
Bab 524
Kata-kata Skyler mengejutkan Quill selama beberapa detik.
Akhirnya, sudut mulutnya bergerak-gerak. "Siapa yang.... Kau bilang dia mirip dengan siapa? Pejuang Terhebat ?"
"Ya, dia sangat mirip dengannya. Profil samping dan sosok punggungnya terlihat sangat mirip. Aku ingat seperti itu penampilan Pejuang Terhebat!"
Skyler menatap Fane yang berdiri di taman tidak terlalu jauh darinya. Matanya tidak pernah meninggalkan sosok Fane saat mendapatkan pencerahan itu, pengungkapan bahwa kedua pria ini tampak mirip.
"Bagaimana itu mungkin? Ada begitu banyak orang yang mirip satu sama lain. Rasanya tidak mungkin untuk bahkan berpikir dia adalah Pejuang Terhebat. Dia hanya prajurit biasa!" Quill tertawa dan menepuk bahu Skyler.
"Kupikir kau sudah gila karena memikirkan tentang Pejuang Terhebat, tapi aku mengerti. Aku juga ingin melihat sikap elegannya secara langsung!"
"Quill Hayes, semua orang mengatakan bahwa kau cukup bebal dan sekarang aku juga merasa seperti itu. Tidak bisakah kau menggunakan otakmu dan berpikir?" bentak Skyler.
"Kita semua tahu bahwa nama keluarga Pejuang Terhebat adalah Woods, dan anehnya, menantu itu juga memiliki nama keluarga yang sama. Selain itu, Pejuang Terhebat tetap berada di medan perang selama lima tahun, dan pemuda ini juga berada di medan perang untuk durasi yang sama. Apakah menurutmu hal-hal itu murni hanya kebetulan saja?"
__ADS_1
"Bukankah.... Itu hal yang wajar?" Jawaban pelan datang dari Quill dan tangannya terentang seolah-olah membela dirinya.
"Kau benar, benar sekali. Wajar jika semua ini kebetulan dan bisa dijelaskan."
Skyler mengangguk sebelum menambahkan, "Lalu menurutmu mengapa Dewi Perang secara pribadi akan datang dan memberi selamat kepada Zeus Taylor untuk ulang tahunnya? Apa menurutmu itu untuk Zeus Taylor? Apakah kau akan mengatakan dia cuma setor muka? Sebelumnya mereka tidak saling mengenal, jadi ini jelas bukan masalahnya!"
Ketika dia merasa kegembiraannya telah menguasai dirinya, Skyler berhenti sejenak.
"Itulah mengapa aku merasa Dewi Perang Lana ada di sini karena dia secara tidak langsung menghormati menantu Keluarga Taylor. Kemungkinan besar dia adalah Pejuang Terhebat. Apa menurutmu Dewi Perang akan menghormati dan secara proaktif berusaha menyenangkan orang lain?"
Saat mendengar semua penjelasan itu, Quill kemudian mencoba menghubungkan titik-titik itu. Keningnya pun semakin berkerut saat memikirkannya.
Skyler mengangguk. "Aku sudah mendengarnya dan sangat menyesalinya. Aku akan datang juga jika aku tahu dia akan datang."
Skyler berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Aku tidak datang karena merasa Magnus telah berubah, dan bukan ke arah yang baik. Dia bukanlah pria yang mencintai tentaranya seperti putranya sendiri dan dia bukan lagi pria baik hati seperti yang dulu dikenal. Dia mungkin secara diam-diam telah melakukan banyak hal buruk tetapi tidak ada yang bisa membuktikannya. Baguslah jika Dewi Perang menyingkirkan bahaya seperti itu di masyarakat."
"Aku setuju itu. Aku tidak tahu bahwa Magnus Sutherland adalah orang seperti itu. Dia ingin melakukan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata kepada kedua selebriti wanita itu," keluh Quill.
__ADS_1
"Ketika mereka menolaknya, dia memaksa mereka untuk ...."
Quill terdiam sebelum menambahkan, "Kejadian itu terjadi karena Fane melihatnya. Dia tahu dia bukan tandingan Magnus, jadi dia mencari Dennis dan mereka berdua memikirkan caranya bersama-sama. Akhirnya, mereka memanggil Dewi Perang, Lana. Kebetulan dia ada di dekat tempat kejadian, jadi dia bergegas dan membunuh bajingan itu. Syukurlah, kedua selebriti wanita itu diselamatkan sebelum mereka dinodai."
Skyler mengerutkan keningnya. "Jadi, maksudmu, alasan Lana membantu Fane adalah karena dia mengekspos Magnus atas apa yang dia lakukan?" Dia menduganya,
"Dan itulah mengapa dia akan datang ke ulang tahun ke 70 si pak tua Taylor ini?"
Quill mengangguk. "Ya, pastinya seperti itu. Inilah alasan mengapa Dewi Perang ada di sini. Yang lain juga pasti berpikir seperti itu!"
Skyler hanya tertawa. "Aku merasa terlalu berlebihan kalau dia datang hanya karena alasan itu!"
Dia kemudian menatap Fane, yang masih berdiri di taman.
"Ayo kita pergi dan melihatnya lebih dekat. Aku hanya perlu melihatnya dengan jelas dan akan tahu apakah dia adalah Pejuang Terhebat atau tidak. Lagi pula, sebelumnya aku pernah melihat Pejuang Terhebat."
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian Terima Kasih