Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 107


Mendengar itu, hati Fane bergetar. Dia berhenti di pintu masuk bank dan mengulurkan tangan untuk membelai wajah cantik Selena. "Jangan khawatir. Aku sudah kembali dan kau tidak akan menderita lagi. Lagi pula, suamimu sekarang sudah memiliki status sosial. Aku juga berpenghasilan 20 juta dolar sebulan sekarang, iya 'kan?"


Hati Selena dipenuhi kehangatan, seulas senyum menghiasi bibirnya yang indah. "Sepertinya Tanya tidak berbohong padamu. Kau benar-benar mendapatkan pekerjaan itu!"


"Ya. Mereka juga sudah menyediakan sebuah kamar di vila untukku. Aku bisa tinggal di sana kalau aku mau, tapi aku merasa lebih nyaman tidur sekamar dengan istriku!"


Fane tersenyum sambil mengamati wanita yang berdiri di hadapannya. Dengan kehadiran Selena, dia menyadari betapa indahnya dunia ini.


Mulai saat ini, Fane akan bertanggung jawab atas hidup Selena!


"Apa yang kau lakukan di sini dengan tas jinjing besar bergambar bunga seperti itu? Apa kau mau memulung botol-botol bekas air mineral? Minggir!" Seorang pria yang mengenakan kalung emas mendekat.


Setelah membentak Fane, matanya lalu bergerilya ke sepasang kaki putih yang terulur dari bawah rok kerja Selena. Dia berseru cabul, "Ck ck! Cewek ini cantik sekali. Bagaimana bisa seorang pemulung sampah mempunyai istri secantik ini?" Fane menatap pria itu dengan dingin dan langsung membawa Selena pergi ke dalam.


"Sialan!"

__ADS_1


Pria itu juga berjalan ke arah yang sama dengan senyum lebar.


Di dalam, ternyata sudah ada beberapa orang yang mengantri. Banyak yang duduk di kursi menunggu giliran.


"Terlalu banyak orang di sini. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menarik uang!"


Selena menghela napas tak berdaya saat melihat kerumunan orang di dalam ruangan.


"Bakalan cepat, kok!" Fane meyakinkan Selena.


Seorang pegawai wanita di belakang konter melihat Fane datang. Dia mendekati Fane dengan senyum lebar dan dengan antusias berkata, "Oh, Pria Tampan, kau datang lagi? Ayo, ayo, ayo, kita ke ruang VIP. Kau dan pacarmu bisa beristirahat di sana. Aku akan segera melayanimu!"


Pria gendut berkalung emas itu menepuk perut buncitnya dan sedikit mengangkat dagu. Dia terlihat jumawa.


"Aku adalah manajer di sini. Walaupun kau nasabah VIP, bukan tanggung jawabku sebagai manajer untuk membantumu!"


Wajah wanita itu menjadi dingin. "Kakak ini adalah nasabah VIP kami; VIP super yang menarik satu juta dolar terakhir kali ke sini!"

__ADS_1


"Kau tidak begitu ramah padaku ketika aku datang ke sini tempo hari," sela Fane dengan tenang.


"Aduh, itu kesalahpahaman. Aku tidak menyangka kau ternyata orang kaya. Kau terlihat tidak meyakinkan sebagai orang yang hendak mengambil uang satu juta dolar"


Manajer wanita itu bersikap semakin sopan, "Nasabah yang terhormat, berapa banyak yang akan kau tarik kali ini? "Dia bertanya pada Fane dengan hormat.


Fane melihat tas yang dipegangnya, "Tas ini seharusnya muat menampung uang tunai dua juta, 'kan? Aku akan menarik dua juta dolar!"


Pria yang berdiri di sebelah Fane tercengang. Seseorang yang mampu menarik uang tunai dua juta pasti adalah generasi kedua keluarga kaya raya.


"Oh, tentu saja. Silakan lewat sini!"


Sang manajer wanita memimpin jalan.


"Ngomong-ngomong, aku ralat perkataanmu, ya. Wanita ini bukan pacarku, dia istriku!"


Fane terkejut dengan perlakuan yang diterimanya kali ini. Kemudian, dia memperkenalkan Selena kepada manajer itu.

__ADS_1


Bersambung.......


Terima kasih


__ADS_2