Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 194


"Arghhh!"


Dylan melengkingkan jeritan yang menjijikkan saat dia merasakan tulangnya hampir hancur. Rasa sakit yang menyiksa itu menyebabkan pembuluh darah di keningnya menonjol dan matanya melebar.


"Brengsek! Apakah kau tahu siapa aku? Aku adalah seorang manajer pabrik dengan lebih dari seribu orang di bawahku. Kau berani menyerangku?" Dia berteriak pada Fane dengan gigi terkatup.


"Para orang tua yang baik, tolong jangan berkelahi. Kita bisa membicarakan ini baik-baik!" Guru dan kepala sekolah taman kanak- kanak semuanya kaget. Mereka tidak menyangka akan ada perkelahian di


hari pendaftaran.


"Manajer pabrik? Hehe, aku tidak peduli kau itu manajer apa. Hal itu tidak membuatmu bisa menindas putri dan istriku. Jika tidak, aku akan memastikan pabrikmu tutup hanya dengan satu panggilan telepon!"


Fane terkekeh. Dia lalu membanting Dylan ke samping dengan sebuah dorongan.


Dylan yang tampak besar sebenarnya agak lemah. Fane tidak menggunakan banyak kekuatannya tetapi dia akhirnya jatuh ke tanah dan mendarat dengan punggungnya.


"Aduh!"


Dylan berseru.


Dia kemudian bangkit kembali dengan susah payah dan memijat pantatnya.


"K-k-kau sampah yang tidak berguna. Bagaimana kau bisa kalah dari banci kurus seperti dia!"


Setelah melihat suaminya sendiri tidak dapat diandalkan, Rachel menjadi semakin frustrasi.


"Aduh. Dasar kau berandalan. Aku tantang kau untuk menunggu di sini. Tunggu saja!" Dylan menunjuk Fane dengan marah.

__ADS_1


Dia tahu bahwa kekuatan Fane hebat dan dia bukan tandingannya. Dengan kenyataan itu, dia dengan cepat membuat sebuah panggilan telepon.


Saat sampai di pintu, dia berbalik dan menatap Rachel. " Sayang, jangan khawatir. Aku baru saja menelepon. Sialan, beraninya dia menindas istriku!"


"Dasar berandalan. Kau sudah tamat! Aku ingin kau tahu bahwa hari ini kau tidak akan meninggalkan taman kanak kanak ini!" Rachel mendengus dengan marah.


"Minta maaf kepada putri dan istriku!"


Fane tidak peduli dengan Dylan. Sebaliknya, dia mengalihkan perhatiannya ke Rachel dan menuntut dengan dingin.


"Hmph, kau ingin aku meminta maaf? Teruslah bermimpi!" Rachel menjawab sambil memasang ekspresi arogan.


Sreeeeet!


Tanpa diduga, detik berikutnya, Fane mengulurkan tangannya dan merobek lengan baju Rachel yang satunya lagi. Kemeja putihnya tiba-tiba berubah menjadi tanpa lengan dan membuatnya terlihat menyedihkan.


"K-k-kau! Dasar brengsek. Beraninya kau merobek bajuku? Dasar cabul! Sayang, dia seorang manusia cabul-" Rachel mulai berteriak.


Ekspresi Fane begitu gelap dan tidak memberi mereka ruang untuk bernegosiasi.


"Berani kau?"


Rachel mengambil satu langkah ke depan, lalu membusungkan dadanya.


"Satu."


"Dua."


Fane mengabaikan tantangan Rachel dan mendekatinya saat dia menghitung. Dia lalu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"A-aku-aku salah. Ini kesalahanku, oke?"


Melihat Fane cukup gila untuk merealisasikan ancamannya, Rachel hampir menangis. Dia mundur beberapa langkah dan kemudian menutupi dadanya dengan tangannya. Dia takut Fane akan menyentuhnya.


Selena tertegun oleh pemandangan itu. Orang ini benar benar berkulit tebal, ya?


Namun, ancaman itu tampaknya cukup efektif. Jika tidak, bagaimana mungkin Rachel bisa mengakui kesalahannya? Namun demikian, dia jelas tidak tulus!


"Lupakan saja. Ayo kita pergi!"


Melihat Rachel bersikap seperti itu, amarah Selena pun mereda. Dia tidak berniat tinggal lebih lama lagi.


"Tentu, apapun yang kau katakan, Sayang!"


Fane mengangguk. Dia lalu mengangkat Kylie dari lantai dan menggandeng Selena menuju pintu keluar.


Rachel menatap punggung Fane. Tatapannya dipenuhi dengan ekspresi kejam sekaligus keluhan.


Si Selena Taylor itu... sudah bertahun-tahun setelah lulus, namun dia masih bisa memerintahku dan benar-benar membuatku malu hari ini.


Dylan maju menghentikan Fane ketika melihat mereka hendak pergi.


"Ada apa? Kau ingin pergi? Tetaplah di sini, dasar brengsek. Aku menantangmu untuk tetap tinggal!"


Rachel diam-diam mengikuti mereka dan mencoba melihat apakah orang-orang yang dipanggil suaminya telah datang.


Bersambung....


Jangan lupa like....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2