
Bab 174
Semakin James memikirkan teorinya, semakin bersemangat dia jadinya. James merasa bahwa wanita itu mungkin adalah wanita terkuat dan paling menakutkan di Provinsi Tengah saat ini yaitu, Lana Zechs.
Dan karena Fane pergi ke acara lelang bersamanya, itu semakin menunjukkan bahwa keduanya cukup dekat satu sama lain. Jika memang begitu, dia benar tentang semuanya.
"Aku belum pernah bertemu dengan Lana Zechs, jadi aku tidak berani memastikannya. Ayah, ini hanya tebakanku!" kata Timothy sambil memaksakan sebuah senyuman.
"Aku akan mencari beberapa foto dan menunjukkan padamu foto para Dewa Perang! Ada banyak sekali foto Sembilan Dewa Perang yang Agung!"
James tidak lagi peduli dengan makanannya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari foto-foto yang dia maksud.
Setelah beberapa waktu, dia menemukan foto yang menunjukkan seluruh tubuh Lana dan memperlihatkannya kepada Timothy. "Lihat foto ini. Para Dewa Perang ini tidak memiliki foto kasual dan selalu mengenakan seragam tentara. Coba perhatikan tubuhnya, mungkinkah itu dia?"
Timothy memeriksa foto itu dan berkata, "Posturnya, tingginya, dan ukuran tubuhnya terlihat seperti dia!"
__ADS_1
Setelah mendengar itu, Tuan Besar Drake dan James saling berpandangan lalu akhirnya tertawa. Sepertinya mereka benar.
Namun, Timothy segera mengerutkan dahi dan berkata, " Tapi wanita itu hari ini mengenakan gaun, tampak feminin dan seksi. Wanita di foto ini tampak dingin dan tatapannya menakutkan. Dia sama sekali tidak terlihat seperti manusia!"
"Sejak dia keluar dari kemiliteran, mengenakan gaun feminin pasti akan membuatnya tampak berbeda bagi semua orang!"
"Tapi jika tinggi dan tubuhnya dilihat baik-baik, terlepas pada apa yang terjadi hari ini, aku yakin dia adalah Lana Zechs, sang Dewi Perang!"
James tersenyum dan berkata, "Siapa yang menyangka Dewi Perang begitu menginginkan mutiara bercahaya sampai-sampai dia menghadiri acara lelang untuk menawarnya!"
sempat menyinggung perasaannya?"
Timothy tercengang setelah mendengar pertanyaan kakeknya, ekspresinya menggelap.
"Dasar kau bocah nakal, apakah kau benar-benar menyinggung sang Dewi Perang?"
__ADS_1
James sangat ketakutan. Dia berkata kepada Timothy, " Berapa kali aku sudah memperingatkanmu? Kau harus berada di pihak Fane dan tidak menyinggung perasaannya. Karena Fane ada di samping wanita ini, kau seharusnya tidak menyinggung perasaannya juga, bukan? Aku tidak peduli apakah sebelumnya kau tahu siapa dia atau tidak!"
Timothy berkata dengan ekspresi kelam.
"Aku tidak tahu apakah itu bisa dianggap menyinggung perasaannya atau tidak. Tetapi ketika berada dalam perang penawaran harga denganku, dia menaikkan tawarannya sampai akhir. Karena aku tidak menyangka ada wanita sekuat itu di Provinsi Tengah pada usia semuda itu, aku berteriak agar dia melepas maskernya untuk memperlihatkan wajahnya! Aku mengatakan itu karena aku hanya ingin tahu siapa dirinya!"
Setelah mendengar penjelasan anaknya, James menunjuk Timothy dengan marah. Dia berkata, "Bukankah itu termasuk menyinggung perasaannya? Itu jelas menyinggung perasaannya!"
Selesai berkata, James berhenti dan terengah-engah karena amarah.
Dia lalu melanjutkan, "Mengapa Dewi Perang memakai masker dan kacamata hitam? Dia berpakaian seperti itu karena tidak ingin dikenali. Dia baru-baru ini kembali ke Provinsi Tengah dan sudah terlalu banyak orang yang mencari keuntungan karena dikaitkan dengannya. Dia pasti kesal karena hal itu sehingga membuatnya melakukan apa yang dia lakukan saat itu!"
"Dan, apa yang kau lakukan? Kau maju dan menyuruhnya untuk melepas maskernya. Katakan padaku, jika kau adalah dia, apakah kau akan marah?"
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih