
Bab 479
Kepala klan berbicara dengan tegas, ketegasan terdengar jelas dalam nada suaranya.
Pengikutnya merasa bahwa itu masuk akal bagi mereka setelah mereka mendengarnya, dan mereka mengirim orang-orang mereka untuk melakukan penyelidikan.
Memang tidak sulit untuk menemukan kebenarannya. Lagi pula, begitu banyak pria yang pergi malam itu. Tentu saja, orang-orang yang tidak mengikuti pertarungan ingin tahu mengapa pertarungan itu terjadi.
Itu sebabnya mereka hanya butuh tiga hari untuk mengetahui semuanya.
Sementara itu, Fane telah sampai di kediaman keluarga Drake.
"Oh, akhirnya kau masuk kerja. Sayang sekali kau melewatkan drama pagi tadi."
Tanya dan Yvonne-yang terakhir menyeruput kopi kebetulan berada di ruang tamu ketika Fane tiba. Mulai berbicara dengan nada masam.
"Drama pagi? Ceritakan padaku."
Penasaran, Fane berjalan ke sofa lalu duduk.
"Seorang wanita muda yang sangat cantik datang untuk menemuimu. Dia berkata kalau dia menyukaimu dan ingin menikahimu."
Yvonne mencibir. "Aku tahu kau pasti sangat senang!"
__ADS_1
"Seorang wanita muda yang sangat cantik? Siapa?"
Fane terkejut sesaat sebelum dia menjawab, "Aku pikir satu-satunya wanita cantik yang aku tahu adalah kalian. berdua dan istriku. Oh, benar-dan Dewi Perang, Lana. Tetap saja, dia jelas bukan salah satu dari kalian, dan dia jelas bukan Lana. Istriku sudah menikah denganku... Jadi siapa sebenarnya dia?"
"Sharon George. Apa kau yang membantunya menurunkan berat badan? Sekarang setelah dia berhasil menurunkan berat badan, dia jauh lebih cantik!"
Tanya tersenyum pahit.
"Dia?"
Wajah Fane berubah, ekspresinya sulit terbaca saat dia mendengar dua kata itu; nama gadis itu. "Dia seharusnya menyerah saja. Aku sudah memberitahunya sebelumnya kalau aku tidak menyukainya, dan dia berjanji tidak akan menggangguku lagi kalau dia berhasil menurunkan berat badannya!"
Untuk alasan yang tidak diketahui, hati Tanya dan Yvonne melonjak kegirangan saat mendengar kata-kata Fane.
Masih agak tidak yakin, Yvonne melanjutkan, "Kau tidak menyukai fisiknya sebelum berat badannya turun, bukan? Tunggu sampai kau melihatnya sekarang. Kau mungkin saja bisa mimisan!"
Fane tertawa meremehkan.
"Dia terlihat sangat cantik sekarang, dan dia punya bentuk tubuh yang indah. Dia memberikan aura angin musim semi yang segar. Seolah-olah... Seolah-olah dia adalah cinta pertamamu!"
Alimat yang diucapkan Yvonne keluar dari dalam hatinya yang sudah dia saring sebelum berkata.
"Itu urusan dia; aku toh tidak akan menyukainya. Aku tidak punya perasaan padanya!"
__ADS_1
Fane mengangkat bahu acuh tak acuh. Dia mengeluarkan sebatang rokok lalu mulai mengisapnya, wajahnya datar.
"K-Kau tidak menyukai tipe gadis seperti dia?"
Tanya bertanya, hatinya berjingkrak kegirangan.
"Aku menyukai istriku!"
Satu kalimat itu menjatuhkan hati para gadis dalam sekejap. Apakah orang ini benar-benar tidak tertarik pada wanita cantik?
"Fane, Fane! Kau di mana?"
Suara yang sangat familier terdengar seketika, pada saat yang tidak terduga. Sharon dan rombongan pengawalnya yang lebih dari selusin datang, mencari Fane.
Saat Sharon melihatnya, matanya berbinar dan pipinya memerah. "Aku bertanya kepada pengawal, dan mereka memberitahuku kalau kau baru saja sampai. Kau di sini, akhirnya!"
Fane agak-meski tidak begitu terkejut saat melihat bagaimana penampilannya. "Tidak buruk. Seperti yang aku prediksi; kau memiliki karakteristik cantik. Kau benar benar cantik setelah berhasil menurunkan berat badan!"
"Betulkah? Kau berpikir kalau aku cantik?"
Mendengar kata-kata itu, Sharon mengumpulkan keberanian untuk menghadap Fane lalu menjatuhkan dirinya ke pangkuan Fane. Sharon melingkarkan lengannya di leher Fane. "Lalu menurutmu apa aku menarik?"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih