Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 147


Sonia berhenti sejenak sebelum dia melanjutkan, "Tuan Muda Ivan, aku beri tahu sesuatu ya. Dulu, orang- orang dari suplier bahan bangunan tidak akan membicarakan hal seperti ini langsung dengan manajer kami. Mereka akan menemuiku, supervisor, dan berdiskusi denganku lebih dulu!"


"Denganmu? Sebagai supervisor kau bisa membuat keputusan dan kita bisa langsung menandatangi kontrak?"


lisshh!


Sonia menahan napas saat mendengar tawaran Ivan, Pastilah dia mau menerima uang sebanyak itu tapi supervisor tidak punya kewenangan untuk membuat keputusan. Keputusan final selalu ada di tangan manajer. Makanya dia hanya bisa menerima hadiah-hadiah kecil seperti teh di sepanjang karirnya sebagai supervisor. Posisinya tidak memungkinkan dia menerima hadiah mahal.


Inilah salah satu alasan kenapa Sonia ingin menjadi manajer.


Seketika mata Ivan menjadi cerah dan dia bicara dengan bersemangat. "Nona Sonia, aku akan sangat berterima kasih padamu jika kau bisa menandatangi kontrak denganku! Aku bisa memberimu paling tidak dua puluh atau tiga puluh juta!"

__ADS_1


Dia pikir suatu hari dia akan menjadi manajer sampai kemudian Selena muncul. Dia sangat murka sampai nyaris muntah darah.


"Sebanyak itu?!"


Sonia berusaha tetap kalem. Akan sangat menyenangkan kalau dia adalah manajer karena proyek ini akan mendatangkan banyak uang buat dia.


Walaupun biasanya, setelah manager pengadaan menyetujui, kontrak masih harus ditanda tangani oleh manajer umum. Manajer umum selalu sibuk sehingga dia tidak membaca isi kontrak dengan teliti. Biasanya, dia hanya akan menandatanganinya setelah kontraknya benar benar siap.


Maka dari itu, posisi manajer pengadaan di perusahaan ini bisa meraup banyak keuntungan.


Ivan tertawa, "Aku bermaksud memberi Selena komisi dua puluh juta. Sayang sekali perempuan itu keras kepala dan sedikit gila!"


"Tuan Muda Ivan, aku tidak bisa membuat keputusan akhir tapi aku bisa membantumu menemukan caranya!" Sonia memutar bola matanya.

__ADS_1


"Apa yang bisa kamu tawarkan?" Ivan agak sulit memercayai kata-kata Sonia.


"Gampangnya begini. Semua suplier bahan bangunan harus menemuiku dulu. Tugas utamaku adalah berdiskusi dengan mereka dan memilih material mana yang akan dipakai. Aku akan memilih beberapa untuk masuk ke dalam daftar tersaring' dan mengajukan daftar itu kepada manajer agar dia bisa mempelajari lebih lanjut!"


"Dalam proses ini aku bisa merekomendasikan keluarga taylor kepada Selena. Aku bisa membuat beberapa perubahan kecil pada data suplier-suplier lain, membuat harga- harga mereka jadi tidak masuk akal, bahkan bisa melempar proposal mereka ke tempat sampah!"


Sonia menyeringai. "Apakah kau pikir cara ini bisa membantumu? Selena tidak punya pilihan lain selain menandatangani kontrak yang aku ajukan setelah aku menyingkirkan semua data dari pesaing-pesaingmu. Kalau kau langsung datang padanya, tentu saja itu akan menjadi bahan gosip. Akan berbeda ceritanya kalau aku yang merekomendasikan padanya, tanggung jawabnya akan ada pada diriku."


"Hebat sekali! Idemu sangat brilian. Selena tidak akan takut orang lain bergosip tentang dia kalau kita melakukan cara ini. Dia pasti ragu- ragu karena dia seorang anak yang berbakti dan dia tahu kalau ini adalah ide kakek kami!"


"Dia juga tidak akan menyalahkanmu sebagai kambing hitam. Aku sangat mengerti dia, rencana ini kemungkinan besar akan berhasil! " Ivan senang luar biasa. "Tapi, bukankah dia akan menyadari ada sesuatu yang salah kalau kau menyingkirkan suplier-suplier lain?"


Bersambung......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2