Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 429


"Tentu saja!" Pemilik vila tersenyum dengan tenang. "Ingat, bagaimanapun juga, ini hanya antara kau dan aku. Lebih baik kau tidak menyebutkan semua ini begitu kau keluar dari ruangan ini. Dia suka mengoleksi barang antik dan barang berharga lainnya, meskipun dia tidak terlalu peduli dengan uang. Lagi pula, dia adalah Raja Perang bintang tujuh. Negara harus memberinya puluhan miliar sebagai hadiah setiap kali dia kembali dari pertempuran."


Miller berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Terlebih lagi, dia menyukai wanita cantik. Tidak banyak orang yang tahu tentang ini, dan aku hanya mendengarnya dari seorang marsekal."


Jadi seperti itu dia!"


Koki itu mengangguk. "Kalau kau tahu apa yang dia suka, maka kau harus bisa menyesuaikan acaranya agar sesuai dengan seleranya, Tuan Miller."


"Itu benar, meskipun Magnus Sutherland menyembunyikan sisi dirinya dengan cukup baik..."


Miller mengangguk lalu melihat arlojinya. "Baiklah, waktunya sudah hampir tiba. Beri tahu koki yang lainnya kalau kita harus menyajikan semua hidangan selambat - lambatnya jam 12 siang. Tidak boleh ada kesalahan, mengerti?"


Miller kemudian meluruskan kerah bajunya lalu pergi keluar. "Aku akan keluar dan melihat-lihat. Seharusnya ada banyak tamu di luar. Aku harus pergi dan memperkenalkan diri kepada mereka."


Saat ini, Fane tiba sendirian di pintu masuk Vila Carefree.

__ADS_1


"Salam, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


Seorang pelayan melangkah ke arah Fane, tersenyum dengan sopan.


"Aku..." Fane terdiam sesaat, dia berpikir sejenak. Setelah beberapa saat, dia melanjutkan, "Aku ke sini untuk berpartisipasi dalam pertemuan para veteran perang. Mengenang Kenangan Pertempuran'!"


Seorang pelayan menyeringal. "Saya tahu, Tuan datang ke sini untuk pertemuan, Tuan. Saya ingin mengetahui status dan pangkatmu. Izinkan saya memroses pendaftaran untukmu, dan tuan kami telah menyiapkan lencana peringatan untuk semua orang di acara ini. Tuan dapat menyematkan lencananya di pakaianmu!"


Fane berpikir sejenak sebelum menjawab, "Aku hanya prajurit biasa. Karena Raja Perang mengadakan pertemuan, aku ke sini hanya untuk bertemu dengan beberapa teman dan mengobrol sambil minum!"


Senyum di wajah pelayan itu menghilang perlahan saat dia mendengar bahwa Fane adalah seorang prajurit biasa.


Pelayan menggumam sebelum pergi, dia sudah kembali dengan lencana yang terbuat dari perunggu. "Ini adalah lencana peringatan untukmu, Tuan, dan Tuan boleh memakainya sendiri. Terima kasih telah mengunjungi Vila Carefree. Kami harap Tuan bisa bersenang-senang di sini."


"Baik!"


Fane tersenyum pada si pelayan sebelum pergi, bersiap untuk mengenakan lencananya.

__ADS_1


Di saat yang sama, seorang wanita berambut pendek dengan poni lurus berjalan menuju pintu masuk. Dia memiliki sikap pantang menyerah, dan sekilas orang bisa tahu bahwa dia adalah seorang veteran perang.


"Salam, Nyonya..."


Pelayan pergi untuk menyambutnya dan memberikan salam pembuka yang sama.


Wanita itu tersenyum setelah pelayan selesai berbicara." Aku hanya komandan kepala. Apakah aku harus mendaftarkan namaku?"


"Oh, tidak perlu. Ini lencana peringatanmu. Selamat datang di pertemuan itu. Ini, biarkan saya memakaikannya untukmu. Nyonya memiliki fisik yang hebat! Aku iri!"


Pelayan itu tersenyum saat dia membantu wanita itu memasang lencana.


Fane melihat ke lencana wanita itu, lalu ke lencana miliknya. Dia mengerutkan alisnya.


Lencana itu hanya sebesar ibu jarinya. Di atasnya tertulis Mengenang Kenangan Pertempuran, dan di bawahnya ada 'Vila Carefree' dengan huruf yang lebih kecil.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih


__ADS_2