Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 271


Tanya memandang pria tampan namun gigih itu. Dia tidak bisa menahan tawa dan bertanya, "Istrimu adalah ratu kecantikan dari Provinsi Tengah yang diakui oleh semua pria saat itu. Ayolah, bisakah kau bercerita padaku bagaimana kau bisa merayu wanita cantik ini agar menyukaimu? Aku hanya mendengar sedikit demi sedikit dari ceritamu. Aku tidak tahu banyak tentangmu!"


"Tidak banyak yang bisa dibicarakan!"


Fane tidak mau repot-repot menghibur Tanya. Dia bergeser ke samping lalu merokok tanpa suara.


Tanya mau tidak mau memutar matanya ke arah Fane,


"Benar-benar orang yang payah. Kalau begitu, bisakah kau bercerita tentang medan perang? Bukankah kau berada di medan perang selama lima tahun? Apakah ada bekas luka di tubuhmu?"


"Iya!"


Fane tersenyum pahit, "Namun, semuanya sudah sembuh sekarang. Aku tidak memiliki bekas luka yang tersisa, jadi kau tidak dapat melihatnya! Tapi itu tidak masalah. Pada saat itu aku hanya ingin bisa bertahan dan menjadi lebih kuat. Pada akhirnya, aku berhasil!"


"Kau sangat hebat. Bahkan Harvey pun bukanlah tandinganmu,"


Tanya tertawa dan berkata, "Sayang sekali komandan kami baru saja kembali ke kampung halamannya. Jika tidak, dia akan menantangmu jika tahu tentangmu!"


"Apakah kau yakin?" Fane mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Hehe, ini hanya kompetisi persahabatan ! Pria itu suka bertukar keterampilan dengan orang lain. Jika dia mengetahui bahwa ada seorang ahli di sini, dia pasti akan menantangmu untuk bertarung. Lagipula, gajimu jauh lebih tinggi darinya. Wajar saja kalau dia tertarik padam!" Tanya terkekeh.


Tepat pada saat itu, Sonia masuk melalui gerbang dengan ekspresi kesal.


"Hei, apa yang dia lakukan di sini? Bukankah dia seharusnya sedang bekerja?"


Tanya mengerutkan kening saat melihatnya.


Melihat Sonia langsung menuju ke pintu vila James, rasa penasaran Tanya bertambah,


"Ayo kita pergi dan lihat apa yang terjadi. Sepertinya Sonia agak marah. Aku ingin tahu siapa yang membuatnya sangat marah!"


Fane mengerutkan kening saat mendengarnya. Sebelumnya Sonia telah bertengkar dengan Selena.


Beberapa saat kemudian, mereka mengikuti Sonia.


Begitu sampai di pintu, Fane bisa mendengar Sonia menggerutu di dalam sana. Dia meraih lengan Tanya yang akan membuka pintu dan menariknya mundur.


Tanya tersipu saat Fane memegang tangannya. Sepanjang hidupnya, tidak ada pria yang berani menarik tangannya seperti yang baru saja dia lakukan.


Apalagi, dia hanyalah seorang pengawal. Pria yang berani.

__ADS_1


Dia menatap Fane yang telah melonggarkan cengkeramannya. Fane mendengarkan apa yang terjadi di dalam. Sepertinya dia sama sekali tidak peduli soal menarik tangannya.


"Paman, manajer pengadaan yang baru itu sangat buruk! Dia membuatku kesal dan dia sangat sombong!"


"Aku sudah bekerja keras untuk mencarikannya asisten yang cocok, tetapi dia tidak berterima kasih dan malah mengusir orang itu. Dia bahkan memarahiku dan mengatakan bahwa aku terlalu menyanjung diriku sendiri!"


"Tebak apa yang wanita itu lakukan? Dia menelepon teman kuliahnya untuk wawancara. Dia menyalahgunakannya!"


Sonia mulai mengeluh begitu melihat James.


"Haha, dia berlagak menjadi korban sekarang!" Fane mencibir.


Dia mendengar dengan jelas setiap kata yang keluar dari mulut Trevor kemarin.


Namun, dia tidak menyangka Sonia bersikap tidak masuk akal. Dia bahkan datang ke sini hanya untuk mengeluh.


Untungnya, dia ada di sana mendengarkan percakapan mereka. Jika tidak, Sonia mungkin akan semakin memfitnah istrinya.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Sekian Terima Kasih


__ADS_2