Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 98


Setelah Sonia pergi, Selena bersandar di kursinya dan mengerutkan kening. "Sepertinya pengawas ini tidak senang denganku. Selain itu, dia juga memaksaku untuk mentraktir semua karyawan. Kalau aku berkata tidak, dia mungkin akan menjadikan aku bahan gosip sebagai manusia pelit yang tidak mau keluar uang untuk mereka setelah aku diangkat menjadi manajer!" Selena menghela napas panjang.


"Yah, mau bagaimana lagi. Untungnya, kemarin Fane memberi uang 900 ribu dolar dan ibuku memberiku 100 ribu dolar. Seharusnya segitu cukup buat makan-makan."


Selena tersenyum pahit dan tidak lagi mengkhawatirkan hal itu.


***


Pada saat yang sama, seorang pria berusia lima puluhan memasuki kediaman keluarga Taylor dengan penuh semangat. Dia segera memanggil Zeus Taylor dan anggota keluarga Taylor lainnya.


"Paman Timmy, ada apa?"


Ivan menyapa dengan malas sambil mengamati pria di depannya.


Ivan sedang dalam suasana hati yang buruk saat ini. Kemarin dia berencana membuat pesta perayaan di hotel dan memamerkan prestasinya kepada Selena dan yang lainnya, tetapi ternyata semua berantakan.

__ADS_1


Tanpa diduga, justru Ivan yang akhirnya malu sendiri.


Setelah sadar dari mabuknya, dia mendapat info kalau Tanya Drake dengan butanya telah menyewa sampah seperti Fane untuk menjadi pengawal keluarga Drake. Bahkan Fane dibayar 20 juta per bulan.


Selain itu, Ivan juga terkejut dengan berita bahwa Selena pun berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan keluarga Drake. Tanya mempekerjakannya sebagai manajer proyek.


"Ada dua hal, yang satu tentang Fane dan yang kedua tentang Selena! Kabar buruk tentang Fane, dan kabar baik tentang Selena!"


"Mana yang ingin kau dengar lebih dulu?" Timmy menyeringai dan bertanya.


Timmy melanjutkan. "Seorang karyawan perusahaan kita kebetulan melewati kediaman Drake hari ini. Coba tebak apa yang dilihatnya?"


Zeus Taylor kesal, dia mengeluh dengan dingin. "Kenapa kau terus menyuruh kami untuk menebak? Langsung bilang saja, jangan sok misterius!"


Timmy cemberut tapi langsung berkata, "Dia melihat Fane tiba di kediaman keluarga Drake dengan skuter listrik. Haha, tapi intinya adalah, Fane berkelahi!"


Sambil berbicara, Timmy mengeluarkan ponsel, meluncurkan aplikasi WeChat, lalu mengklik sebuah video yang dikirimkan kepadanya. "Lihat, video ini diambil oleh karyawan itu. Cih... ck...ck... Tidak ada yang membolehkan masuk ke rumah tapi dia bersikeras. Pada akhirnya, Fane merobohkan beberapa pengawal yang menjaga gerbang itu ke tanah!"

__ADS_1


"Benarkah!?"


Ivan menatap Timmy dengan sangat gembira. Dia berpura pura bingung, "Aneh, bukankah dia sudah diterima bekerja? Mengapa mereka tidak mengizinkan berandalan itu masuk?"


Cecilia bahkan tidak mau memikirkan keanehan itu. Dia mengambil satu langkah ke depan dan berkata, "Apa kau masih perlu membicarakan bedebah itu? Kau tidak melihat sikapnya kemarin. Dia sangat arogan, bersikap seolah-olah Tanya yang memintanya untuk menjadi pengawal. Dia sangat sombong sekali dengan meminta gaji 20 juta per bulan. Ditambah lagi, Fane hanya mau menerima tawaran itu apabila Selena diterima bekerja di keluarga Drake. Lalu menurutmu apa Tanya benar-benar mau menerima mereka?"


Setelah berkata seperti itu, Cecilia berhenti sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya. "Tanya hanya mempermainkan anak itu. Dia hanya menjadikan Fane sebagai bahan lelucon dan saat dia mulai masuk hari ini, semua berakhir dengan kekacauan."


"Aduh!"


Timmy menepuk pahanya. "Jadi itu kabar buruknya. Ingat, kita kemarin juga bilang kalau dia adalah menantu keluarga Taylor. Aku sedang berpikir untuk bisa lebih dekat dengan keluarga Drake ... Apakah rencanaku ini akan menyinggung perasaan keluarga terpandang itu?"


Ivan langsung mengangguk. Hanya saja keluarga Drake tidak menyangka kalau Fane berani melukai pengawal pengawal mereka. Fane menceburkan dirinya sendiri ke dalam masalah yang sangat besar."


Bersambung........


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2