
Bab 131
"Mereka menyediakan sebuah vila untuk dia tinggali sendirian? Apakah dia tidak tinggal bersama pengawal lainnya? Bukankah ada asrama untuk para pengawal?"
Ben tercengang. Apa yang terjadi jauh bertolak belakang dengan harapan mereka.
Fane terkekeh. "Aku memang bertemu dengan para pengawal keluarga Drake, tapi mereka benar-benar sampah!"
"Dan karena itu, tidak ada satupun yang layak menjadi lawanku. Kepala keluarga Drake sepertinya menyukaiku.. Dia mengatakan bahwa keahlianku benar-benar senilai dengan dua puluh juta dolar sebulan!"
"Selanjutnya, kepala keluarga Drake mengatakan bahwa pengawal- pengawal itu memang disuruh untuk mengujiku. Mereka ingin melihat apakah aku adalah seseorang yang tahu bagaimana cara berkelahi, seseorang yang benar benar memiliki keberanian,"
"Dan, tentu saja aku lulus ujian," Fane perlahan terbatuk dan berbicara dengan nada datar.
Bibir Selena sedikit terbuka dan kegelisahan menyelimuti hatinya. Suaminya tidak pernah mengatakan hal seperti itu sebelumnya dan tidak mengedipkan mata saat berbohong sekarang ini.
__ADS_1
"Betulkah? Itu hanya ujian? Dan itu memang sudah diatur sebelumnya? Jadi kau akan pergi bekerja besok?"
Fiona langsung melompat kegirangan begitu mendengar penjelasan Fane. Dia sudah memikirkan tentang 20 juta dolar sebulan.
"Tentu saja dia serius, Ma. Bagaimana mungkin dia bisa berbohong kepadamu tentang hal seperti ini? Besok kau bisa mengikutinya bekerja jika kau tidak mempercayainya. Lihat nanti apakah masih ada yang berani mempersulit Fane!" Selena menjelaskan sambil menatap ibunya dengan kesal.
"Kalau begitu kau akan membiarkanku mengambil 300 ribu dolar darimu, 'kan? Ini semua salahmu sehingga aku cepat-cepat menarik begitu banyak uang. Aku pikir itu untuk uang tebusan. Kami benar- benar melihatmu memukuli pengawal itu dengan mata kepala sendiri!"
Ekspresi kesal Fiona telah hilang digantikan oleh ekspresi kegembiraan.
"Jadi Fane, bahkan kepala keluarga Drake juga telah mengakui potensimu dan sangat normatimu?" Andrew bertanya pada Fane saat dia melangkah maju.
"Tepat sekali. Pada dasarnya aku sangat mumpun!" jawab Fane, sebuah senyuman tergambar di wajahnya.
"Oh, itu berita yang sangat bagus! Aku pikir kalian semua diculik karena belum kembali juga meskipun sudah sangat larut." Ketegangan di dada Joan pun akhirnya mereda.
__ADS_1
"Oh, ya. Mengapa kalian mengikutiku? Kalian bisa saja mengatakan sesuatu padaku jika ingin mengantarku pergi kerja,"
Kegembiraan muncul di dalam diri Fane saat melihat ke arah Fiona. Saat itu dia sebenarnya tahu mereka bersembunyi di kedai kopi. Namun, dia terlalu malas untuk memanggil mereka.
"Ahh Sayangku. Jangan bilang begitu! Kami tidak mengikutimu. Kami hanya ingin memeriksa situasi karena kami peduli padamu,"
Fiona tertawa canggung. "Semua akan baik-baik saja asalkan kau juga baik-baik saja!"
Sebuah pemikiran muncul di benaknya setelah mengatakan hal tersebut. Fiona lalu melanjutkan,
"Ngomong-ngomong, Fane, kau 'kan belum menerima gaji pada saat kakek merayakan ulang tahunnya nanti. Bisakah kau menghadap Nona Tanya dan bertanya apakah dia bisa memberimu gaji bulan ini lebih awal? Kita akan menggunakan setengahnya untuk memberi ganti rugi kepada Ivan dan setengah lagi untuk membeli hadiah untuk Kakek Zeus!"
"Apa kau tidak ingin aku membayar hadiah pernikahan lagi?" Alis Fane berkerut.
Alis Fiona berkerut. Selama ini, dia tetap bersikukuh meminta uang mahar dan selalu membuatnya kesal dengan pertanyaan tentang hal itu setiap hari. Kenapa tiba-tiba dia begitu baik?
__ADS_1
Bersambung.......
Terima kasih