
Bab 81
"Sepertinya begitu!"
Ben mengangguk mendengar analisa Xena,
"Tidak masalah. Meskipun kakak iparku tampak sedikit tidak berguna, dia masih tahu bagaimana menyelamatkan harga dirinya. Dia sengaja menutup pintu sehingga tidak ada yang melihat apa pun jadi tidak ada yang membuat malu. Bagaimanapun juga, untungnya rumah kita tidak perlu dibongkar!"
"lya. Untung tidak dihancurkan. Dua bulan dari sekarang, saat kakakmu gajian, ayo kita beli rumah!" Fiona tersenyum dan menganggukkan kepalanya
Setelah berpikir sesaat, Fiona melanjutkan,
"Ngomong-ngomong, besok kakakmu akan mulai bekerja. Ayo kita beli makanan dan berbelanja. Aku ingin membeli beberapa pakaian yang lebih baik!"
"Ya, Ma, kau punya uang sekarang. Bukankah kau masih memiliki 800 ribu dari uang pemberian Fane? Kau harus membeli beberapa pakaian bagus. Selama beberapa tahun ini kau sudah sangat lelah jadi kau harus membeli sesuatu yang bagus dan memanjakan dirimu dengan baik!" Ben memberikan saran dengan senang hati.
Beberapa saat kemudian, Fiona, Ben, Andrew, dan Xenal pergi berbelanja.
***
__ADS_1
Di halaman, Selena menemani Kylie yang sedang bermain tak jauh darinya.
Setelah beberapa saat, Fane keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian baru. Meski pakaiannya tampak agak tua, tapi tetap membuatnya terlihat segar.
"Suamiku, apa yang kau bicarakan dengan Dennis Howard tadi di dalam? Apakah kau benar-benar berlutut dan memohon kepadanya?"
Selena terdiam beberapa saat sebelum akhirnya bertanya pada Fane.
Wajah Fane terlihat memerah. Dia lalu tersenyum pahit dan kemudian berkata,
"Sayang, menurutmu aku orang seperti itu? Kami hanya ngobrol tentang beberapa hal di medan perang dan dia menyesal karena kami belum pernah bertemu sebelumnya. Kebetulan kami memiliki teman yang sama di kamp militer, jadi dia ingin menyelamatkan mukaku dan
"Kau mengenal sosok yang kuat seperti seorang marsekal? Kau benar-benar luar biasa!" Selena jelas memercayai kata-kata Fane dan berkata dengan penuh semangat
"Tentu saja, Dennis Howard itu orang hebat. Dia adalah seorang marsekal dan aku mengaguminya!" ujar Fane sambil tersenyum ringan.
"Aku tidak tahu sebelumnya bahwa dia adalah seorang marsekal dan sosok yang sangat kuat. Pantas saja Ken bertindak begitu kejam saat dia datang barusan! Namun, akhirnya dia tidak punya pilihan lain selain pergi dari sini ketika seorang marsekal memintanya!" Selena tertawa lembut.
Tawanya begitu hidup seperti angin di musim semi. Fane hampir tercengang oleh kelembutan dan kecantikannya.
__ADS_1
"Sayang, senyummu terlihat indah sekali. Akan sempurna jika kau mengizinkanku menciummu!"
Fane menatap keindahan di depan matanya. Dia tidak dapat menahan diri untuk tidak berkata,
"Tidak heran begitu banyak orang kaya menyukai istriku. Tidak berlebihan kalau kau disebut sebagai wanita cantik nomor satu di Provinsi Tengah. Aku pasti telah melakukan beberapa kebaikan di kehidupanku yang sebelumnya sehingga bisa mendapatkanmu sebagai istriku!"
Selena merasa malu dan di saat yang sama menganggap Fane sangat manis setelah mendengar kata- katanya yang penuh kasih sayang tersebut.
"Kadang-kadang aku pikir kau ini sedikit bodoh. Aku tidak pernah menyangka kau bisa mengucapkan kata-kata manis seperti itu!"
Selena melirik Fane dan mengerucutkan bibir merah seksinya.
"Aduh! Neil datang bersama segerombolan orang!"
Selena tersentak sambil memekik.
Sekelompok orang sudah berdiri di depan pintu dan kebanyakan dari mereka membawa pisau di tangannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih