
Bab 128
"Ya. Berandal itu cukup tangguh. Kami bukan lawannya karena jumlah kami sedikit."
Ned mengomel, "Tuan Howard, bajingan itu secara tidak langsung menghinamu. Kami mengatakan kepadanya kalau kami adalah anak buahmu, tapi dia justru mengatakan kalau kau bukanlah siapa-siapa, hanya sampah yang tidak berguna!"
"Brengsek! Dia berani meremehkanku, 'Tuan Howard Yang Agung'?"
Ini mungkin untuk pertama kalinya dia merasa tidak dihargai. Dia sangat marah sampai nyaris melepehkan seteguk darah.
Dia telah menggunakan tinjunya untuk menaklukkan singgasana yang dia duduki saat ini. Klan Dewa Naga digelari sebagai salah satu klan yang disegani di kota ini. Mereka bukan penghuni teratas di piramida rantai makanan, tapi tak seorangpun dengan sembarangan berani memprovokasi mereka.
Organisasi-organisasi bawah tanah seperti klan Dewa Naga ini biasanya tidak mau ikut campur dalam urusan urusan yang berhubungan dengan para bangsawan. Mereka tidak mau memulai perkelahian yang tidak perlu.
Itulah mengapa dia tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya lebih lanjut. "Ngomong-ngomong, apa bajingan itu seorang aristokrat?"
"Bukan. Jangan khawatir. Berandalan itu hanyalah prajurit biasa; veteran perang. Dengan kata lain, dia adalah seorang bajingan yang terlalu percaya diri, dan orang yang suka ikut campur urusan orang lain."
"Banyak veteran perang berkeliaran belakangan ini" tambah Ned. "Banyak yang jenisnya seperti si bajingan ini!"
__ADS_1
Howard tidak mau repot-repot bertanya tentang keseluruhan situasinya. Dia sudah memutuskan kalau berandalan itu harus mati setelah memanggilnya 'sampah'..
Howard berpikir sebentar. "Berapa banyak orang yang kau butuhkan? Aku akan meminta Scar untuk membawa anak buahnya bersamamu!"
"50—"
Alis Ned berkerut. Dia kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak tidak 50 terlalu sedikit, bajingan itu terlalu tangguh. Kami membutuhkan setidaknya 200, dan kami ingin mereka bersenjata."
"200?"
Howard terkejut dengan jumlah orang yang diminta Ned. Dia tidak pernah berpikir kalau si berandalan setangguh itu.
"Benar sekali, aku mendengar kalau berandalan itu bertugas di medan perang selama lima tahun. Dia sering berhadapan dengan kematian sebelumnya. Dia sangat terampil!"
"Baiklah kalau begitu!"
Howard mengangguk, pandangannya beralih ke seorang pria di sampingnya. Ada bekas luka yang terlihat menakutkan menghiasi wajahnya. "Scar, bawa anak buahmu dan persenjatai mereka," katanya dingin.
"Untuk operasi ini, kau berada di bawah komando Ned!"
__ADS_1
"Baik, Tuan!"
Pria berwajah bekas luka itu tidak membuang waktu. Dia menyiapkan anak buahnya dan pergi bersama Ned.
***
Saat itu, Kylie sudah lama tertidur lelap.
Sementara Fiona dan yang lainnya berada di taman, terengah-engah tidak sabar menunggu Fane dan Selena pulang.
Joan mengamati ekspresi Fiona yang berada di sampingnya. "Fiona, tolong jangan terlalu marah," katanya lembut. "Anakku tidak akan terlibat dalam masalah apa pun, aku yakin. Dia bukan orang yang gegabah!"
Pfuih!
Fiona membuang ludah. "Jangan panggil aku Fiona seolah olah kita ini teman dekat. Anakmu berkelahi dengan pengawal Drake. Apa itu bukan mencari masalah namanya? Kami semua melihatnya sendiri. Dia terlibat dalam masalah besar, tapi jangan menyeret keluarga Taylor ke dalamnya!"
Xena segera membusungkan dada. "Tepat sekali. Selena bahkan menelepon kami pada sore hari, meminta Mama Fiona memberinya 300 ribu untuk makan malam. Apa itu mungkin?" Dia berkomentar dengan nada merendahkan.
"Apa dia sungguh-sungguh membutuhkan uang sebanyak 300 ribu dolar hanya untuk mentraktir teman-temannya makan? Jelas sekali kalau Fane yang terlibat dalam masalah besar!"
__ADS_1
Bersambung......
Terima kasih