Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 140


Harvey duduk di kursi kemudian mengepalkan tinjunya begitu erat sehingga kertak suara buku-buku jarinya terdengar jelas. "Bertahun-tahun yang lalu, Scar menerima dua serangan pisau untukku... Aku tidak tahu... Aku, Harvey, bersumpah akan membalas dendam untukmu, Scar!"


"Siapa laki-laki itu? Dia sangat kuat sampai bisa membunuh Scar!" seorang laki-laki bertubuh gemuk dengan tampang serius mengerutkan kening.


"Begitu banyak orang di sana jadi itu pasti membuatnya lelah. Aku tahu kemampuan Scar dengan sangat baik! Dia memiliki trik khusus yang sangat menakutkan sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri darinya!"


Seorang pria lain ikut berbicara, dia juga tampak serius.


"Tempat itu sekarang telah dikunci dan semua mayat sedang dievakuasi. Maka dari itu kami tidak bisa melihat ke dalam tempat kejadian. Jadi saat ini kami belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana." pria itu berhenti sebentar sebelum melanjutkan. "Mungkinkah pria itu tidak sendirian?" tanya Harvey.


"Kami kurang tahu pasti!"


Harvey berpikir sejenak, ekspresi wajahnya terlihat muram.

__ADS_1


"Aku masih belum tahu siapa orang itu. Aku hanya tahu kemarin Ned keluar bersama teman-temannya dan seorang veteran perang memukulinya. Ned bilang kalau orang tersebut sangat kuat dan minta aku untuk memberinya lebih banyak orang. Dia minta lebih dari dua ratus orang jadi aku suruh Scar untuk membantunya. Aku tidak tahu kalau..."


"Kalau begitu, seharusnya pria itu tidak akan sanggup melawan mereka sendirian. Kalau pun iya, berarti orang itu sungguh sangat kuat dan tangguh!"


"Kita harus segera mencari tahu siapa orang itu sebenarnya. Kurasa kita bisa mulai menyelidikinya dengan mencari tahu siapa yang disinggung Ned kemarin!" pria paruh baya lainnya berkata setelah terdiam untuk beberapa saat.


"Ya, tolong selidiki. Aku harus tahu siapa dia. Aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang sampai tahu siapa orang itu." Harvey mengangguk, berkata kepada pria paruh baya itu.


***


"Tuan, bolehkah aku tahu siapa yang Anda cari? Apakah Anda sudah punya janji?" Seorang karyawan di lobi utama kantor tersenyum ramah saat menyambut Ivan.


"Di mana ruangan manajer pengadaan? Aku ingin bertemu dengan manajermu, Nona Selena Taylor!" Ivan tersenyum ringan dan menjawab.


Karyawan itu lalu menjawab, "Tuan, silakan mendaftar dulu di sini. Siapa nama Anda? Nanti saya akan beritahu manajer kami."

__ADS_1


"Tidak perlu, repot sekali. Aku akan masuk dan mencarinya sendiri!"


Karyawan itu tidak bisa menghentikan Ivan. Dia membawa anak buahnya berjalan menuju ke dalam kantor.


Ivan tidak melihat Selena di dalam kantor. Dia lalu berteriak keras, "Selena, kau di mana?"


"Hei, siapa kau? Kau tidak bisa begitu saja menerobos masuk ke sini!" Sonia Neal langsung menghadang saat melihat seorang pria yang bersikap arogan menerobos masuk.


Ivan melihat ke arah Sonia yang menurutnya lumayan cantik dengan tubuh yang seksi, jadi dia tersenyum dan menjawab, "Gadis Cantik, aku mencari Manajer Taylor, Selena Taylor!"


"Ada urusan apa kau mencarinya? Aku supervisor di sini dan manajer kami sangat sibuk. Kau bisa berurusan denganku sebagai gantinya! Memangnya kau siapa?" Sonia menatap pria di depannya. Meskipun orang ini terlihat angkuh dan bersikap arogan, dia berpakaian rapi dan terlihat sebagai anak seseorang dari keluarga kaya.


"Namaku Ivan Taylor, sepupu Selena. Ada hal penting yang perlu aku bicarakan dengannya. Aku tidak ingin berurusan denganmu!"


Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2