Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 127


Selena tengah memikirkan sesuatu. Dia menepuk bahu Fane dari belakang. "Tunggu. Berhenti!"


Fane segera mengerem skuternya dan menepi. "Kenapa?"


"Dan Jameson adalah petarung yang hebat, tapi dia bahkan tidak melayangkan pukulan melawanmu. Dia langsung meminta maaf kepadamu."


"Dia memberitahu Meyer kalau kau adalah seseorang yang bahkan seorang Ken Clark pun tidak bisa menyentuhmu. Kenapa? Siapa kau sebenarnya?"


Selena bertanya, wajahnya berubah cemberut. Dia mencurigai Fane.


Fane tersenyum masam setelah mendengar itu. "Aku seorang veteran perang; itu sebabnya. Dan pernah melawanku sekali sebelumnya, meskipun itu bukanlah pertarungan yang hebat. Kami taruhan dengan cara adu panco. Dia kalah dan memotong jarinya sendiri karena dia tahu kekuatannya tidak seberapa dibandingkan aku. Harus aku akui kalau orang itu adalah pria sejati. Itulah kenapa Ken Clark takut padaku..."


Fane berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Coba kau bayangkan. Bahkan petarung terbaik dari keluarga Clark bukan tandinganku. Bukankah wajar kalau Ken Clark takut padaku? Apa dia tidak takut aku akan melenyapkannya? Aku punya kekuatan untuk melakukannya!"


Adu panco?

__ADS_1


Selena memasang ekspresi aneh. Dia tidak pernah menyangka suaminya akan menggunakan cara seperti itu untuk membuktikan kekuatannya kepada orang lain.


"Mm-hm! Aku pergi begitu saja setelah dia kalah. Aku tidak pernah berharap orang itu benar-benar memotong jarinya. Anggap saja malam ini aku tidak membunuh Meyer sebagai pengampunan untuk menjaga martabatnya."


Fane berbicara sambil menganggukkan kepalanya.


"Kau luar biasa, Suamiku!"


Selena melihat wajah gagah suaminya. Dia kemudian berkata, "Pria bernama Dan itu adalah pria sejati, tapi sayangnya dia mengikuti tuan yang salah. Ken jelas salah satu manusia terburuk yang pernah aku kenal. Dia tidak seburuk itu sebelumnya, tapi aku akhirnya tahu bagaimana pria itu benar-benar menjadi monster setelah dia mencoba menghancurkan rumah kita dengan anak buahnya!"


Perlahan, pandangannya menyapu bibir merah muda Selena. "Sayang, kenapa kita tidak bikin anak lagi?" dia berkata menggoda.


"Aku sangat mabuk malam itu, lima tahun yang lalu. Aku hampir tidak ingat apa yang terjadi. Yang aku ingat hanyalah kau yang memulai perbuatan itu!" kata Fane mengingat malam pertama mereka lima tahun yang lalu.


Pipi Selena langsung merona. "Jangan bicarakan itu lagi. Sangat memalukan. Aku marah pada kakekku saat itu karena dia menikahkan aku dengan orang yang tidak aku kenal. Meskipun itu adalah pernikahan palsu, tapi tetap saja itu acara pernikahan, 'kan. Bagaimana mungkin aku, Selena Taylor, berpura-pura menikah?"


"Maafkan aku... waktu itu aku ingin menyelamatkan ibuku. Aku tidak punya pilihan selain melakukan itu."

__ADS_1


Fane perlahan menghembuskan napas. "Jangan khawatir, Selena. Tidak apa-apa jika kau menyesali pernikahan kita lima tahun lalu. Kau tidak perlu mengatakan apa-apa; Aku mengerti. Dan jangan khawatir aku akan mengadakan resepsi pernikahan yang besar untukmu!"


Selena menekan bibirnya. "Baiklah. Aku akan pegang kata katamu."


Lalu Selena memikirkan hal lain. "Tapi ulang tahun ke-70 Kakek sebentar lagi," katanya sambil merengut. "Ibuku juga bersikeras menagih hadiah uang darimu. Kita akan mendapat masalah kalau kita tidak bisa mendapatkan uang sejumlah itu. Kau baru saja mulai bekerja, dan kemungkinan tercepat kau mendapat gaji adalah dalam beberapa hari lagi. Sepertinya kita tidak bisa membawa uang tepat di hari ulang tahun kakek."


"Jangan khawatir, sayang. Tidak masalah kalau uang bisa menyelesaikan masalah!"


***


"Apa? Kalian semua dihajar?"


Seorang lelaki tua berdiri di sebuah vila, dengan rambut putih menghiasi bagian tengah kepalanya. Dia menatap pria bertato di depannya. "Siapa dia? Siapa yang berani mengalahkan anak buahku? Apa dia punya keinginan untuk mati?"


Bersambung....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2