
Bab 197
Fane mengambil sebatang rokok dari sakunya, mulai merokok. Rokok termurah merek Pasir Putih, rasanya masih sama.
Setelah mengambil nafas dalam-dalam, Fane akhirnya menjawab, "Jadi itu berarti Xena pandai menipu. Dia berpenampilan baik hanya di depan adikmu dan terlihat sangat polos, tapi dia diam- diam bergaul dengan orang orang yang tidak berguna? Terlebih lagi, adikmu sangat mencintainya. Kau tidak memberi tahu saudaramu karena kau tahu dia tidak akan mempercayaimu?"
Selena mengangguk. "Ya seperti itulah. Dengan kepribadian adikku, kalau kau memberitahunya, dia mungkin akan murka. Aku telah mencoba memberi peringatan kepadanya beberapa kali, mengatakan kepadanya kalau Xena bukan gadis yang baik untuk dinikahi dan menyuruh dia untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka! Tapi, dia justru tidak pulang selama beberapa hari, menghabiskan waktu di warnet bersama Xena!"
Pada saat itu, Selena menatap Fane sekali lagi. "Apalagi adikku butuh uang untuk bayar warnet dan selalu meminta uang padaku atau ibuku. Kalau kami tidak punya uang untuk diberikan kepadanya, dia akan meneriaki kami, mengatakan bahwa 'kau yang harus disalahkan karena aku mungkin masih menjadi tuan muda keluarga Taylor dengan banyak uang disakuku setiap bulan kalau bukan karena kau'
Mendengar itu, Fane merasa kesal. Ternyata selama beberapa tahun terakhir, Selena dan ibunya telah mengalami banyak kesulitan karena sikap arogan Ben.
Belum lagi, ada ibu mertua yang susah diatur.
"Mungkinkah Xena dan kakakmu bekerjasama mengatur perampokan itu? Bisa jadi, 'kan?"
Fane bertanya sekali lagi setelah memikirkannya.
__ADS_1
Kali ini, Selena menggelengkan kepalanya tanpa ragu. " Tidak mungkin. Beberapa waktu yang lalu, ibuku memberinya uang lima puluh ribu dolar untuk membeli hadiah untuk Xena. Dia tidak menghabiskan uang itu."
Selena terdiam beberapa saat lalu melanjutkan kalimatnya, "Adikku bukan pemberani. Meskipun dia menyia-nyiakan hidupnya, dia tidak akan melakukan hal serendah itu. Kalau pun dia kehabisan uang, dia pasti akan menggunakan cara apa pun untuk meminta kepada ibuku. Dia tidak akan merampok!"
"Hmmm!"
Fane mengangguk. "Meskipun Xena bukan gadis yang baik dan punya hubungan rahasia dengan pria lain, kita tidak memiliki bukti kalau dialah dalang dari perampokan tersebut. Kita tidak bisa menuduhnya begitu saja."
Selena paham akan hal itu. Dia takut menuduh sembarang orang. "Betul sekali. Ini hanya spekulasiku. Kalau aku menuduhnya, aku bisa jadi tersangka karena mencemarkan nama baiknya. Jangan memberitahu keluargaku tentang hal ini karena kita belum memiliki bukti yang pasti. Selain itu, kenapa waktu itu aku bodoh sekali tidak mengambil beberapa foto..."
"Baiklah, di mana ibumu sekarang? Ayo cepat pulang. Kita harus mendapatkan kembali 3,8 juta dolar itu!"
"Mereka masih ada di bank. Jalan Naga Langit. Aku tidak berpikir kita bisa mendapatkan uangnya kembali. Dengan uang sebanyak itu, kalau para perampok langsung meninggalkan Provinsi Tengah, maka akan sangat sulit mendapatkan uang itu kembali!"
Selena merasa tidak berdaya. Selain itu, birokrasi di Provinsi Tengah itu rumit, sulit sekali mengurus beberapa hal.
"Jangan khawatir. Mereka yang mencari masalah denganku tidak akan berakhir dengan baik!" Fane berkata. Tatapannya jernih dan tenang.
__ADS_1
Taksi dengan cepat berhenti di dekat pintu masuk bank. Terlihat Fiona sedang duduk di tepi jalan di luar bank sambil menangis sementara Andrew menghiburnya.
"Ma, berhentilah menangis. Ada begitu banyak orang yang melihat. Ini memalukan!"
Selena mendekati mereka lalu berkata dengan suara lemah.
"Lebih dari tiga juta dolar! Lebih dari tiga juta dolar! Aku tidak pernah melihat uang sebanyak itu selama lima tahun. Sekarang aku akhirnya memilikinya, eh, diambil dariku dengan begitu saja. Bagaimana aku tidak menangis?"
Fiona menyeka air matanya sambil melihat ke arah Selena dan Fane. "Ini semua salahmu. Kalau kau berdua ikut bersama kami ke bank, kami tidak mungkin dirampok, kan?"
Fane tidak bisa berkata-kata. Bagaimana bisa dia yang disalahkan?
"Ma, jangan khawatir. Uang itu akan kita temukan!" Fane tersenyum pahit, mencoba menghibur mertuanya.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen....
__ADS_1
Terima kasih