Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 149


Sudut bibir Ivan bergerak-gerak saat masalah itu diungkit kembali. Peristiwa itu membuatnya sangat malu.


"Jangan khawatir, Kakek. Aku yakin kali ini akan berhasil!"


"Selena pada awalnya ragu-ragu. Bagaimanapun, dia belum memiliki posisi yang stabil. Namun, aku yakin kita akan berhasil setelah dia mendengar bahwa ini adalah ide Kakek!" Ivan tersenyum. Dia percaya kalau semuanya akan berjalan sesuai dengan rencananya.


"Bukankah pasti ada beberapa saingan kita yang juga menginginkan proyek ini?" Zeus Taylor benar-benar khawatir.


Ivan menjawab, "Jangan khawatir, Kek. Suplier-suplier yang lain hanya mengikuti tender sebagai formalitas. Kita pasti mendapatkan kontrak itu!"


***

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, James dan keluarganya sedang mengobrol di ruang tamu kediaman keluarga Drake.


Saat itulah kepala pelayan mereka memasuki ruangan. Tuan, sesuatu yang sangat besar terjadi tadi malam!"


"Sesuatu yang besar? Apa yang terjadi? Banyak orang kuat di Provinsi Tengah jadi kejadian besar itu bukan sesuatu yang luar biasa!" James tersenyum datar dan menganggap normal hal-hal seperti itu.


"Semalam, 200 orang dari klan Dewa Naga tewas terbantai di sebuah bangunan kosong!" kata sang kepala pelayan sambil berjalan mendekat.


"Apa? Banyak sekali yang mati?" Tanya, Nona Muda Kedua keluarga Drake, menghela napas saat dia terkejut mendengar berita itu. Sebenarnya normal-normal saja saat ada orang mati karena menyinggung kekuatan yang seharusnya tidak boleh mereka singgung.


Kali ini, kasus kematiannya melebihi jumlah itu dan korban -korbannya berasal dari klan Dewa Naga.


Bagaimanapun juga, kelompok itu sangat berkuasa dan tidak ada orang yang berani menyinggung mereka.

__ADS_1


"Apa pernyataan resminya?" James terdiam beberapa saat sebelum menanyakan detailnya lebih lanjut.


"Tidak ada detail yang pasti. Pernyataan resmi sementara ini menyatakan bahwa terjadi perkelahian antara dua pihak, itu saja!" Kepala pelayan tersenyum getir dan melanjutkan, "Tapi, saya bertanya ke beberapa orang dan akhirnya tahu kalau situasinya sangat menakutkan! Terlebih lagi, banyak orang menyebarkan berita ini dan orang- orang sekarang tahu bahwa itu bukan perkelahian antara dua kelompok."


Fane yang berdiri di belakang Tanya sempat tidak bisa berkata-kata saat dia mendengar ini. "Semenakutkan apa kejadiannya?"


"Sangat menakutkan!" Kepala pelayan melihat sekilas ke arah Fane sebelum melanjutkan, "Salah satu pihak terlalu tangguh. Saya pikir tak seorang pun dari keluarga Drake bisa menandinginya, melihat korban-korbannya adalah anggota klan Dewa Naga. Kelihatannya, pelakunya hanya satu orang. Bahwa satu orang sanggup membunuh begitu banyak orang, pastilah orang itu sangat kuat. Yang terparah, tangan kanan Bos Harvey - ketua klan Dewa Naga - Kakak Scar, juga menjadi korban!"


"Scar mati?" James menjadi emosional saat mendengar bahwa Scar telah terbunuh. "Orang ini pasti benar-benar kuat. Apakah sudah dipastikan kalau ini pelaku tunggal dan bukan sekelompok orang?"


"Ya, saya tahu pasti!" Kepala pelayan buru-buru mengangguk dan berkata, "Anggota klan Dewa Naga selalu berbuat onar. Sekarang banyak orang di Provinsi Tengah menyanjung sang pahlawan yang sudah menyingkirkan orang-orang jahat demi ketentraman masyarakat!"


"Aku benar-benar ingin melihat siapa pahlawan ini dengan kedua mataku sendiri!" kedua mata Tanya berbinar- binar dan berkata dengan penuh kekaguman.

__ADS_1


Bersambung.....


Terima kasih


__ADS_2