
Bab 117
Wajah Selena langsung memerah. Fane adalah ayah Kylie, dan dia benar-benar tidak ingin putrinya tumbuh tanpa ayah. Dia sangat menantikan kepulangan Fane.
Sebenarnya, Fane dan Selena sama sekali tidak sedekat ini. Kalau bukan karena anak mereka, mereka tidak akan bersama.
Bagaimanapun, Fane memperlakukan dia dan putrinya dengan baik selama beberapa hari terakhir. Rasa aman yang Fane berikan kepada mereka membuat Selena semakin merasa bahwa penantiannya selama lima tahun hingga Fane kembali bukanlah hal yang sia-sia.
Tanpa direncanakan, Selena telah mendapatkan seorang pria sejati.
"Terima kasih. Aku akan minum dua gelas lagi sebagai permintaan maaf.
Rasa malu belum hilang dari wajah Sonia. Dia memaksakan seulas senyum, menuang dua gelas anggur untuk dirinya sendiri, lalu meneguk isinya sampai habis.
"Ayo teman-teman, kita lanjutkan pestanya! Setelah ini. kita pergi ke tempat karaoke. Aku sebenarnya tidak terlalu suka menyanyi, jadi aku akan mendengarkan saja semua orang bernyanyi!" Fane berkata dengan sopan.
Baru setelah itu, semua orang melanjutkan menyantap makanan dan minum anggur dengan gembira.
Waktu berlalu sangat cepat hingga tak terasa sudah pukul setengah delapan malam. Tiba waktunya untuk membayar tagihan.
"Tuan, ini tagihan Anda, totalnya 363.207 dolar!"
Seorang pelayan berjalan ke arah Fane dan memberikan tagihan makan malam mereka.
__ADS_1
"Tuan, apakah Anda lebih suka membayar dengan uang tunai atau dengan kartu kredit?" Pelayan itu bertanya dengan suara lembut.
Meskipun pelayan itu tahu kebanyakan tamu lebih suka membayar dengan kartu, dia melayani tamu sesuai dengan prosedur dengan tetap menanyakan pertanyaan yang sama perihal proses pembayaran tagihan.
"Tunai." semua orang berhenti bergerak ketika Fane menunjuk ke tas bergambar bunga di sudut.
"Uang tunai? Di tas besar itu?"
Pelayan itu terkejut. Untuk pertama kalinya dia bertemu dengan tamu seperti Fane. Dibayar tunai? Untuk tagihan lebih dari 300 ribu dolar? Uang tunai yang diambil dari tas itu?
"Totalnya lebih dari 360 ribu, 'kan? Ini, ambil 370 ribu, kembaliannya untuk tip kalian berdua!"
Fane berdiri lalu meregangkan tubuhnya.
Si pelayan langsung memanggil temannya.
Seorang pelayan lain datang, meletakkan nampan yang sedang dibawanya, lalu bersama temannya membawa tas ke depan Fane. Mereka membuka ritsleting tas di depannya.
Zip!
Ketika tas terbuka, mereka melihat tumpukan uang kertas yang banyak sekali di dalam tas.
"Oh Tuhan! Itu uang asli, 'kan!"
__ADS_1
"Pasti ada lebih dari dua juta dolar. Baru kali ini aku melihat uang sebanyak ini."
"Sungguh, benar-benar orang kaya. Aku berpikir kalau Nona Selena saja gajinya sudah sebesar itu tapi gaji suaminya ternyata jauh lebih besar."
"Ah! Aku berharap punya suami kaya juga, jadi hidupku akan terjamin selamanya."
"Bah! Memangnya kau secantik Nona Selena? Sudah, hentikan mimpimu!"
Tas berisi uang itu menjadi bahan obrolan para karyawan yang melihatnya.
Sebaliknya, Sonia dan Felicia terlihat muram. Terutama Sonia, yang sejak awal berpikir kalau Fane tidak mungkin bisa membayar tagihan mereka.
Kalau saja Fane tidak punya uang sebanyak itu bisa dipastikan dia akan jadi bahan tertawaan.
Ternyata dugaan Sonia salah besar, tas itu benar-benar berisi uang.
"Terima kasih atas tipnya, Tuan!"
Kedua pelayan itu sangat gembira. Mereka masing masing mendapat tip lebih dari tiga ribu dolar dari kembalian pembayaran yang Fane berikan sebesar 370 ribu dolar.
"Ayo kita karaokean! Di mana tempatnya? Sudah ada yang memesan, 'kan?" Fane melambaikan tangan sambil mengajak mereka pergi.
Bersambung......
__ADS_1
Terima kasih