Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 239


Fane tidak tahan lagi setelah melihat wajah Selena. Dia berjalan mendekat dan menampar Britney dua kali.


Plaaak! Plaaak!


Suaranya sangat keras dan seketika ruangan itu langsung sunyi.


"Apa kau sedang bermimpi? Istriku dan aku bersedia membelikanmu minuman jadi kau harus bersyukur. Sebaliknya, kau meminta kami untuk berlutut di hadapanmu? Haha, kau masih terjebak menjadi putri di kerajaanmu sendiri, ya?"


Ekspresi wajah Fane sedingin es. Tatapannya sungguh menakutkan.


Britney membeku. Dia tidak pernah dipukul seumur hidupnya.


"Matt, untuk apa kau berdiri di sana?"


Britney kesal melihat Matt pun ketakutan.


"Sialan, pria macam apa kau sampai memukul wanita?"

__ADS_1


Britney adalah satu-satunya putri Keluarga Lee sehingga orang tuanya memperlakukannya sebagai anak kesayangan mereka dan dia selalu diperlakukan bak mutiara keluarga. Dia tidak menyangka akan dipukuli oleh seorang pengawal hari ini.


Matt mengepalkan tinjunya menyerang ke arah Fane.


"Buuuk!"


Sayangnya, anak nakal manja, tampan, dan tidak berguna tidak memiliki kemampuan bertarung sama sekali. Matt langsung ditendang oleh Fane sebelum mendarat di sofa.


"Aaaargh!"


Matt menjerit kesakitan sambil mencengkeram dadanya.


Britney kesal. Dia menunjuk ke Fane dan Selena, berkata, " Baiklah, aku hanya berpikir kalau kau tidak mampu membelinya, aku bisa membantumu membayar tagihannya. Haha, sekarang aku tidak akan membayar satu sen pun kalau pun kau berlutut di depanku. Aku tidak akan membayarnya, jadi tunggu saja sampai kau dipukuli oleh orang-orang Lotus Bar and Lounge!"


Setelah mengatakan itu, Britney berjalan untuk membantu Matt berdiri. "Pemilik Lotus Bar and Lounge adalah saudara laki-laki dari keluarga bangsawan kelas satu. Haha, aku akan menunggu dan melihat bagaimana kalian berdua bisa keluar dari sini malam ini!"


Fane mencibir. "Bagiku, satu-satunya hal yang penting adalah mereka yang pantas untuk dipukul dan yang tidak, serta mereka yang pantas untuk dibunuh dan mereka yang tidak! Kalau kita berada di medan perang, kalian berdua pasti sudah mati sekarang!"


Fane berhenti setelah mengatakan itu dan melihat ke arah Britney. "Ingat, keluargamu mungkin memanjakanmu di rumahmu, tetapi aku tidak akan melakukan hal yang sama!"

__ADS_1


"Hhh!"


Selena menghela nafas lalu bertanya pada Fane, "Suamiku, apa yang harus kita lakukan sekarang? Bisakah kau membayar tagihannya?"


Fane tiba-tiba tersenyum lalu berkata kepada manajer, " Aku dengar jam sebelas ada pertandingan tinju di lantai tiga gedungmu, ya? Pelanggan ruang eksklusif yang mewah bisa menonton pertandingan karena mereka berhak untuk medapatkannya!"


"Benar, lalu kenapa? Apa kau ingin menontonnya?"


Manajer itu tercengang sebelum melanjutkan kalimatnya," Kalau kau ingin menontonnya, tidak masalah. Kau berhak melakukannya, tetapi apa hubungannya dengan kau membayar tagihan?"


Fane tersenyum lalu menjawab, "Tentu saja itu ada hubungannya dengan pembayaran tagihan. Bukankah kau mengatakan kalau seseorang mengikuti pertandingan dan menang, tagihannya gratis?"


"Memang begitu, tetapi apa kau mengatakan kalau kau ingin mendaftar?"


Manajer itu memandang Fane lalu menggelengkan kepalanya. "Anak Muda, kalau aku jadi kau, aku lebih baik berlutut dan meminta maaf kepada wanita ini, bersujud 100 kali daripada mengikuti pertandingan. Dengan tubuhmu itu, lawanmu hanya membutuhkan satu pukulan untuk melumpuhkan otakmu. Sudah ada sepuluh petarung profesional di Provinsi Tengah yang tewas dalam tantangan tersebut. Lawanmu sudah memenangkan sepuluh pertandingan berturut-turut!"


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2