
Bab 214
"Jangan khawatir, Ma. Fane pasti akan mendapatkan uangmu kembali."
Selena tersenyum tipis dan menjawab, "Baiklah. Fane dan aku akan menghadiri reuni kelas nanti. Beberapa teman lamaku mengundang kami untuk pergi dan minum serta bernyanyi sepuasnya di bar! Aku sudah lama tidak bertemu mereka, jadi aku harus pergi,"
Fane dan Selena beristirahat sebentar lalu pergi mandi. Mereka kemudian bersiap-siap untuk pergi jika sudah waktunya.
"Hah? Ma, dimana mobilnya?"
Ekspresi Selena menjadi gelap ketika melihat beranda yang kosong. Dia telah mendengar suara mobil yang dihidupkan ketika sedang mandi tetapi berasumsi bahwa itu berasal dari jalan raya. Dia tidak pernah menyangka Porsche-nya akan dikemudikan seseorang."
"Oh. Xena dan adikmu mengeluarkan mobilnya untuk berkeliling," kata Fiona singkat.
Sudut mulut Selena bergerak-gerak. "Ma, tidak bisakah mereka mengendarai satu mobil saja jika mereka sangat ingin mengendarainya?" katanya pada Fiona.
"Mengapa mereka membawa keduanya? Mereka tahu bahwa aku harus pergi untuk bertemu teman- temanku. Mengapa mereka tidak bisa meninggalkan satu mobil untukku? Sekarang apa yang harus aku dan Fane lakukan?"
"Ah, adikmu hanya ingin keluar dan pamer di depan teman temannya!" Fiona langsung menjawab, menepis kekhawatiran putrinya.
"Dia memintamu dan Fane untuk memanggil taksi ke mana pun kau seharusnya pergi dan membiarkan mereka mengemudikan mobilnya. Nanti kau dapat menelepon mereka saat akan pulang. Dia dan Xena akan menjemputmu."
__ADS_1
Selena tidak bisa berkata-kata lagi. Fane telah mempertaruhkan nyawanya di medan perang untuk mendapatkan uang bagi mereka dan bahkan membelikannya sebuah mobil mewah agar bisa berdiri dengan bangga di hadapan teman-teman sekelasnya.
Dia tidak pernah membayangkan bahwa adik laki-lakinya sendiri dan Xena akan membawa keluar mobilnya saat mereka sedang mandi.
Pada akhirnya, yang bisa dia lakukan hanyalah menunjukkan senyuman sedih. "Sepertinya kita hanya bisa memanggil taksi sekarang," Selena berbicara dengan sedih.
Fane mengedikkan bahunya. Ada senyum yang sama di wajahnya.
"Tidak ada jalan lain. Siapa yang mengira kalau kau memiliki adik laki-laki yang tidak pengertian?" Dia merenung.
"Ngomong-ngomong, teman kuliahmu orang yang beradab, 'kan? Kuharap mereka tidak sombong seperti Rachel."
Saat itu Selena merasa terbebani.
"Dulu dia selalu berpikir bahwa dia lebih cantik dariku, jadi dia pikir seharusnya dia yang menjadi primadona di kelas. Tapi..."
"oh" Fane menyimpulkan, "Jadi itu karena dia tidak secantik kau, tapi tetap berpikir dia lebih cantik darimu. Itu sebabnya dia iri padamu. Jadi sekarang setelah menikah dengan seorang pria kaya, dia mencoba untuk mengabaikan kehadiranmu!"
Fane dengan cepat menangkap pesannya.
"Jangan pedulikan orang-orang itu 1" dia menambahkan," Dia sebenarnya memiliki harga diri yang sangat rendah!"
__ADS_1
"Betul sekali!"
Selena tersenyum ramah kepada suaminya sebelum pandangannya tertuju pada pakaian Fane. "Mengapa kau tidak membeli pakaian yang lebih bagus? Sebelumnya kau memang membeli gaun untukku, tapi milikmu...."
Fane melihat arlojinya.
"Sudahlah, kita tidak punya banyak waktu. Pakaianku juga cukup bersih dan aku baru saja menggantinya. Kita tidak perlu pergi membeli pakaian mewah khusus. Tidak masalah apa yang kupakai, asalkan kau berpakaian bagus!"
"Kau benar-benar tahu cara merangkai kata-katamu, ya!" Keduanya terus berbincang saat berjalan keluar. Mereka dengan cepat memanggil taksi dan langsung pergi ke Lotus Bar.
Pada saat itu, beberapa orang sudah berkumpul di depan pintu masuk bar.
Hugh tersenyum menawan.
"Oh, benar. Ada kejutan untuk kalian semua hari ini. Bintang kelas kita, Selena Taylor yang telah menghilang dari radar untuk waktu yang lama akan bergabung dengan kita! Aku kebetulan bertemu dengannya di pintu masuk kebun binatang dan berhasil mengajaknya ikut bergabung,"
"Benarkahkah? Kita sudah bertahun-tahun tidak melihatnya. Aku ingin tahu bagaimana dia sekarang!"
Bersambung.....
Sekian terima kasih.....
__ADS_1