
Bab 38
Tidak lama setelah mendengarkan cerita Fane, Kylie pun tertidur.
Sementara itu, Tanya sudah sampai
di rumah keluarga Drake. Dia langsung pergi menemui ayahnya.
"Bagaimana? Apakah kau sudah bertemu pria bernama Fane?"
James bertanya pada Tanya dengan penuh semangat begitu dia melihat putrinya.
Tanya menuang setengah gelas anggur untuk dirinya sendiri. Dia memutar pelan gelas itu sebelum menyesap isinya. Kemudian dia berkata, "Ya, aku melihatnya. Dia cukup tampan dan hebat!"
James agak kesal mendengar jawaban Tanya. "Apa aku menyuruhmu untuk mengagumi wajahnya? Aku memintamu untuk berteman dan tetap berhubungan dengannya. Anggap saja seperti memiliki teman lain. Meskipun dia tidak sepenting Dewi Perang Lana, mereka sangat akrab. Intinya, si Fane dan Lana berteman sangat baik. Dengan berteman dengan Fane, kita bisa belajar banyak hal tentang Dewi Perang Lana. "
Tanya menyesap anggurnya lagi. Dia meletakkan gelasnya di atas meja lalu berkata dengan sungguh- sungguh, "Ayah, aku tidak mengerti. Jika kita harus berteman dengan Dewi Perang dari Provinsi Tengah itu mengapa kita tidak berteman langsung dengan Lana saja? Meskipun mungkin status Fane cukup tinggi, dia tidak bisa lebih penting dari Dewi Perang Lana, kan?
"Haha, kamu tidak tahu apa-apa."
__ADS_1
Sorotan mata James terlihat
bijaksana. Dia mengambil gelas lalu
menuang anggur untuk dirinya juga.
Dia kemudian duduk di sofa,
menyilangkan kaki, dan berkata,
"Lana adalah wanita yang sangat dingin. Mendekati dia bukanlah tugas yang mudah. Dia sudah menerima rumah Dewi Perang yang kuberikan padanya. Lagipula, aku tidak tahu wanita seperti apa dia dan juga keinginannya! Aku tidak tahu lagi bagaimana bisa mendekatinya!"
Tanya mulai mengerti maksud ayahnya setelah mendengar apa yang James katakan. Dia menganggukkan kepala, "Aku tahu apa yang Ayah maksud sekarang. Maksud Ayah, Dewi Perang Lana tidak membutuhkan bantuan kita, tapi Fane akan membutuhkannya. Selama kita tetap berhubungan dengan Fane dan membantunya, itu sama saja seperti kita membantu Lana!"
James tersenyum dan menyesap minumannya saat dia mulai memuji Tanya, "Kau memang benar-benar putriku. Kau langsung mengerti. Membantu Fane berarti membantu teman Dewi Perang Lana. Jadi jika suatu hari kita membutuhkan bantuan Lana, dia pasti akan membantu kita!"
Kemudian James bertanya lagi, '
Sebentar, kau belum memberitahuku bagaimana pertemuanmu dengan Fane hari ini?"
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku sudah memberi mereka kartu namaku. Aku berada di sana tepat waktu. Seandainya aku kelewatan waktunya sedikit saja, aku akan kehilangan kesempatan yang sangat berharga!"
"Oh, jadi seperti itu. Kau pergi ke sana, dan..."
Tanya dengan cepat memberitahu James apa yang telah terjadi. Kemudian, dia berkata dengan gembira, "Fane bukanlah pria yang dingin. Dia bahkan menjabat tanganku untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya sebelum dia pergi. Namun, ada sesuatu yang terasa aneh...
"Aneh?"
James tertegun. "Mengapa kau berkata begitu?"
"Secara logika, tentara akan memiliki kapalan di telapak tangan mereka karena mereka sering menggunakan senjata."
"Tapi aku menyadari kalau Fane hampir tidak memiliki kapalan di telapak tangannya. Tangannya sangat halus. Seolah-olah dia belum pernah menjadi tentara!" Tanya berbicara setelah berpikir pernah menjadi tentara!
Tanya berbicara setelah berpikir sejenak..
Bersambung.....
Terima kasih
__ADS_1