Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 50


Ekspresi Zeus Taylor tampak tidak senang. Dia berkata, "Fane, menurutmu aku sedang bergurau?"


"Fane, bukankah kau terlalu kekanak- kanakan untuk melakukan ini? Berani- beraninya kau tidak menjawab dengan jujur pertanyaan dari Kakek!"


"Itu benar, di mana rasa hormatmu kepada Kakek? Apa kau tidak ingat bahwa jika bukan karena Kakek memberimu 1 juta dolar lima tahun lalu, ibumu sudah mati sekarang!"


Beberapa anggota keluarga Taylor terlihat marah saat berbicara dengan Fane.


"Kakek, aku mengatakan yang sebenarnya. Hhh, jika kalian tidak mempercayaiku, lupakan saja!" Fane mengangkat bahu, Dia tidak ingin memberi penjelasan lebih jauh.


Jika bukan karena khawatir Selena akan diganggu hari ini, dia tidak akan datang ke sini.


"Tunggu, siapa gadis itu?"


Cecilia awalnya ingin membuat masalah dengan Selena tetapi tidak menyangka Fane ternyata mendapatkan uang tanda jasa. Dengan begitu merek pakaiannya jelas asli jadi Cecilia tidak punya pilihan selain menyerah.


Cecilia baru sadar ada orang asing di ruangan itu.


"Oh, Cecilia, izinkan aku memperkenalkan gadis ini kepada kalian semua. Ini pacarku, Xena Jackson. Kami sudah berpacaran cukup lama dan akan segera menikah!" "Karena Kakek mengundang semua orang ke sini,

__ADS_1


kupikir aku harus membawa Xena dan


memperkenalkannya kepada kalian!"


Ben tersenyum malu-malu.


"Ben, kau sungguh tidak sopan, 'ya? Ini acara makan siang untuk keluarga Taylor, kenapa kau membawa orang asing ke sini, ini..."


"Setidaknya Fane memiliki akta nikah, orang yang kau bawa ke sini..."


Cecilia berkata sinis dalam usahanya mencemooh Ben.


"Xena bukanlah orang asing. Dia sudah memanggilku 'mama' jadi dia pasti akan segera menikahi Ben-ku!"


"Sudah hentikan, banyak orang belum pernah ke tempat mewah seperti ini, jadi bukankah wajar jika dia ingin ikut serta?"


Wanita lain mencibir dari samping.


"Ya, itu tidak jadi masalah buat kami, tapi bagi sebagian orang, membawa pacarnya ke sini adalah tindakan bodoh!" Kata Cecilia sambil menatap Ben.


Ekspresi wajah Ben berubah tapi dia tidak tahu bagaimana caranya membela diri.

__ADS_1


Ben berganti memelototi Fane yang berdiri di sampingnya. Ini semua kesalahan bajingan ini. Jika dia tidak membuat saudara perempuannya hamil, mereka tidak akan dipermalukan seperti ini.


Jika bukan karena Fane, keluarganya akan hidup mewah. Kakak perempuannya adalah ahli waris keluarga Taylor saat itu. Seharusnya tidak ada orang yang berani mempermalukan mereka.


"Xena, kau harus memikirkan ini baik-baik Meskipun Ben seorang Taylor, kau harus tahu di mana dia berdiri karena dia tinggal di tempat


kumuh seperti itu, haha!"


"Kamu cantik jadi sayang sekali kalau menikah dengannya. Kamu akan miskin selama sisa hidupmu!"


Setelah mencibir, Cecilia menghampiri Ben untuk membuatnya makin kesal.


Xena tersenyum malu-malu lalu menjawab, " Kakak, kau terlalu baik. Ben baik padaku dan aku suka dia apa adanya. Aku belum memikirkan hal lain. Selama aku bahagia, aku baik-baik saja!"


"Cecilia, kau terlalu arogan. Itu bukan urusanmu, kan? Kau hanya cemburu karena kau tidak punya pacar, iya 'kan?"


Ben tidak tahan lagi. Dia akhirnya membantah Cecilia.


"Apa katamu? Aku tidak perlu cemburu. Bukannya aku tidak mau punya pacar, hanya saja aku belum menemukan laki-laki yang memenuhi standarku. Kalau aku mau, aku pasti bisa mendapatkan pria yang kaya, berkuasa, dan mampu melindungiku. Bukan orang sepertimu. Ah, hanya perempuan bodoh yang mau denganmu!" Kata Cecilia sinis sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.


"Kakek, apa ada sesuatu yang harus dirayakan hari ini?"

__ADS_1


Bersambung.....


Terima kasih


__ADS_2