathysia.


Dennis kemudian dibawa pergi. Pada saat itu, mata Selena menjadi merah dan dia tidak bisa menahan dirinya lagi.


Dia bergegas ke atas panggung dan berlari ke pelukan Fane. Ia mengerucutkan bibir seksinya.


"Dasar bodoh. Beraninya kau membuatku takut seperti itu? Aku di sini sedang berpikir kau mungkin bukan tandingannya, namun ternyata kau sangat kuat!"


"Hehe, Sayang, aku 'kan sudah bilang padamu. Sangat mudah untuk membunuh sampah ini!"


Fane terkekeh, lalu melihat ke arah manajer umum dan berkata, "Manajer umum, kau akan menepati kata- katamu, 'kan? Kau harus membebaskan tagihan kami. Selain itu, hadiah $3 juta itu, aku ingin uang tunai!"

__ADS_1


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....


__ADS_2