
Bab 208
Fane dan Selena segera memanggil taksi lalu pergi, Kylie duduk di belakang.
Namun Fane memikirkan sesuatu saat mereka melewati sebuah jalan penuh dengan toko di sepanjang jalan, Showroom 45 Audi'.
"Pak, turunkan kami di sini," katanya kepada pengemudi.
"Di sini?"
Selena tertegun, kelopak matanya berkedip-kedip, curiga. Setelah mereka turun dari taksi barulah Fane menjelaskan semuanya.
"Sayang, kupikir kita harus membeli mobil. Sepertinya teman-temanmu yang datang di acara reuni semuanya orang kaya dan juga suka pamer. Mereka pasti akan mengatakan hal buruk tentangmu kalau kau ke sana tidak membawa mobil." Fane bersikeras. "Aku tidak masalah dengan semuanya, tapi aku tidak akan membiarkanmu tersakiti."
"Tapi, apa kau masih punya uang? Kenapa kita tidak menunggu sampai gajian saja?" Selena mengerutkan kening. "Aku tidak masalah, Kalau mereka merendahkan aku, biarkan saja. Semuanya akan baik-baik saja selama aku bahagia. Aku bisa jadi diriku sendiri, aku tidak peduli dengan apa yang mereka miliki."
"Aku masih punya uang! Aku masih belum menggunakan bonus yang aku dapat selama di kemiliteran setahun ini."
__ADS_1
Fane menggaruk kepalanya dan menatap Kylie sebelum dia berbalik untuk melihat Selena. "Selain itu, kasihan Kylie kalau kita mengantar ke sekolah saat hujan kalau tidak punya mobil," tambahnya.
"Satu mobil saja tidak cukup. Kita membutuhkan dua mobil, satu untuk Jenny mengantar Kylie ke sekolah!"
"Kau punya uang? Kau sudah menghabiskan 3,2 juta, apa kau masih punya uang?"
Selena sedikit terkejut. "Berapa banyak yang mereka berikan padamu? Lima juta? Sepuluh juta? Kalau kau benar -benar mendapatkan sepuluh juta, kau bukan tentara biasa, 'kan? Setidaknya kau berada di tim operasi spesial."
Fane tidak tahu harus tertawa atau menangis ketika mendengar ini. "Yah seperti itu" dia menyimpulkan. "Hanya saja, jangan meremehkan suamimu. Ayo pergi. Kita masih punya cukup uang untuk membeli mobil!"
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita beli dua!"
"Heh. Ayo pergi!"
Keluarga dengan tiga orang itu dengan cepat berjalan menuju gerai ritel BMW.
"Tuan, Nyonya, apakah kalian sedang mencari mobil? Maaf, tapi toko kami sudah mau tutup!"
__ADS_1
Seorang pramuniaga sedang mengepel lantai di dalam, dia segera berhenti ketika melihat mereka bertiga." Datang besok lagi saja kalau ingin melihat!"
"Lagi pula, apa yang mereka cari? Sudah malam, dan aku harus pergi kencan. Apalagi, mobil di sini tidak murah. Mereka sepertinya bukan orang yang mampu membelinya! " seorang pramuniaga lainnya berjalan mendekat dan berkata dengan jijik, tersenyum dingin.
"Joyce, bersikaplah yang sopan. Kau tidak boleh berkata seperti itu meskipun mereka tidak mampu membeli mobil."
Pramuniaga yang sedang mengepel lantai memutar matanya ke arah Joyce.
"Aku sudah sopan. Lihat, model ini adalah salah satu yang harganya murah, 300.000 dolar!"
"Yang ini 700.000 dolar. Apa menurutmu mereka bisa membelinya?"
Pramuniaga bernama Joyce melipat tangan di depan dada sambil mencibir. Dia berkata dengan arogan, "Sudah malam, semua orang ingin cepat pulang. Kenapa kita harus membuang waktu kita untuk itu? Selain itu, terlalu merepotkan untuk melakukan semua pengajuan pinjaman dan sebagainya!"
Pramuniaga yang sedang mengepel lantai menganggukkan kepalanya. "Itu benar. Selalu seperti itu. Tidak ada yang membeli mobil bahkan setelah kita menghabiskan hampir setengah hari untuk memperkenalkan model- model itu kepada mereka. Buang buang waktu!"
"Fane, sayang, lupakan saja. Mereka sudah mulai mengepel lantai. Tidak baik kalau kita mengotorinya dengan kaki kita," Selena berbicara sambil mengerutkan kening.
__ADS_1
Bersambung.....
Sekian Terima Kasih