Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 166


"Ya Tuhan! Pria botak itu adalah master taekwondo sabuk hitam, bahkan sudah tingkat enam!"


"Ya! Sangat mengesankan!"


Dua pedagang kaya langsung berseru saat mereka menyaksikan pemandangan itu.


Gedebuk!


Sayangnya pada detik berikutnya, semua orang dibuat bingung karena mereka semua melihat Lana melepaskan pergelangan tangannya dan dengan cepat mengepalkan tinjunya, langsung mengarah ke paha pria itu.


Gelombang kekuatan yang dahsyat langsung mengirim pria botak itu terbang kemudian mendarat di tanah dua meter jauhnya.


Pria botak itu kembali berteriak kesakitan saat tubuhnya menghantam tanah.


"Jadi, sepertinya sabuk hitam tingkat enam tidak lebih dari ini!"


Lana terkekeh, sama sekali tidak senang.


"Wanita itu sekuat ini?"


Mereka semua terkejut, sekali lagi, ketika menyaksikan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Bajingan, ayo kita kejar mereka!"


Pria botak itu mengertakkan gigi dan ketika dia bangkit dari tanah, dia menyadari bahwa kulit di telapak tangannya telah terkelupas. Dia merasa sangat terhina karena dilihat oleh banyak orang hebat saat ini.


"Aaah!"


Dalam sekejap, orang-orang yang memegang pipa besi segera melesat ke depan sekaligus.


Tentu saja, ada juga beberapa master sabuk hitam dalam kelompok itu.


"Butuh bantuan? Meskipun kau terlihat bisa mengatasi mereka sendirian, tetapi sebagai lelaki terhormat aku tetap harus bertanya!"


Ekspresi Fane terlihat tenang saat dia berdiri menonton.


Tidak ada rasa takut di wajah Lana saat dia berdiri menghadapi orang-orang yang tengah menyerbu ke arahnya. Sebaliknya, dia malah mendekati mereka sendirian.


Gedebuk! Gedebuk!


Tidak butuh waktu lama untuk membuat sebuah pemandangan yang membingungkan terjadi. Tidak peduli apakah mereka master sabuk hitam atau preman biasa, mereka semua telentang di tanah dalam waktu kurang dari dua menit sambil berteriak kesakitan.


"Katakan padaku, Botak, apa yang kalian cari? Apakah kalian berencana untuk mengambil mutiara bercahaya ini dariku? Siapa yang menyuruh kalian?"


Lana akhirnya berjalan di depan pria botak itu lalu menanyainya dengan nada dingin. Dia memancarkan aura yang menakutkan.

__ADS_1


"Mati kita sekarang, Tuan Muda. Ada begitu banyak orang, bahkan ada banyak master sabuk hitam, dan mereka masih bukan tandingan dua orang itu!"


"Seandainya si pria botak itu mengadukan kita, apakah kita akan dihajar juga?"


Pengawal pribadi Neil sangat ketakutan, kakinya gemetar karena dia merasa sedikit lemah. Dia mendengar Neil mengatakan bahwa Fane sangat kuat. Mengapa dia merasa bahwa wanita kaya ini bahkan lebih menakutkan daripada Fane?


Meskipun dia belum pernah melihat Fane mengeluarkan kekuatannya tetapi berdasarkan kemampuan bertarung yang wanita itu tunjukkan sebelumnya, dia saja sudah sangat menakutkan.


Dalam hatinya pria itu sadar kalau dia sama sekali bukan tandingan Lana.


"Jangan panik, bukankah si botak dan anak buahnya mengatakan sebelumnya kalau mereka bisa menjaga rahasia? Mereka tidak akan pernah mengadukan kita!"


Neil sebenarnya sangat khawatir. Dia mencoba untuk tetap tenang saat mengatakan itu, sambil menelan ludah.


"Kami-kami baru saja lewat. Kami hanya mendekat setelah kami menyadari betapa menariknya Anda!"


Pria botak itu dengan licik menjawab, dia mengarang alasan dengan cepat begitu menyadari situasi sudah berubah.


Setelah selesai berbicara, dia melihat kaki Lana yang panjang dan seksi dari posisinya yang terbaring di lantal. Hidungnya hampir berdarah dan dari sudut pandangnya, akan sangat memalukan buat Lana kalau dia tidak mengenakan celana pengaman!


"Hehehe, hanya lewat?"


Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2