Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 175


Semakin dipikirkan, semakin marah James dibuatnya. Dia berharap bisa menampar putranya beberapa kali. Meski dia sudah mengingatkan anak ini beberapa kali, masalah masih saja terjadi.


"Ayah, ini tidak terlalu serius, bukan? Sang Dewi Perang mungkin bukan seseorang yang picik. Apalagi, dia


memakai masker dan kacamata hitam. Dia pasti tahu bahwa Kakak tidak benar-benar berusaha menyinggung perasaannya karena dia hanya penasaran saja. Kakak pasti bukan satu-satunya orang di ruangan itu yang penasaran tentang siapa dirinya pada saat itu, 'kan. Jadi dia tidak boleh menjadi marah karenanya!"


Melihat Timothy menundukkan kepalanya karena dimarahi, Tanya merasa sedikit kasihan padanya.


Timothy mencoba mengingat-ingat dan berkata, "Ya, ya, pada saat itu, Michael dan keluarga Roy, mereka juga bertanya tentang siapa dia. Selain itu, kami tidak terlalu berdebat. Setidaknya, aku tidak melakukannya!"


James menghela nafas lega setelah mendengar penuturan anaknya, "Jika memang seperti itu, itu mendingan. Ingat, Fane dan wanita itu, termasuk siapa pun yang bersama Fane, tidak boleh disinggung. Kalau tidak, jika sampai dia marah, keluarga Drake mungkin harus meninggalkan lingkaran pergaulan Provinsi Tengah untuk selamanya."


"Baiklah, aku mengerti!"

__ADS_1


Timothy merasa lega. Dia bersyukur untuk dirinya sendiri karena tidak membuat masalah dengan mereka hari ini. Kalau tidak, dia mungkin akan berakhir seperti Neil Hugo.


***


Pada waktu yang bersamaan, Tuan Hugo sudah tahu tentang apa yang terjadi.


Tuan Hugo, bersama dengan beberapa anggota penting keluarga segera berkumpul di rumahnya. Adapun Neil, dia berdiri dengan kepala tertunduk dan wajah bengkak di depan Tuan Hugo.


"Dasar kau anak nakal, kau pemberani, hah? Aku telah memberi tahumu dari waktu ke waktu bahwa kau seharusnya tidak bikin masalah. Tetapi kau malah mengabaikanku! Selain itu, kau juga membayar orang orang untuk merebut mutiara yang bercahaya, bukan? Kau memalukan, kau telah mempermalukan keluarga kita!" Tuan Hugo sangat marah sampai tinjunya terkepal dan matanya merah.


"Tapi si Fane itu juga berlebihan. Dia menamparku di depan semua orang, bukankah itu menandakan bahwa dia juga menampar wajah keluarga Hugo? Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja. Kau harus melakukan sesuatu!"


Neil mendongak dan berkata dengan marah, "Orang-orang itu aku sewa untuk memberi Fane pelajaran karena sebelumnya dia meremehkanku saat aku berpapasan dengannya saat mengendarai skuter listrik. Aku hanya ingin memberinya pelajaran tentang hal itu. Aku tidak bermaksud mengambil mutiara yang bercahaya itu darinya!"


"Aku tidak peduli jika kau memang punya maksud, apa gunanya menjelaskan hal itu kepadaku sekarang?"

__ADS_1


"Orang-orangmu menyerang mereka tepat ketika mereka meninggalkan rumah lelang dan preman-preman itu sudah mengincar wanita itu. Orang lain akan mengira kau mencoba merebut mutiara yang bercahaya itu karena kau kalah menawar sebelumnya! Dengan adanya laki-laki picik sepertimu di keluarga kita, siapa lagi yang ingin bekerjasama dengan kita di masa yang akan datang?"


Tuan Hugo sangat marah. "Satu-satunya hal yang aku dengar adalah kau membawa banyak preman karena berupaya untuk merebut mutiara yang bercahaya tersebut tetapi akhirnya malah dipukuli,"


"Aku..."


Neil tidak bisa berkata-kata lagi. Sejujurnya, dia memang berencana untuk mengambil mutiara bercahaya dari mereka juga, meskipun ide itu datang dari pengawalnya.


"Tuan, tidak peduli apapun yang terjadi, beginilah keadaannya sekarang!"


"Siapa yang tahu siapa wanita itu. Tapi Fane? Dia hanyalah seorang veteran perang. Karena dia berani memukul Tuan Muda, apa artinya ini? Ini menandakan bahwa wanita itu pasti memiliki status tertentu juga. Jadi pasti itulah mengapa dia tidak takut menyinggung perasaan kita!"


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2