Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 228


Selena gelisah. Suaminya adalah seorang prajurit; bagaimana mungkin dia tahu cara bermain piano meskipun dia bukanlah orang yang tidak selalu kasar?


Musik dan tarian akan menjadi sangat sakral bagi orang orang yang memahaminya karena itu adalah sesuatu yang dapat menghubungkan jiwa. Bagaimana mungkin orang tidak menganggapnya serius?


Selena tidak akan keberatan kalau suaminya bermain dengan buruk, tetapi kalau sampai Selena menari dengan anggun, dia tidak akan pernah bisa sinkron dengan lagu yang kacau'.


Setidaknya level Fane seharusnya tidak terlalu buruk. Dengan begitu dia bisa terpaksa menari mengikuti lagunya.


"Lu... Lupakan. Semuanya akan bernyanyi dan minum nanti..." Selena tertawa riang, perkataannya terdengar lebih tertekan daripada yang dia ungkapkan. Dari mata Selena terpancar sedikit kekecewaan dan kesedihan.


Selena sudah lama tidak menari, dan dia hampir lupa kalau 'Selena' yang dulu bisa menari dengan sangat elegan di atas panggung seperti angsa.


Selena akan merasa berbeda setiap kali dia naik panggung untuk menari saat itu; seolah-olah seluruh panggung adalah miliknya dan hanya miliknya.


Sorakan dari penonton akan membuatnya merasa sangat puas.


Tentu saja, itu adalah masa lalu dan dia tidak bisa lagi memiliki perasaan yang sama seperti saat itu; perasaan memahami makna tarian yang lebih dalam melalui hati dan jiwanya.

__ADS_1


"Aku pikir kau harus melupakannya. Tanganmu digunakan untuk pedang dan tombak, jadi tolong jangan mempermalukan dirimu dengan hal-hal elegan seperti memegang pena atau menari!"


Britney tertawa, nada sinis terdengar dari tawa kecilnya.


"Matt, kemampuan pianomu sangat mengesankan saat itu. Ini akan menjadi pertunjukan yang sempurna kalau kau memainkan piano dan Selena menari. Itu akan menjadi keselarasan yang sempurna antara musik dan tarian!"


Rachel kemudian ikut mengompori, berkata, "Kau tidak lagi bersama, tapi kau pernah berkencan dengan Selena saat itu, 'kan? Kenapa kau tidak mencobanya saja, Matt? Aku yakin kalian berdua akan menjadi pasangan yang cocok!"


Tak perlu dikatakan, Rachel mengatakan semua itu untuk memprovokasi Fane.


"Ayo kita mulai, Sayang!"


Fane terkekeh saat menekan not piano. Lima tahun berperang hampir membuatnya melupakan mimpi masa kecilnya.


Impian masa kecilnya adalah menjadi seorang pianis.


Fane tidak pernah menyangka dia akan menjadi seorang tentara. Terlebih lagi, dia tidak pernah menyangka dia akan bertarung di medan perang untuk mempertahankan perbatasan.


Tentu saja, waktu telah berlalu dan dia tidak lagi merasa menyesal. Di medan perang itulah dia merasakan persahabatan sejati bersama rekan seperjuangannya. Fane merasakan semangat juang di antara rekan serpejuangannya.

__ADS_1


Kalau bukan karena pertempuran hampir mati yang tak terhitung jumlahnya dalam lima tahun terakhir, dia tidak akan diasah menjadi pisau setajam itu.


Sentuhan sederhana membuat pikirannya berpacu tanpa henti.


Dengan cepat Fane menemukan dirinya tenggelam dalam kenangan masa kecil saat dia membenamkan dirinya di dalam kedamaian. Semua itu berubah menjadi orkestra musik dan not-not yang mengelilinginya saat mereka menari.


"Tidak mungkin... Dia tahu cara bermain piano!"


Britney sangat terkejut hingga rahang bawahnya hampir jatuh ke tanah. Apakah bocah ini bukan pengantar makanan yang telah terdaftar sebagai tentara selama lima tahun? Tentunya tidak ada piano di medan perang.


Terlebih lagi, Fane hanyalah manusia biasa saat itu, dan kalau dia bisa menghangatkan diri dan makan, itu akan membuatnya senang. Bagaimana dia masih punya waktu dan uang untuk belajar bermain musik?


Iya, itulah Fane saat ini.


Jari-jarinya bergerak sendiri dan nada harmonis membuat semua orang merasa seolah-olah melayang di udara, la menambah kecepatan dan berubah lebih lembut seperti air yang mengalir di bawah jembatan.


"Oh Tuhan. Ini... Ini jauh lebih baik daripada guru piano kami saat itu. Dia luar biasa!"


Bersambung......

__ADS_1


Sekian terima kasih.....


__ADS_2