Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 196


"Tidak mungkin. Ibumu bukan orang seperti itu, bunuh diri hanya karena merasa kesal!"


Fane tersenyum pahit. Meskipun dia tidak tahu kehidupan Fiona di masa lalu, dia sudah bisa mengetahui wataknya selama beberapa hari terakhir. Fiona menyukai uang. Dia sangat, sangat menyukainya.


Bagaimana mungkin orang seperti itu bisa mencoba bunuh diri cuma karena kesal?


Selena mulai panik. "Sayang, apa yang harus kita lakukan? 3,8 juta dolar! Orang tuaku menaruhnya di dalam karung goni besar dan akan dibawa ke bank. Siapa sangka, di depan pintu bank, mereka dirampok oleh dua orang perampok yang mengendarai sepeda motor!"


Mendengar itu, Fane menarik nafas tajam. Uang 3,8 juta dolar itu banyak sekali, tapi dirampok dengan mudah.


Untuk hal-hal lain, Fiona tidak akan berbuat seperti itu. Tapi, uang sebanyak itu sangat mungkin bagi seseorang yang sangat menyukai uang akan mengakhiri hidupnya sendiri, seperti Fiona.


"Bagi kami, mendapatkan uang sebanyak itu sungguh sangat susah. Ibuku bahkan berpikir untuk mencari rumah. Siapa yang tahu di depan bank, mereka akan..."


Suasana hati Selena langsung memburuk. Dengan hilangnya uang tersebut dalam sekejap, hati Selena terasa miris, apalagi sekarang dia sangat membutuhkan uang tersebut.

__ADS_1


"Selena, jangan khawatir. Meskipun aku tidak memiliki banyak uang, uangku tidak akan mudah dicuri oleh siapa pun begitu saja!"


Fane meyakinkan Selena dengan ekspresi tenang.


Setelah mengatakan itu, dia mengerutkan kening lagi, bertanya, "Tapi, aku ingin tahu... Kau mengatakan orang tuamu memiliki lebih dari tiga juta dolar di tangan, tetapi mereka memasukkannya ke dalam karung goni yang tidak mencolok. Mereka juga berpakaian sangat santai. Bagaimana para perampok itu tahu kalau karung itu berisi uang? Selain itu, mereka dirampok saat mereka turun dari skuter?"


Mendengar kesimpulan Fane, Selena tertegun sejenak. Eh, setelah aku pikir-pikir, memang terlalu kebetulan sih. Mungkinkah semua itu sudah direncanakan?"


Selena menggigit bibir merahnya yang seksi dan sedikit mengernyit, berpikir keras.


"Tidak mungkin, atau mungkinkah?" Setelah berpikir beberapa lama, Selena bergumam pelan.


Fane langsung bertanya.


"Aku pikir itu mungkin saja Xena!"


Selena kemudian melanjutkan, "Aku tidak pernah menyukai gadis itu! Selain itu, dia bermuka dua. Keluargaku tidak tahu orang macam apa dia, terutama saudara laki-lakiku. Dia mencintai Xena. Kalau pun aku memberitahunya tentang Xena, Ben tidak akan pernah percaya! "

__ADS_1


"Apa maksudmu dengan memberitahu Ben tentang Xena?!"


Fane bingung.


Selena memandang Fane, lalu menambahkan, "Aku selalu menentang adikku memacari Xena. Aku sudah melihatnya beberapa kali. Saat itu larut malam, dan dia terhuyung huyung keluar dari sebuah bar dengan beberapa pria muda kasar dengan rambut dicat. Xena merokok dengan mereka. Saat seperti itu, dia hanyalah seorang gangster perempuan. Apalagi dia punya tato di dadanya. Aku tidak menyukainya!"


Selena berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Suatu hari, aku melihat seorang pria memeluk pinggangnya. Meskipun hanya beberapa detik sebelum pria itu melepaskannya, aku rasa hubungan mereka tidak sekedar teman biasa."


"Kau tidak memberi tahu adikmu tentang hal itu?"


Fane bertanya.


Selena terkekeh getir, "Tidak. Adikku tidak berbuat apa apa selama ini. Dia hanya suka bermain game di warung internet. Begitulah cara dia bertemu Xena. Mereka bermain game bersama!"


"Aku paham."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen....


Terima kasih


__ADS_2