Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 113


Tak butuh waktu lama hingga mata Sean Logan kembali cerah. Dia lalu berseru dengan penuh semangat.


"Oh ya... Kenapa aku begitu bodoh? Ada begitu banyak orang di sekitarnya dan karyawannya juga ada di sini. Bagaimana mungkin Selena bisa menerima tawaran sebesar itu? Seandainya seseorang melaporkannya ke manajemen, dia akan tamat riwayatnya bahkan jika dia tidak menerima tawaranku secara langsung!"


Sean senyum-senyum sendiri setelah berhasil memecahkan dilema ini.


"Sepertinya aku harus mengajak Selena keluar sendirian untuk berdiskusi masalah bisnis suatu hari nanti. Kemudian aku akan memberinya cek secara diam-diam, jadi semua orang tidak akan tahu. Aku yakin dia akan menerimanya. Tidak ada orang waras yang akan menolak uang!"


***


Selena dan rombongannya segera tiba di sebuah ruang privat yang besar. Fane dengan santai menjatuhkan tasnya di sudut ruangan lalu duduk di samping Selena.


Selena yang tahu bahwa Fane membawa dua juta dolar sekarang yakin bisa membayar jamuan malam ini. Dia berdiri dan tersenyum pada semua orang.


"Kalian bisa memesan apa saja yang ingin kalian makan," katanya keras-keras. "Pembelanjaan minimum di ruang privat ini adalah 200 ribu dolar. Jangan memesan kurang dari itu untuk makanan dan anggurnya, atau kalian yang akan rugi!"


"Manajer, percayalah. Kami tidak akan menyia nyiakannya!"


Seorang karyawan wanita yang paling bersemangat di antara mereka tertawa terbahak-bahak.


"Baiklah, mari kita tetap berpegang pada harga minimum. Meskipun gaji manajer cukup tinggi yaitu satu juta per bulan, dia harus bekerja keras untuk itu. Tentunya itu tidak mudah, bukan?"

__ADS_1


"Ya, manajer baru mulai bekerja dan belum mendapat gaji namun sudah mentraktir kita makan malam. Di mana lagi kita bisa menemukan manajer sebaik Selena!


Karyawan lain menimpali sambil tersenyum.


Sonia dan Felicia saling berpandangan dengan ekspresi malu. Mereka ingin mencemari hubungan antara Selena dan para karyawan, tetapi mereka justru telah membuat semua karyawan semakin menyukai manajer baru tersebut.


"Aku masih tidak percaya dia punya uang untuk mentraktir kita makan malam!"


Masih merasa tak teryakinkan, Sonia menggertakkan giginya. Dia percaya Selena hanya mencoba menyelamatkan wajahnya.


Setelah semua orang memesan, dia memesan beberapa hidangan paling mahal untuknya sendiri, yang membuatnya merasa lumayan.


Pfft! Aku perkirakan semua hidangan dan anggur ini akan menghabiskan hampir 400 ribu dolar. Aku masih tidak percaya dia punya uang sebanyak itu! Sonia mengoceh dalam hatinya.


"Semuanya, ayo kita minum. Hari ini adalah hari pertama manajer kita bekerja. Mari kita rayakan. Anggur ini tidak murah dan harganya lebih dari sepuluh ribu dolar per botol. Aku sudah memesan sekitar sepuluh botol,"


"Supervisor, bukankah menurutmu yang ini terlalu mahal? Mari kita ikuti saja batas pembelanjaan minimum. Kalau tidak, tagihan kita nanti akan terlalu besar!


Seorang karyawan wanita mengerutkan keningnya dan berpikir bahwa sang supervisor bersikap egois dan sepertinya tidak peduli sama sekali pada Selena.


Apakah dia tidak takut nanti Selena akan menyulitkannya di tempat kerja?


"Ya, Supervisor, sikapmu benar-benar salah di sini. Ini bukan uangmu sendiri, jadi kau tidak merasakan kesulitan untuk mencarinya, bukan? Mengapa kau tidak memesan anggur yang lebih murah tetapi bisa mendapatkan lebih banyak botol untuk dibagi-bagikan?"

__ADS_1


Karyawan yang lain juga tidak terkesan.


Sonia jelas tidak senang, Selena bisa langsung menjadi manajer saat baru bergabung dengan perusahaan. Jadi, dia memang berencana untuk balas dendam.


Selena baru saja mulai bekerja dan gajinya belum dibayar, namun dia sudah mengundang mereka untuk makan malam mewah di hotel yang berkelas.


Semua orang sangat berterima kasih kecuali Sonia yang menunjukkan ketidakpuasannya. Dia benar-benar egois karena telah memesan begitu banyak hidangan mahal dan anggur.


Sonia hampir pingsan. Dia tidak pernah menyangka orang bernama Ben Blake, karyawan yang biasa-biasa saja itu berani berbicara dengan supervisornya seperti itu. Sebelumnya, dia tidak pernah memiliki keberanian untuk menyuarakan pendapatnya seperti itu.


Sonia memasang wajah tidak setuju dan mulai membela diri.


"Manajerlah yang meminta kita untuk memesan sesuka kita. Manajer tidak mengatakan apa-apa tapi mengapa kau yang terdengar seperti kehilangan banyak uang? Kau bahkan belum mulai minum, namun sudah bersikap seperti orang linglung dan tidak tahu harus berkata apa?"


"Tidak apa-apa. Lagi pula Sonia sudah memesan makanan, jadi semuanya, makan dan minumlah sepuasnya. Semua orang harus bersenang-senang!"


Selena dengan cerdik mengakhiri situasi canggung tersebut.


"Itu artinya, kita harus percaya bahwa ada uang di tas suami manager! Bukankah menurutmu semua ini sangat mahal?"


Sonia memandang tas bergambar bunga di pojokan dengan ekspresi aneh.


Bersambung......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2