Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 210


Pramuniaga sedang menggosok lantai dengan semangat. Keringat mengucur di dahinya karena cuaca yang terik.


Dia mengangkat kepala lalu melihat pasangan di pintu masuk. Pria itu bahkan menggendong seorang gadis kecil yang menggemaskan. Dia segera meletakkan alat pel ke samping dan berjalan, wajahnya dipenuhi senyuman ramah.


"Apa kalian berdua ke sini untuk melihat-lihat mobil kami? Silakan, silakan masuk. Apa Anda ingin minum? Kami punya limun, kopi, air putih... Apa saja yang Anda suka."


Pramuniaga itu mencecar mereka dengan pertanyaan, dan terus tersenyum.


Selena tertegun sejenak sebelum dia melihat ke lantai yang baru saja dibersihkan. "Apa kau tidak khawatir kami akan mengotori lantai yang baru saja kau bersihkan?"


"Jangan khawatir tentang itu! Kalian adalah pelanggan kami, dan Anda adalah raja di sini. Berjalanlah sesukamu."


Setelah pramuniaga mengatakan itu, dia menatap Kylie. " Wah, gadis kecil yang menggemaskan," katanya sambil tersenyum. "Dia sangat cantik. Seandainya aku punya putri secantik dia suatu hari nanti, pasti menyenangkan!"


"Si Dana itu... Kenapa dia begitu ramah terhadap siapa pun yang dia lihat? Apa itu berguna?"


"Ya. Kita memang menjual Prosche. Memang pasangan itu sangggup membelinya? Kita akan menutup toko dan dia, membuang-buang waktu kita. Semua orang bekerja sangat keras untuk mengepel lantai, dan mereka masuk ke sini untuk mengotori tempat itu. Kita harus mengepel lagi!"

__ADS_1


"Aku tidak peduli ... biar dia yang mengepel lagi. Sudah waktunya pulang, aku akan tetap pulang."


Penjual yang berdiri di samping mengamati Dana, diam diam bergumam di antara mereka sendiri. Sepertinya mereka tidak senang dengan tindakan rekan mereka.


Salah satu tenaga penjual melontarkan senyum tanpa ekspresi. "Dana masih punya target penjualan, untuk bulan ini dia masih belum mencapainya," komentarnya. "Hmph. Dia akan menerima teguran dari manajer kalau dia tidak bisa melakukan penjualan, jadi dia tidak punya pilihan selain bersikap ramah. Tetap saja, dia memang idiot. Dia benar-benar tidak tahu cara melihat pelanggan. Kali ini juga dia mungkin tidak akan bisa menjual, 'kan."


Sementara itu, Fane mendorong Selena untuk melihat ke mobil. "Pergi dan lihat sekeliling, Sayang. Pilih saja apa yang kau suka. Kalau kau menginginkannya, kita akan membelinya!" Fane memberi tahu Selena sambil tersenyum.


Selena mengerutkan kening. "Tidak perlu menawarkan minuman," katanya pada Dana. "Mobil apa yang paling murah di sini?"


"Lewat sini, Nyonya. Coba lihat yang ini. Ini adalah model kelas bawah yang harganya hanya lima hingga enam ratus ribu!"


Dana tersenyum saat dia berjalan menuju model mobil yang dia maksud, memperlihatkannya pada Selena.


Fane mengamati situasinya dan akhirnya bertanya kepada putrinya, "Kylie, kenapa kau tidak ikut memilih? Pilih mobil yang kau suka,"


Kylie mengamati sekelilingnya. Lalu, dia menunjuk model 911, desainnya ramping dan mewah. "Yang merah ini terlihat bagus, Ayah!"


"Yang merah?" Fane menyeringai saat mendengar itu. Kalau begitu, ayo kita beli!"

__ADS_1


"Tentu, ini terlihat bagus. Tapi berapa harganya?"


Alis Selena berkerut. Dia khawatir Fane tidak akan memiliki cukup dana di kartu kreditnya, dan itu akan menjadi momen yang sangat memalukan buat mereka.


"Kau punya penglihatan yang bagus. Ini adalah 911, tetapi model ini lebih mahal dengan spesifikasi yang lebih baik. Tentu saja, model ini tidak terlalu mahal. Itu hanya sekitar 2,7 juta!"


Seorang pramuniaga toko lain dengan sabar menjelaskan, dan dia sengaja melangkah ke sana. Aku tahu kau tidak mampu membelinya! Dia mengejek dalam hati.


"2,7 juta?"


Selena menarik nafas tajam ketika dia mendengar harganya. Dia menarik lengan baju Fane. "Sudahlah, Sayang. Itu terlalu mahal. Ayo kita ambil mobil yang dia tawarkan padaku sebelumnya!"


Sudut bibir pramuniaga itu bergerak- gerak. Dilihat dari nada suara Selena, mereka seolah-olah masih mampu membeli mobil lama yang ditawarkan Dana kepada mereka senilai lima hingga enam ratus ribu.


Terlebih lagi, pasangan itu benar-benar berniat membeli mobil. Apa mungkin ini rejekinya Si Dana?


Fane tersenyum lalu mengambil kartu kreditnya. "Apa kau punya stok model merah itu?" dia bertanya pada Dana. "Aku ingin membeli dua, modelnya sama persis."


"Tidak bisa. Karena menurutmu itu bagus, dan putri kita menyukainya, ayo beli yang itu!"

__ADS_1


Bersambung.....


Sekian Terima Kasih


__ADS_2